Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Iblis Berwujud Manusia


__ADS_3

"Jadi Zalina sayang, dimana kau menyembunyikan mayat istri pertamamu, hm?" tanya Reina sambil menggandeng Zalina masuk ke dalam rumah. Dia dan yang lainnya saat ini sedang berada di kediaman keluarga Clarence.


Zidane yang saat itu sedang dalam pengaruh obat dengan patuhnya menunjuk ke arah foto keluarga yang melekat di dinding rumahnya. Dia kemudian tersenyum. Namun bukan senyum kehilangan atau senyum yang lainnya. Melainkan sebuah senyum yang menyiratkan sebuah kebencian mendalam terhadap salah satu orang yang berada di dalam foto tersebut.


"Dia ada di sana. Aku menyembunyikannya selama bertahun-tahun di dalam sana."


Arah pandang Reina, Resan, dan juga Lorus terus tertuju pada ke empat orang yang menjadi anggota keluarga Clarence. Tapi selain Zidane, Vanya, Adamar, dan Gracia Clarence tidak ada foto orang lain lagi yang dapat di jadikan titik dari maksud perkataan Zidane barusan. Reina dan yang lainnya kemudian sama-sama saling melirik, bingung dengan maksud perkataan pria gemulai ini.


"Maksudmu Nyonya Vanya adalah reinkarnasi dari Nyonya Karina Haque?" tanya Reina mencoba menebak. Baru kali ini dia di buat pusing oleh puzzle menjengkelkan yang di mainkan oleh Zidane.


"Hahahaha ... Vanya sangat tidak cocok jika di sejajarkan dengan Karina. Wanita itu adalah wanita murahan yang menjijikkan. Sementara Karina, dia adalah wanita terhormat yang telah memberiku seorang Adamar yang sangat hebat. Tapi sayang, dia berkhianat dengan merebut Philippe dariku. Jadi jangan salahkan aku kalau dia terpaksa aku kurung di dalam sana untuk penebusan semua dosa-dosanya," jawab Zidane dengan suara yang sedikit tidak jelas.


"Di kurung di dalam sana?" gumam Reina bingung. Dia kemudian menoleh ke arah Resan. "Apa kau tahu apa maksud perkataannya? Tidak mungkin kan foto itu di buat dari kulit tubuh Nyonya Karina?"


"Itu tidak mungkin terjadi, Reina. Aku rasa kata-kata yang di ucapkan olehnya tadi merujuk pada suatu tempat yang berhubungan dengan foto keluarga itu. Jika di telisik dari kata di kurung, sepertinya Nyonya Karina masih belum meninggal. Apa jangan-jangan selama ini dia di sembunyikan di suatu tempat yang sangat rahasia ya?" jawab Resan yang juga sibuk bertanya-tanya.


Zidane Clarence terkenal sebagai seorang pembisnis yang cukup licik dimana terkadang dia mampu untuk menghalalkan segala cara demi melindungi harta dan harga dirinya. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau kematian palsu Nyonya Karina Haque hanyalah kedok untuk mengalihkan perhatian semua orang agar tidak ada yang menyadari kalau ibu dari Adamar Clarence sebenarnya masih hidup.


Sadar kalau ucapannya barusan memiliki kemungkinan benar yang cukup besar, Resan pun segera berjalan mendekat ke arah foto keluarga Clarence lalu memandangnya lama. Dia diam berfikir, menebak-nebak rahasia apa yang tersimpan di balik foto keluarga tersebut. Saat manik mata Resan memperhatikan dengan sangat seksama ke arah foto Zidane, dia di kejutkan oleh sesuatu hal yang mana membuat matanya langsung membelalak lebar. Lorus yang mengetahui kalau Resan telah menemukan sesuatu pun segera datang mendekat.


"Ada apa, Res? Apa kau menemukan sesuatu di dalam foto keluarga ini?" tanya Lorus penasaran.


"Aku tidak yakin, tapi sepertinya ini adalah pintu yang bisa membawa kita menuju tempat dimana Nyonya Karina berada," jawab Resan seraya menoleh ke arah Lorus. "Coba kau perhatikan baik-baik raut wajah Zidane. Bola matanya seakan ikut bergerak saat kita bergeser ke samping."


"Benarkah?"

__ADS_1


Untuk membuktikan kalau ucapan Resan benar adanya, Lorus segera menggeser tubuhnya ke samping sembari memperhatikan foto Zidane. Dan benar saja, mata pria gemulai ini seakan ikut bergerak mengikuti pergerakan tubuh Lorus. Untuk beberapa saat Lorus sempat merinding, satu pemikiran gila muncul di dalam kepalanya sebelum akhirnya dia berbalik menatap tajam ke arah Zidane.


