
Eroz menatap penuh cinta ke arah Zalina, kekasihnya yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Dengan tulus dia mengulurkan tangan untuk menyambut wanita yang sudah empat tahun ini menjadi penopang lara. Di perlakukan dengan begitu mesra oleh sang kekasih membuat Zalina merasa sangat bahagia. Meski Eroz bukan yang pertama, nyatanya pria inilah yang membuatnya paling merasa nyaman.
"Apa pagi tadi kau ketahuan oleh Grace?" tanya Zalina, yang tak lain adalah Zidane, ayah dari Adamar dan Gracia Clarence.
"Tidak, sayang. Dia hanya melihatku sekilas. Atau jika dia menyinggung tentang kejadian pagi tadi, anggap saja kalau Gracia sedang berhalusinasi akibat candu dari obat-obatan yang dia konsumsi," jawab Eroz sembari membelai lembut rambut kekasihnya ini. "Kau sudah makan belum?"
"Belum. Kau sendiri?"
"Aku menunggumu untuk makan malam bersama."
"Umm, manis sekali mulutmu ini, Eroz," gurau Zalina kemudian memeluk Eroz dengan manja.
Dari kejauhan, interaksi antara Zidane dengan Eroz mendapat perhatian dari seorang wanita cantik yang sedang duduk sendirian. Warna lipstik wanita itu begitu merekah, bahkan hampir terlihat seperti warna darah yang baru menetes keluar dari tubuh manusia.
"Adam-Adam, bagaimana bisa kau mempunyai ayah yang sikapnya sangat jauh menyimpang dari apa yang di ketahui oleh khalayak ramai. Sungguh amat sangat di sayangkan," gumam Reina. "Hmmm, sepertinya aku harus mencari tahu sesuatu mengenai Mama-nya Adam. Aku yakin sekali kalau Eroz pasti mengetahui tentang hal itu."
Menunggu kesempatan datang menghampiri, Reina dengan setia terus mengawasi ayahnya Adam dari kejauhan. Sesekali Reina tampak menyeringai geli ketika Zidane dan Eroz saling berciuman. Meski Reina sejatinya adalah seorang pria, belum pernah sekalipun dia menjalin hubungan seperti ayahnya Adam. Hasratnya seperti sudah hilang semenjak tragedi kelam yang membuatnya jadi seperti ini.
"Aku jadi penasaran sebenarnya Adam itu anaknya siapa. Jika di lihat dari penampilannya, rasanya sangat mustahil kalau Tuan Zidane bisa menggerakkan burungnya. Atau jangan-jangan istrinya Tuan Zidane di hamili oleh pasangannya sendiri. Astaga, kenapa jadi menjijikkan begini sih."
Tepat setelah Reina berkata seperti itu, Zalina beranjak pergi dari sisinya Eroz. Kesempatan ini kemudian digunakan oleh Reina untuk mendekati pria itu. Dia menghampiri Eroz sembari membawa dua gelas minuman di tangannya.
"Selamat malam, tuan tampan."
"Menjauh dariku. Aku sudah mempunyai pasangan!" usir Eroz dingin. Dia sama sekali tidak tertarik pada sosok wanita cantik yang kini sudah duduk di sebelahnya.
"Jangan takut, aku datang bukan untuk menjadi pelakor di antara kalian," sahut Reina dengan santai. "Ngomong-ngomong aku dan kekasihmu itu satu spesies. Jadi kau tidak perlu sungkan."
Eroz sedikit kaget begitu tahu kalau wanita ini sebenarnya adalah laki-laki. Dia kemudian menatapnya lekat, mencari tahu apakah orang ini sedang berkata bohong atau tidak.
"Namaku Reinadelwis. Dan nama asliku adalah Reiner. Bagaimana, nama yang sangat cool bukan?" ucap Reina memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
"Eroz," sahut Eroz sedikit melunak. Dia kemudian menyambut uluran tangan Reina dengan raut wajah yang sedikit penasaran. "Kita tidak saling kenal. Kenapa tiba-tiba kau datang menghampiriku?"
Kedua sudut bibir Reina tertarik ke atas. Dia lalu memutar-mutarkan minuman yang ada di gelasnya sebelum memberi jawaban.
__ADS_1
"Siapa nama kekasihmu?"
"Kau belum menjawab pertanyaanku, Reinadelwis."
"Ck, panggil Reina saja."
"Oke, Reina."
"Hmmm, aku sejak tadi sudah memperhatikanmu saat sedang duduk sendirian. Tapi siapa sangka kalau ternyata kau sudah mempunyai pasangan," ucap Reina beralasan.
Merasa cukup masuk akal, Eroz pun mengangguk paham. Dia kemudian berganti menjawab pertanyaan Reina yang ingin tahu tentang nama kekasihnya.
"Kekasihku bernama Zalina. Dia berasal dari keluarga yang sangat terpandang di negara ini."
Dan orang terpandang yang menjadi kekasihmu itu adalah mertua dari kesayanganku. Hmm, sungguh rumit.
"Nama yang sangat cantik," puji Reina. "Apa dia mempunyai sebuah keluarga? Anak dan istri misalnya?"
