
Sambil menatap datar ke arah pria yang sudah babak belur di hajar Cesar, Adam berjalan mendekatinya. Dia kemudian berjongkok, mencapit dagu pria tersebut dengan sedikit kuat.
"Apa yang kau inginkan dengan terus memburu orang-orang dari kelompok Ma Queen, hm?" tanya Adam di barengi dengan tatapan mata yang begitu menusuk.
"Cih, apa kau pikir dengan menyiksaku aku akan bersedia untuk membuka mulut? Tidak, bodoh. Kau dan orang-orang to lol ini tidak akan mendapat informasi apapun meski kalian membunuhku detik ini juga. Hahahaha!" sahutnya tanpa merasa takut.
"Oh ya? Percaya diri sekali kau, tapi aku suka!"
Adam melepaskan capitan tangannya. Dia lalu menoleh ke belakang, melihat istrinya yang sedang duduk manis bersama ibu dan juga neneknya. Rose, ratunya, di jadikan incaran oleh orang-orang yang tamak akan kekuasaan. Sebagai seorang suami, mungkinkah Adamar akan diam saja? Ohoo, tentu saja tidak. Berani menyentuh ratunya, maka artinya mati. Ya, Adam akan menghabisi siapapun yang coba mengusik ketentraman kelompok yang di pimpin oleh istrinya ini. Tak peduli meski kelompok tersebut menjalin hubungan kerjasama dengannya sekalipun.
"Dam, apa kau tahu hal apa yang paling menyakitkan di dunia ini?" tanya Rose.
"Apa itu, Hon?"
"Berharap pada manusia."
Rose tersenyum. Dia melanjutkan kata-kata sembari mengelus perutnya yang mulai terasa mual. Rose ingin makan sesuatu.
"Manusia adalah jenis racun yang paling berbahaya di dunia. Dalam sekejap, dia yang tadinya berstatus kawan akan menjadi lawan jika sudah mencium aroma bibit pengkhianatan di sekelilingnya. Cukuplah dengan kita pandai memilih manusia yang pantas untuk di manusiakan, tidak dengan mereka yang bisanya hanya menumbalkan manusia lain demi keuntungannya sendiri," ucap Rose penuh maksud tersirat. "Habisi dia. Tidak ada gunanya membiarkan manusia seperti dia mengirup udara terlalu lama!"
"Dengan senang hati, Honey!" sahut Adam sambil menyeringai mengerikan.
Cesar dengan sigap mengambil kotak berisi dua ekor king kobra yang tadi di kirim oleh anak buahnya. Tak lupa juga dia mengambil gelas kecil dan juga sepasang sapu tangan bersih lalu menyerahkannya kepada Adam. Liona and the geng yang melihat hal itupun langsung memperhatikan dengan sangat seksama hal apa yang akan dilakukan oleh pria Italia yang bernama asli Marcellino Altezza Lorenzo ini. Mereka sangat amat penasaran di buatnya.
"Hmmm, sayang sekali kau harus mati dengan cara menelan air ludahmu sendiri, kawan!" ucap Adam sembari memakai sapu tangan. Dia lalu menatap pria yang kini sudah memucat begitu kotak di buka. "Santai, jangan tegang. Ular-ular ini sangat baik, mereka tidak akan menyakitimu. Paling hanya membuatmu kejang-kejang lalu mengirimmu pergi ke tempat yang sangat jauh. Jadi jangan takut, oke?"
"T-Tuan, apapun yang ingin kau lakukan, tolong berhenti. Ada orang besar yang menjagaku, kalian pasti mati di tangannya jika ular-ular ini sampai menghilangkan nyawaku!" ucap pria itu ketakutan. Dia mencoba beringsut menjauh, tapi tidak bisa karena kakinya sudah di injak lebih dulu oleh pria yang tadi menghajarnya.
"Benarkah? Sebesar apa orang itu?" tanya Adam penasaran.
__ADS_1
Tidak ada jawaban. Pria tersebut tak henti-hentinya menelan ludah ketika Adam dengan santai mengeluarkan satu ekor ular dari dalam kotak. Setelah itu Adam mengulurkan sebelah tangannya ke arah Reina. "Tolong ambilkan gelas itu, Reina. Aku perlu tempat yang bersih untuk menampung bisa si manis ini."
"Oh, aku pikir kau ingin memintaku untuk meninabobokan ular itu, Dam. Mengagetkan orang saja. Huftt!" ucap Reina yang langsung menuruti perintah Adam.
"Di dalam kotak masih ada satu ekor tersisa. Kau boleh menjadikannya sebagai teman tidur jika ingin."
"Terima kasih atas tawaran baikmu. Tapi maaf, aku tidak tertarik untuk menghabiskan malam bersama binatang melata ini. Yang ada aku malah pergi ke alam baka nanti!"
Suasana menjadi sangat hening saat Adam menempelkan kepala ular ke arah gelas yang dia pegang. Dia lalu menguatkan cekikan di leher ular tersebut yang mana membuat cairan berwarna kuning menetes keluar dari gigi taring yang menyangkut di pinggiran gelas. Ya, Adam tengah mengeluarkan semua bisa yang berada di dalam tubuh ular king kobra ini.
