Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Bukan Manusia


__ADS_3

"Sial! Bagaimana mungkin aku kehilangan jejak?" umpat Lorus kesal saat tidak berhasil memburu seorang mencurigakan yang mengawasi kediaman Kakek Frans dari kegelapan.


Sejak nonanya pulang, Lorus masih terus berada di sana. Dia teramat penasaran dengan sosok yang tiba-tiba menghilang di tengah hutan. Lorus lalu memutuskan untuk mengintai dari tempat lain, khawatir kalau-kalau sosok mencurigakan tersebut akan kembali datang. Dan ternyata dugaannya benar. Sosok tersebut benar-benar muncul di tempatnya yang tadi. Tak ingin kembali kehilangan jejak, dengan senapan kedap suara Lorus membidik sosok tersebut. Namun, apa yang terjadi membuat Lorus terbengang kaget. Sosok tersebut tidak mati, bahkan sama sekali tidak mengeluarkan darah meski peluru yang dia tembakkan menembus keningnya.


Sadar kalau keberadaannya telah di ketahui, sosok tersebut akhirnya pergi melarikan diri. Dalam kondisi yang masih kaget, Lorus tetap tidak membiarkannya untuk kabur. Dia segera meminta anak buahnya untuk menyebar ke semua tempat sambil mengirim pesan pada Resan.


"Resan, cepat beritahu Nona Rose kalau sosok itu sepertinya bukan manusia. Dia tidak mati meski peluru pistol menembus kepalanya. Sepertinya orang yang selama ini mengancam Kakek Frans bukan orang sembarangan. Aku khawatir kalau mereka berasal dari organisasi-organisasi yang berbahaya."


Dengan sangat geram Lorus kembali ke tempatnya semula. Dia terus saja mengumpat karena gagal mendapatkan orang yang sedang di incar oleh nonanya.


"Bagaimana?"


Hampir saja Lorus memukul orang yang tiba-tiba bicara di belakangnya jika orang tersebut tidak segera membuka masker yang menutupi wajahnya.


"Oh, Nona. Saya pikir musuh yang datang!" ucap Lorus kaget.


Rose diam tak menyahut. Begitu mendapat pesan dari Resan, tanpa sepengetahuan Adam dia memasukkan obat tidur ke dalam minumannya. Rose terpaksa melakukan hal ini karena khawatir Adam tahu kalau dia akan pergi ke desa ini. Rose dan Adam tengah menikmati makan malam bersama saat dia di beritahu kalau orang yang terus mengawasi kakeknya bukan manusia. Rose tentu saja kaget. Karena itulah dia memutuskan untuk membuat Adam tertidur sebelum datang kemari.


"Kau gagal menangkapnya?"


Lorus menelan ludah. Belum sempat dia menjawab, sebuah tinju sudah lebih dulu mendarat di perutnya. Nafasnya seketika langsung sesak, tapi dia tidak berani untuk mengeluh. Karena jika dia sampai melakukan hal itu, maka bukan hanya tinju saja yang akan dia dapat. Bisa-bisa Lorus terkapar dengan kondisi nyawa yang menyangkut di tenggorokan.


"Kau tahu bukan kalau Kakek Frans sangat berharga bagiku?" ucap Rose dingin.


"Tahu, Nona."


"Lalu apa yang baru saja kau lakukan?"


"Saya salah, Nona!" jawab Lorus tegas.


Terdengar hembusan nafas kasar dari mulutnya Rose. Dia lalu mengernyitkan kening saat sebuah bayangan tiba-tiba muncul di kelopak matanya.


"Ada yang datang!" bisik Rose memberi kode pada Lorus untuk waspada.


Dengan bahasa isyarat yang hanya di ketahui oleh kelompok mereka, Lorus memberi tanda agar semuanya segera bersiap. Dalam kondisi malam yang gelap, Rose dan Lorus terus menatap ke arah salah satu pohon yang ukurannya terlihat lebih besar daripada yang lain. Mereka kemudian memutuskan untuk mendekat. Namun anehnya, sosok yang berada di balik pohon tersebut tidak bergeming selangkahpun. Yang mana hal itu membuat Rose dan Lorus terdiam heran.


"Hati-hati, Nona. Saya takut ini adalah jebakan yang sengaja di pasang oleh sosok yang tadi!" bisik Lorus sambil menarik tangan nonanya yang ingin mendekat ke arah pohon.


"Ini bukan mereka!" sahut Rose tanpa ragu.

__ADS_1


Kurang selangkah lagi Rose sampai di samping pohon, tiba-tiba saja sosok yang ada di sana muncul. Rose yang memang sudah siap dengan kondisi tersebut langsung menodongkan senjata ke arahnya.


"Siapa kau?"


"Selamat malam, Nona Muda Rose. Saya adalah mutan yang di kirim dari Labolatorium Grisi."


"Mutan?"


Rose dan Lorus saling berpandangan. Mereka tentu tahu apa itu mutan. Akan tetapi yang membuat mereka bingung adalah Laboratorium Grisi. Mungkinkah ini adalah nama kelompok yang selama ini mengancam keselamatan Kakek Frans?


