Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Sebuah Pengakuan #3


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Phillipe tak sanggup menahan desakan air matanya begitu dia bertemu dengan wanita yang sangat dia cintai. Bertahun-tahun hidup dalam rasa bersalah dan kerinduan, akhirnya Phillipe bisa bertatap muka secara langsung dengan Karina. Dan saking bahagianya, kedua kaki Phillipe menjadi sangat lemas seperti tak bertulang. Jadi dia hanya bisa menatap Karina yang baru saja membuka wajah palsu yang tadi di kenakannya.


“Calon cucu Mama baik-baik saja bukan?” tanya Karina sambil menatap hangat ke arah putranya yang begitu dia rindukan. “Kau ini bagaimana sih, Dam. Bukankah saat kecil dulu Mama selalu mengajarimu untuk memperlakukan wanita dengan penuh kasih sayang? Kenapa tadi kau meneriaki Rose, hm? Kalau dia sampai terkejut lalu berdampak pada kesehatan calon cucu Mama bagaimana. Mama sudah susah payah membuatkan ramuan agar cucu Mama tumbuh dengan sehat di dalam perutnya Rose, malah kau bentak-bentak. Hmmmmm!"


Ini baru ibu yang Adam kenal. Karina Haque, adalah seorang wanita yang memiliki tutur kata begitu lembut. Zidane sangat bodoh karena telah menyia-nyiakan ibunya yang begitu baik ini. Dia adalah manusia terto lol yang pernah Adam temui di dunia ini.


“Selamat datang di rumah kami, Nyonya Karina. Tidak di sangka kita akan saling sapa dengan cara yang sedikit tidak biasa,” ucap Grizelle menyambut sang besan dengan penuh sukacita.


“Terima kasih, Nyonya Grizelle. Dan maaf saya tidak bisa menyapa saat kalian semua datang ke rumahnya Rose,” sahut Karina dengan sopan membalas sapaan besannya. “Sebenarnya saat itu saya bisa saja menyapa kalian secara diam-diam karena waktu itu sayalah yang selalu melayani kalian semua. Akan tetapi saya memutuskan menunggu Rose saja yang mempertemukan kita agar kehangatannya lebih terasa. Dan ternyata waktunya adalah sekarang. Terima kasih karena kalian semua telah menerima Adam dengan begitu baik. Saya sungguh sangat bahagia!”


Satu-persatu keluarganya Rose menghampiri ibunya Adam kemudian memperkenalkan diri secara resmi. Saat semua orang sedang bersukacita, tiba-tiba saja Rose merintih kesakitan. Kepalanya serasa di tusuk ribuan paku saat sebuah ingatan muncul di mana Rose melihat ada dua orang anak kecil tengah berlarian di tepi pantai. Gerald yang melihat sepupunya sedang kesakitan hanya diam membiarkan. Dan dia buru-buru berpindah ke sebelah Rose saat neneknya memelototkan mata sambil mengepalkan tangan membentuk sebuah tinju. Gerald tahu itu artinya adalah kematian jika dia tidak segera menolong sepupunya ini.


“Apa itu?” tanya Adam sambil mencekal tangan Gerald yang ingin menuangkan cairan aneh ke dalam mulutnya Rose. Dia curiga.


“Kau mau jadi duda ya?” sahut Gerald.


“Brengsek!”


Gerald menatap Rose yang sudah hampir pingsan. “Cairan ini juga bisa dimasukkan lewat hidung kalau kau tidak membiarkan Rose meminumnya lewat mulut. Bagaimana? Aku jamin Rose akan langsung mati jika aku menuangkan ke lubang hidungnya. Sungguh!”

__ADS_1


Very dan Arion langsung memegangi tubuhnya Cleo yang ingin menghajar Gerald setelah mendengar omongannya yang sangat membuat darah mendidih. Adam yang tahu kalau hanya cairan itu yang bisa menyelamatkan Rose, akhirnya membiarkan Gerald yang mengambil alih untuk melakukan tugasnya. Dia lalu berjalan menjauh sambil mengusap wajahnya hingga memerah. Adam kemudian bersumpah akan membunuh Royce dengan tangannya sendiri karena ulah keluarganya lah Rose sampai harus menderita seperti ini.


“Apakah Rose akan baik-baik saja?” tanya Karina cemas. “ Dia sering kesakitan seperti ini dan akan berakhir dengan dia yang hilang kesadaran. Rose sedang hamil, dia akan baik-baik saja bukan?”