Teman-teman, bisakah kalian menebak apa yang akan dilakukan Adamar pada bisa ular ini? Yap, benar sekali. Dia akan membunuh ketua dari kelompok orang-orang yang telah menyerang Lorus dan Reina dengan cara ....
"Tuan, aku mohon tolong jangan lakukan ini padaku. Aku-aku bisa mati jika menelan bisa ular itu. Tolong ampuni aku, Tuan. Aku berjanji akan memberitahukan apapun yang ingin Tuan ketahui asal aku tidak di bunuh. Aku mohon, Tuan. Tolong ampuni aku!"
"Terlambat!" sahut Rose dengan cepat. "Bukankah kau sendiri yang sudah berkata sombong bahwa kau tidak akan pernah mau membuka mulut meski kami membunuhmu sekalipun. Lalu kenapa sekarang kau merengek dan memohon pada suamiku agar di biarkan tetap hidup? Jiwamu sakit, hm?"
Grizelle dan Liona terkekeh. Mereka kemudian membelai bahu Rose, mencoba membuatnya untuk tetap tenang.
Di saat yang bersamaan, Adam sudah selesai memindahkan semua bisa ular ke dalam gelas. Setelah itu Adam mengangkat gelas tersebut ke atas kemudian menggoyang-goyangkannya dengan sangat hati-hati.
"Cesar, apa menurutmu bisa ini sudah sesuai dengan jumlah air ludah yang di keluarkan oleh bajingan itu?" tanya Adam.
"Aku rasa sudah cukup, Dam. Tapi kalau kau merasa kurang banyak, di dalam mobil ada belasan king kobra yang masih sangat segar. Apa kau ingin aku mengambilnya?" jawab Cesar santai sembari mematahkan leher ular yang sudah tak mempunyai bisa lagi. Setelah itu dengan brutal Cesar menggigit kepala ular tersebut, membiarkan Reina menjerit syok karenanya.
"Ckck, kau ini kan manusia, Cesar. Kalau lapar ya makan nasi, kenapa malah menjadi kanibal sih?" keluh Reina sambil memasang wajah syok pura-pura.
"Dia bahkan pernah membunuh musuh engan cara menggigit lehernya hingga nyaris terputus. Aku sarankan kau sebaiknya jangan terlalu dekat dengan Cesar. Jiwanya sakit!" ledek Adam seraya berjalan mendekat ke arah bajingan yang sedang panik ketakutan.
Rose menatap tak berkedip saat Adam kembali mencapit dagu bajingan itu. Merasa tak puas hanya melihat dari kejauhan, Rose pun memutuskan untuk mendekat. Dan ternyata keluarganya mengikuti apa yang dia lakukan. Jadilah sekarang Adam dan bajingan itu di kelilingi oleh banyak orang yang penasaran dengan apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1
"Tadi aku mengatakan kalau aku akan membuatmu menelan kembali air ludah yang sudah kau keluarkan bukan?" tanya Adam.
"T-Tuan, a-aku mohon to ....
"Ssstttt, jangan berisik. Kau membuat telingaku menjadi sakit!" sela Adam dingin.
"Ta ....
Adam dengan kuat mencapit dagu bajingan itu lalu menempelkan pinggiran gelas ke depan bibirnya. Dia menggeram marah saat bajingan ini berusaha memberontak untuk menghindar dari bisa ular yang ingin dia tuangkan ke dalam mulutnya.
"K*parat! Bisa diam tidak kau!"
Kesal karena bajingan ini terus bergerak, dengan cepat Adam memaksa mulutnya agar terbuka. Dan setelahnya dia langsung menuang habis semua bisa yang ada di dalam gelas. Bisa kalian bayangkan bukan apa yang terjadi pada bajingan ini? Ya, dia langsung menggelepar di lantai sambil menjerit meminta tolong. Hingga tak lama kemudian dari mulutnya keluar banyak busa, yang tak lama berselang langsung berganti dengan darah. Sungguh, ini adalah hukuman yang sangat luar biasa mengerikan. Membunuh tanpa melukai, itulah cara Adam melindungi apa yang dimiliki oleh istri kesayangannya.
"Adam, aku lelah. Bisakah kau menemaniku membuat jus buah?" tanya Rose sambil menelan ludah.
"Tentu saja sangat bisa, Honey. Apapun akan aku lakukan demi kebahagiaanmu dan calon anak kita!" jawab Adam kemudian segera membuka sarung tangan yang dia pakai. Setelah itu dia berjalan cepat menuju wastafel lalu mencuci kedua tangannya sampai benar-benar bersih. Tak lupa juga dia memakai antibiotik sebelum akhirnya menggendong dan membawa Rose menuju dapur.
Sepeninggal Adam dan Rose, semua orang nampak tersenyum puas melihat bajingan itu mati dengan cara sangat mengenaskan. Mereka kemudian pergi meninggalkannya begitu saja, membiarkan anggota lain yang mengurus mayat dari pria yang mati dalam kondisi mata melotot lebar dan mulut yang terus mengeluarkan darah segar.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
GENGSS.. JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL EMAK YANG BARU YA. ADA GIVEAWAY-NYA JUGA LHO πππ
...πΉJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss πͺπͺπͺ...
__ADS_1
...πΉIg: rifani_nini...
...πΉFb: Rifani...