Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Tentang Keluarga Xia


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE💜


***


“Sebelum aku menjadi Abigail, namaku adalah Chelsea dan margaku adalah Xia. Wajar kalau fotoku tidak ada di foto keluarga kalian. Karena sedari awal keluarga Xia tidak pernah menginginkan aku menjadi bagian dari keluarga mereka yang suci itu!” ucap Abigail mulai menceritakan tentang masa lalunya. “Kau tahu, Royce. Aku dan Ibuku diperlakukan dengan sangat hina oleh keluarga yang begitu kau puja-puja. Hingga di suatu ketika aku di tolong oleh Liona, malaikat baik hati yang telah menyelamatkan aku dari jurang yang gelap. Bersamanya aku bisa menikmati kehidupan yang sebenarnya. Seandainya waktu itu keluarga kalian tidak memperlakukan Ibuku layaknya binatang, saat ini mungkin semua anggota keluargamu masih hidup. Tapi … yang berkuasa tidak semuanya bermartabat. Semut mungkin hanya binatang kecil yang sering diinjak-injak, tapi bukan berarti semut tidak bisa membalas apa yang telah orang-orang lakukan kepadanya!”


Abigail menarik nafas dalam-dalam saat menjeda ucapannya. Terlihat jelas betapa dia sangat merasa tersakiti akan kisah masa lalunya. Sedangkan Royce, dia hanya diam mendengarkan cerita wanita yang mengaku bernama Chelsea Xia.


“Ada satu kejadian yang membuatku terpaksa harus melakukan operasi di bagian wajahku. Mungkin ini juga yang menjadi penyebab mengapa kalian tidak bisa mengenaliku. Tapi ya sudahlah. Kita lupakan masa lalu menyedihkan itu dan mari kita bahas awal dari balas dendam beruntun ini!” lanjut Abigail. Ekpresi wajahnya langsung berubah dingin saat Abigail ingin melajutkan ceritanya. “Saat itu yang membantai habis keluarga Xia bukan Liona, tapi aku. Liona datang hanya mengantarkan aku menuntut balas pada keluarga Xia. Tapi Royce, aku sedikit penasaran mengapa Alexander dan Eden bisa menargetkan Grizelle dan Rose sebagai pelaku pembantaian di keluarga Xia. Maukah kau menjelaskannya pada Bibi?”


“Cihhh, aku sangat ingin meludahi wajahmu, j*lang. Beraninya kau menyebut dirimu sebagai Bibi. Sungguh menjijikkan!” hardik Royce dengan kasar.


“Jangan keterlaluan, Royce. Sekarang itu nyawamu sudah di ujung tanduk, jadi aku sarankan kau sebaiknya segera ceritakan semuanya sebelum kau mati. Paham?” ucap Liona merasa tak terima saudarinya dihina oleh bocah bau kencur ini.


Royce tertawa. Dia lalu memutuskan untuk menceritakan awal mula mengapa ayah dan pamannya sampai memilih Rose dan ibunya sebagai target balas dendam. “Saat kalian membantai keluarga Xia, saat itu sebenarnya Paman Alexander ada di rumah. Dia lalu bersembunyi di tumpukan mayat pelayan dan penjaga untuk melindungi diri. Dan di saat kalian selesai melakukan pembantaian itu Paman Alexander memberanikan diri untuk mengintip kalian dari balik jendela. Saat itulah dia melihat wajah wanita ini!” ucap Royce sambil menunjuk ke arah wanita yang barusan memaksanya agar bercerita. “Karena tak terima, Paman Alexander pun diam-diam menyelidiki siapa dia kemudian menunggu waktu yang tepat untuk balas dendam. Lalu saudaraku Pablo memanfaatkan seorang wanita bodoh bernama Soraya untuk memancing Grizelle. Namun sayang, Paman Alexander dan Pablo terbunuh dalam insiden itu. Ayahku marah, kemudian bekerjasama dengan Flynn untuk mengincar salah satu anaknya Grizele. Karena Flynn menginginkan organisasi Grisi, dia memilih Rose bagai pialanya. Dan berhasil. Walaupun tidak berhasil sepenuhnya, setidaknya Rose hidup menderita. Sekarang aku hanya perlu meneruskan pekerjaan mereka yang tertunda, yaitu menghabisi kalian semua. Hahahahahaha!”


“Tapi Royce, orang yang membunuh semua keluargamu adalah aku. Dan yang seharusnya kau singkirkan bukan Rose dan ibunya, tapi ….

__ADS_1


Abigail menoleh ke arah pintu mobil yang baru saja terbuka. Dia kemudian tersenyum sambil melambaikan tangan pada orang yang baru saja keluar dari sana.” Kemari, sayang. Nenek ingin memperkenalkanmu pada saudara lamamu.”


Russel mengangguk. Segera dia menghampiri sang nenek kemudian berdiri di sebelahnya.


“Jadi Royce, perkenalkan. Ini adalah cucu kebanggaanku. Namanya Russel Eiji Wang. Tapi kalau kau ingin berurusan dengannya, maka kau perlu melewati induk semangnya dulu. Kayo, kemarilah sayang.”