“Rose tidak jadi mati karena dia telah meminum obatnya dengan cara yang benar,” jawab Gerald sambil menyeka darah yang baru saja keluar dari hidung, mulut dan juga telinganya Rose. Dia lalu menatap Bibi Grizelle yang sedang menahan tangis. “Bibi, ramuan ini tidak akan membuat Rose merasa kesakitan lagi. Akan tetapi dia akan tetap kehilangan beberapa memori ingatannya ketika kecil dulu. Ini di sebabkan karena parasite di dalam racun itu telah lama menggerogoti memori di otaknya. Apa Bibi merasa keberatan? Jika keberatan, aku akan mengambil lagi cairan yang baru saja diminum oleh Rose.”


“GERAALDD!” teriak Cleo dengan mata berapi-api.


“Baiklah. Kalau begitu aku tidak akan mengambil cairan itu dari dalam tubuhnya.”


Semua orang hanya bisa menghela nafas panjang setelah mendengar ucapan Gerald yang begitu frontal. Entahlah, mereka tak tahu harus bagaimana menghadapinya.


“K-Karina?”


“Phillipe, jangan sekarang. Keadaan Rose jauh lebih penting, jadi tolong tahan dulu keinginanmu untuk bicara denganku. Kita butuh banyak waktu untukmu menjelaskan ini semua. Paham?” sahut Karina dengan tegas tak membiarkan Phillipe bicara dengan mudah. Walaupun Karina mencintainya, Karina tidak bisa memaafkan begitu saja kejahatan Phillipe yang sempat ingin menjual menantu kesayangannya pada seorang bajingan. Laki-laki ini harus di beri pelajaran.


Phillipe mengangguk pasrah. Apapun itu asal bisa terus bersama Karina maka Phillipe akan patuh.


“Gerald, kenapa darahnya tidak mau berhenti. Apa itu tidak akan membahayakan nyawanya Rose?” tanya Rolland sambil menatap cemas ke arah adiknya yang sudah setengah tidak sadar. Rolland ikut merasakan sakit yang sangat luar biasa menyaksikan adiknya menderita seperti ini. Dadanya sesak.


“Itu bukan darah biasa, Land. Sebagian adalah sisa racun yang ada di tubuhnya Rose, anggaplah kalau ini adalah pembersihan terakhir sebelum Rose benar-benar terbebas dari racun itu. Tapi ….


Adam langsung berbalik menghampiri Gerald saat menyadari ada keraguan di sana. Mencoba untuk tidak merengkuh Rose ke dalam pelukannya, Adam segera mendesak Gerald agar kembali melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


“Jangan menggantung ucapanmu. Cepat selesaikan!”


“Aku tidak bisa menjamin apakah anakmu akan terbebas dari racun itu atau tidak. Racun yang di buat oleh anggota Grisi hanya bisa di hilangkan oleh anggota dari Grisi juga. Dan sekarang aku sendiri yang turun tangan langsung menyembuhkan Rose. Akan tetapi untuk anak kalian nanti, aku tidak bisa menjanjikan kalau cairan ini bisa menyembuhkan penyakitnya juga. Karena biasanya parasit yang sudah membelah diri akan tumbuh seribu kali lebih kuat dari induk semangnya. Ini artinya kalian harus memutar otak juga untuk mencari penawarnya mulai dari sekarang!”


Perkataan Gerald sukses membungkam mulut semua orang. Tidak ada satupun yang menyangka kalau efek dari racun itu ternyata berdampak besar juga pada kelangsungan hidup anaknya Rose dan Adam. Ini menyedihkan, juga sangat mengerikan karena anak mereka nanti akan hidup dalam bayang-bayang rasa sakit.


“Kau mau pergi kemana, Tuan Adam?” tanya Resan.


“Menghabisi Royce!” jawab Adam dengan sangat dingin.


“Aku rasa itu bukan hakmu, Dam!” sahut Abigail yang sejak tadi hanya diam menyaksikan kejadian di rumah ini. “Aku dan Royce satu marga. Sangat tidak sopan kalau kau berani melangkahiku!”


“Kalian satu marga? Bagaimana bisa?”


Nenek Abigail mengikuti marga Kakek Mattheo, yaitu Eiji. Lalu bagaimana bisa dia satu marga dengan Royce yang bermarga Xia? Ada rahasia apalagi di kelurga ini yang tidak aku ketahui? Rumit sekali.


“Kau akan tahu sendiri nanti. Sekarang lebih baik kau temani Rose saja. Kasihan istrimu, dia sedang berjuang melawan kesakitan. Rose bisa sangat kecewa jika dia tahu kau tidak ada di sisinya!” ucap Abigail meminta agar Adam tetap tinggal menemani Rose.


“Baiklah, Nek.”


Semua mata kini hanya tertuju pada Rose yang terus saja mengalami pendarahan hebat. Mereka tegang, tapi juga merasa lega karena akhirnya Rose terbebas dari penderitaannya meski keturunannya kelak akan mengalami rasa sakit yang serupa. Apakah mungkin ini adalah karma? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu.


***

__ADS_1


__ADS_2