"Tentu saja dia punya. Kenapa memangnya?" tanya Eroz sedikit tidak nyaman saat Reina seperti menelisik latar belakang kekasihnya.
"Jangan marah, santai. Aku hanya ingin membandingkan saja apakah dia sama sepertiku atau tidak!" jelas Reina ketika menyadari tatapan curiga di mata Eroz. "Aku sebelumnya juga pernah menikah dengan seorang wanita. Tapi dia meninggalkan aku begitu tahu sejatinya diriku. Sangat menyedihkan bukan?"
Reina menggeleng.
"Dalam circle seperti kita, posisiku adalah menjadi wanitanya. Burungku sama sekali tidak bisa berdiri bahkan ketika istriku bert*lanjang di depan mataku. Aku tidak berdaya, Eroz. Bukan keinginanku untuk hidup seperti ini," ucap Reina memelas. Dia bahkan hampir meneteskan air mata ketika sedang bersandiwara.
"Kenapa kau tidak membiarkan pasanganmu untuk menghamili istrimu? Zalina melakukan hal yang sama pada kedua istrinya demi untuk menutupi jati diri yang sebenarnya. Dia ....
Wajah Eroz langsung memucat setelah berkata seperti itu. Dia lalu mengacak rambutnya sendiri sambil bergumam tidak jelas. Reina yang mendengar perkataan Eroz sedikit terhenyak kaget. Jika begini alur ceritanya, maka bisa di pastikan kalau Adam bukanlah anak kandung Tuan Zidane. Melainkan anak dari kekasihnya si Zalina, wanita jadi-jadian yang bersemayam di balik jati diri seorang Zidane Clarence.
"Santai saja, Eroz. Aku sudah tidak heran dengan kenyataan seperti itu. Toh bukan hanya kekasihmu saja yang masih tidak berani untuk mengakui jati diri kita yang seperti ini. Aku bisa maklum," ucap Reina menenangkan Eroz yang terus gelisah.
"Reina, tolong anggap ucapanku sebagai angin lalu. Anggap kalau aku tidak pernah bicara apapun kepadamu. Oke?" bujuk Eroz panik. Entah apa yang terjadi dengan otaknya sampai-sampai dia membuka rahasia penting tentang kekasihnya. Jika Zalina tahu, Eroz pasti akan langsung di buang. Dan dia tidak mau itu.
Sebelum sempat Reina menjawab, Zalina sudah lebih dulu kembali ke sisi Eroz. Pria tua, eittss bukan, wanita cantik dengan make-up tebal ini langsung menatap curiga pada Reina. Sorot matanya sangat tidak bersahabat.
__ADS_1
"Siapa kau?"
Tak langsung menjawab, Reina dengan santai beranjak dari duduknya. Dia lalu tersenyum ke arah ayahnya Adam sambil mengangkat gelas minumannya.
"Cheers, Zalina."
"Aku tanya kau siapa. Jangan sok akrab denganku ya?" sentak Zidane mulai terpancing emosi. Dia cemburu kekasihnya di dekati oleh wanita yang penampilannya jauh lebih modis darinya.
"Aku ... Reinadelwis. Dan kita adalah satu spesies. Jangan khawatir, aku datang hanya untuk berkenalan dengan kalian saja. Sama sekali tidak ada niat untuk merebut Eroz darimu. Sungguh!" sahut Reina dengan tenang. Namun tatapan matanya begitu dalam, menyiratkan kalau Reina telah mengetahui sesuatu.
Zalina berdecih tak percaya. Dia lalu menatap Eroz dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kalau kau berani macam-macam di belakangku, detik ini juga kita akan langsung berpisah. Aku tidak suka dengan pengkhianatan, Eroz. Kau tahu itu bukan?"
"Zalina, aku sama sekali tidak berkhianat padamu. Dia ... maksudku Reina hanya sekedar datang menyapaku tadi. Tolong jangan salah paham ya. Aku mohon!" jelas Eroz khawatir. Dia menatap penuh iba pada kekasihnya yang sedang di bakar api cemburu.
"Benar kau tidak sedang berselingkuh dengannya?" cecar Zalina masih tidak percaya.
"Kau boleh membunuhku kalau aku sampai berkata bohong. Hanya kau, Zalina. Hanya kau seorang yang aku cintai. Sungguh!"
Melihat keadaan yang sedikit tidak baik, Reina pun memutuskan untuk pergi meninggalkan pasangan sejenis ini. Lagipula dia juga sudah mendapatkan apa yang dia cari, jadi tidak ada gunanya juga jika dia tetap berada di sana.
"Eroz, Zalina, aku rasa sudah saatnya untuk aku membiarkan kalian bersenang-senang. Maaf ya jika kedatanganku membuat kalian jadi bertengkar. Aku sungguh tidak bermaksud!"
"Pergilah yang jauh. Aku muak melihat wanita penggoda sepertimu!" usir Zalina dengan kasar.
"Baiklah, kalau begitu selamat tinggal. Senang bisa berkenalan dengan kalian. Selamat malam."
"Cihh."
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
__ADS_1
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...