“Baik, Ibu,” sahut Kayo yang keluar dari barisan belakang anak buahnya Rose. Dia lalu menyeringai ke arah Royce.


“Ini putri kesayanganku, Royce. Namanya Kayo Eiji. Wajahnya sangat cantik sekali bukan? Dan harus aku akui kalau warisan kecantikan ini berasal dari keluarga Xia. Menarik bukan?” ucap Abigail sambil mengelus pipinya Kayo. “Namun, kau tidak semudah itu jika ingin menyentuh mereka. Kau perlu menghadapi seseorang yang begitu mencintai mereka berdua. Apa kau ingin tahu dia siapa?”


Royce menelan ludah. Orang-orang ini … kenapa terlihat seperti keluarga psikopat? Tak lama kemudian ada seorang pria yang belum terlalu tua nampak berjalan mendekat lalu berdiri di sisi wanita bernama Abigail. Royce lalu mengerutkan keningnya.


Tiba-tiba suasana menjadi sangat mencekam sebelum Abigail sempat menyelesaikan ucapannya. Lalu muncullah seorang pria dengan raut wajah yang begitu dingin. Pria itu terus melihat ke arah depan tanpa mempedulikan Royce yang sudah berwajah pucat.


“J-Jack-Gal?” gumam Royce terbata. Dia pernah melihat foto orang ini dari salah satu kliennya. Dan ini membuat Royce semakin tidak menyangka kalau Rose di kelilingi oleh orang-orang yang sangat berbahaya.


“Kau mengenalku dengan baik ternyata,” ucap Jackson dengan dinginnya. Dia lalu melingkarkan kedua tangannya memeluk Kayo dari belakang. “Putra dan istri kesayanganku, siapa yang berani menyentuhnya akan kukejar meski ke neraka paling dalam sekalipun. Aku Jack-Gal, pembunuh yang melenyapkan manusia hanya dalam satu kedipan mata. Mau coba?”

__ADS_1


“Jangan terlalu menakutinya, Ayah. Royce masih belum dikenalkan pada satu orang lagi. Dan orang inilah yang berhak untuk menyentuhnya pertama kali!” ucap Russel meredam kemarahan sang ayah.


Rose tersenyum. Tidak di sangka kalau akhir dari tujuannya akan semenarik ini. Terlalu mengejutkan untuk Rose karena ternyata dia memiliki keluarga yang bukan keluarga sembarangan. Awalnya Rose pikir dia dan kubunya Royce akan bertempur habis-habisan, bahkan Rose sudah siap kehilangan kelompoknya jika Marcellino sampai memilih berpihak pada Royce. Namun untungnya yang di khawatirkan oleh Rose tidak terjadi. Malah dia mendapat kejutan yang jauh lebih besar lagi di mana dia dilindungi oleh satu kekuasaan yang sangat luar biasa besar. Dan Rose yakin ini masih belum seberapa.


“Dante, keluarlah, sayang. Sudah saatnya kau berkenalan dengan saudaramu juga!” ucap Grizelle memanggil putra angkatnya yang kala itu masih berada di dalam mobil. Ya, Grizelle dan semua orang telah memberitahu Dante tentang semuanya. Dan kini … dua penerus keluarga Xia akan saling berhadapan.


Begitu di panggil, Dante langsung keluar dari dalam mobil. Dia lalu menatap nyalang ke arah Royce, keluarga dari pria bajingan yang telah memanfaatkan hidup ibunya hingga menemui ajal. Dante marah, tentu saja. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan keluarganya atas apa yang terjadi pada Ibu Soraya. Karena setelah di selidiki, kakeknya dan ayahnya Royce-lah yang sepakat untuk menjadikan ibunya sebagai umpan. Kejam bukan?


“Cihhhh, ternyata kalian beraninya main keroyokan ya. Tidak di sangka kalian hanyalah sekumpulan pecundang menjijikkan. Cuihhhh!” ejek Royce sambil meludah di hadapan Dante.


“Siapa bilang kami ingin mengeroyokmu, Royce?” tanya Abigail. “Coba kau perhatikan baik-baik siapa orang yang akan kau hadapi. Hanya ada dua. Pertama Rose, lalu … kau tebaklah sendiri!”


Royce mengerutkan keningnya. Sebelum sempat dia menemukan siapa orang itu, tiba-tiba saja seluruh anak buahnya ambruk dengan kondisi mulut mengeluarkan busa berwarna biru pekat. Royce yang melihat hal itupun merasa sangat kaget sekali. Dia kemudian berteriak kencang saat menyadari kalau anak buahnya telah diserang oleh pasukan nyamuk yang ternyata di gerakkan oleh Resan.


“Kau lamban. Lawanmu adalah Tuan Dante. Hadapilah,” ucap Resan sambil membuka kotak tempat para nyamuk tinggal. Etssss, itu bukan nyamuk biasa ya. Nyamuk-nyamuk tersebut merupakan alat ciptaan kelompok Queen Ma.


“Brengsek kalian semua!”

__ADS_1


Dante tertawa. Dia kemudian berjalan mendekat ke arah Royce. “Halo, sepupuku. Pernah tidak kau menyangka kalau kematianmu ada di tangan saudara sedarahmu sendiri?”


***


__ADS_2