"Jelaskan dengan benar kau darimana dan siapa yang mengirimmu kemari!" ucap Lorus kemudian berdiri di depan nonanya. "Tolong berdiri di belakang saya saja, Nona. Mutan ini asal usulnya tidak jelas. Saya khawatir dia akan menyerang tiba-tiba!"


Mata mutan itu terus memperhatikan gerak-gerik dari gadis yang menjadi anak dari tuannya. Wajahnya yang terlampau datar sempat membuat Lorus merinding.


Baru kali ini aku benar-benar berhadapan dengan makhluk sejenis mutan. Sungguh persis seperti manusia. Andai saja wajahnya tidak terlihat seperti mayat hidup, orang pasti tidak akan ada yang tahu kalau dia adalah manusia buatan.


"Siapa tuanmu?" tanya Rose setelah sekian lama menunggu si mutan bicara.


"Nyonya Grizelle dan Nyonya Besar Liona, Nona Muda."


Kening Rose mengernyit. Lagi-lagi ibu dan neneknya Rolland. Penasaran dengan nama Organisasi Grisi, Rose pun kembali bertanya pada mutan tersebut.


"Organisasi Grisi didirikan oleh Tuan Christ Horrison. Kemudian organisasi tersebut di serahkan pada Nyonya Nuwa Ou dan Tuan Besar Greg Ma. Ada juga Nyonya Cleo Oliver Ma yang pada saat itu jatuh koma karena suatu tragedi. Nyonya Cleo sendiri adalah adik dari Tuan Besar Greg, putra dan putri dari Nyonya Nuwa dan Tuan Jeff. Setelah mereka pensiun, organisasi di serahkan pada Nyonya Grizelle dan Tuan Arion sampai pada detik ini. Kurang lebih seperti itu silsilah pemilik organisasi kami, Nona Muda!"


"Aku tidak menanyakan tentang silsilah mereka!" ujar Rose dingin. "Yang aku ingin tahu kelompok jenis apa Organisasi Grisi itu."


"Untuk hal ini saya tidak bisa menjelaskannya di hadapan orang asing, Nona Muda!"


Lorus yang merasa sebagai orang asing pun berniat menyingkir. Namun tindakannya itu di cegah oleh sang nona.


"Dia bukan orang asing, tapi dia adalah orang kepercayaanku!" ucap Rose mulai geram.


"Maafkan saya, Nona Muda. Tapi identitasnya belum terprogram di kepala saya. Jadi untuk saat ini dia adalah orang asing yang harus tetap saya waspadai!" sahut si mutan datar.


Rose kemudian maju mendekat. Dia mengangkat tangannya saat Lorus hendak bicara.


"Apa sebenarnya yang di inginkan oleh tuanmu? Memata-mataiku kah?"


"Tidak, Nona Muda. Saya di minta untuk melindungi anda dari anak buahnya Flyn, orang yang telah membuat Kakek Frans kehilangan lidahnya."

__ADS_1


Lorus dan Rose sama-sama terkejut begitu mendengar ucapan sang mutan. Mereka cukup asing dengan nama yang di sebutkan barusan.


"Flyn?"


"Iya, Nona Muda. Namanya Flyn, dia dulu adalah salah satu anggota Organisasi Grisi yang berkhianat. Dan sosok yang kalian kejar tadi adalah mutan ciptaannya. Itulah kenapa dia tidak terluka meski orang asing ini menembak kepalanya tadi!"


"Tapi apa hubungannya aku dengan orang ini? Aku bahkan sama sekali tidak tahu tentang Organisasi Grisi!" tanya Rose bingung.


"Untuk masalah ini biar Nyonya Grizelle dan Nyonya Besar Liona saja yang menjawab."


"Maksudnya?"


"Mungkin dini hari nanti mereka baru akan tiba di negara ini. Nona Muda bisa menemui mereka di salah satu hotel terbesar milik keluarga Clarence."


"Jika aku tidak mau?"


"Maka selamanya Nona Muda tidak akan pernah tahu alasan kenapa Kakek Frans jadi seperti ini. Juga tidak akan bisa membalaskan dendam pada orang yang telah membuatnya cacat."


Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba saja si mutan melesat pergi. Rose dan Lorus yang melihat hal itupun merasa sedikit takjub. Meski selama ini mereka bergulat di dunia permafiaan, mereka tak pernah berurusan dengan hal-hal seperti ini. Queen Ma hanya berurusan dengan bisnis senjata api dimana mereka juga memiliki kekuasaan yang cukup besar di dunia hitam.


"Kau tetaplah berjaga di sini!" ucap Rose sambil melihat jam di tangannya. Dia kemudian melangkah menuju mobil yang akan mengantarkannya pulang ke rumah.


"Baik, Nona!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โœ…Kuy mampir ke chanel emak biar hati jadi TERLURI-LURI sama kisahnya ABANG FEDO EIJI, si Casanova yang terjerat PESONA SI GADIS DESA.


Ada giveawaynya juga lho..



...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2