"Kau akan mati dengan cara yang sangat mengenaskan jika apa yang aku pikirkan benar-benar menjadi kenyataan, Zidane. Aku berani jamin kalau Nona Rose dan Tuan Adamar tidak akan pernah mengampunimu!" geram Lorus dengan tatapan menusuk.


"Lorus, apa maksud ucapanmu?" tanya Reina penasaran.


"Bajingan ini menyimpan kunci keberadaan Nyonya Karina di dalam foto keluarga ini, Rein. Kalau kau tidak percaya, kemarilah. Kau perhatikan baik-baik mata bajingan itu sambil menggerakkan tubuhmu ke sembarang arah!" jawab Lorus dingin.


Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, Reina langsung meminta bawahannya untuk memegangi tubuh Zidane. Dia kemudian segera menghampiri Lorus dan Resan lalu menatap lekat ke arah foto keluarga yang tergantung indah di dinding rumah ini.


"Oh s*itt!! Apa-apaan ini!" pekik Reina kaget setelah dia membuktikan kalau apa yang di bilang Lorus adalah benar adanya. "Ini gila. Benar-benar sangat gila. Jadi selama ini Zidane menyembunyikan rahasia besar tersebut di dalam rumahnya sendiri. Oh my God, kau sangat terkutuk, Zidane Clarence. Kau biadap!"


Mendapat makian seperti itu bukannya membuat Zidane marah, dia malah tertawa terbahak-bahak hingga tubuhnya hampir jatuh ke lantai. Sambil terhuyung-huyung Zidane mencoba mendekat ke arah dinding dimana dinding tersebut tertutup deretan penghargaan milik CL Group dan juga penghargaan milik Adamar sewaktu menempuh jenjang pendidikan. Dengan tangan gemetar, jari telunjuk Zidane bergerak ke arah samping yang mana gerakannya langsung di ikuti oleh foto dirinya.


Krryttttttt


Semua anggota Queen Ma tercengang kaget melihat satu tabir kejahatan yang baru saja terkuak. Sungguh, sangat tidak di sangka kalau orang yang sedang mereka cari ternyata masih ada di rumah ini. Reina dan teman-temannya harus mengakui kalau Zidane memiliki siasat yang cukup mengerikan. Pria gemulai ini mampu menyembunyikan seseorang di rumahnya sendiri selama bertahun-tahun tanpa ketahuan oleh siapapun. Bahkan ketua dari kelompok mereka saja di buat hampir putus asa karena kebingungan saat ingin memecahkan misteri dari keberadaan Nyonya Karina Haque.


"Ayo masuk. Ini sudah menjelang dini hari, kita harus secepatnya membereskan masalah ini sebelum para pelayan dan penjaga bangun!" ucap Resan mengingatkan.


Jika kalian penasaran mengapa para penghuni rumah ini tidak ada yang menghadang kedatangan mereka, jawabannya adalah karena semua penghuni rumah sedang tertidur pulas setelah di beri obat tidur di makanan mereka oleh salah satu anggota Queen Ma yang datang menyamar.


"Oh Resan, lihatlah. Bulu kudukku sampai berdiri semua gara-gara ulah bajingan ini!" sahut Reina sambil menunjukkan pori-pori di lengannya yang membesar.


"Aku tahu, karena aku juga merasakan hal yang sama. Sudah ayo, kita seret bajingan ini agar menjadi pemandu jalan masuk ke sana."

__ADS_1


Reina mengangguk. Dia lalu menggerakkan kepala ke arah bawahannya. Sebelum masuk ke dalam, Lorus menarik pelatuk senjatanya terlebih dahulu. Dia khawatir kalau-kalau Zidane menempatkan seseorang untuk menjaga ruangan tersebut yang mana bisa membahayakan keselamatan mereka semua.


"Tenang saja, di dalam hanya ada Karina seorang. Selama ini yang mengetahui keberadaannya hanyalah aku dan Eroz. Jadi simpan saja senjatamu, itu tidak akan berguna!" ejek Zidane sambil terkekeh menertawakan kewaspadaan Lorus.


"Cihhh, sekarang tertawalah sepuasmu, brengsek! Tapi setelah Nyonya Karina di temukan, mari kita lihat apakah kau masih sanggup untuk berbahagia seperti ini atau tidak. Dasar sampah!" umpat Lorus sembari menyimpan senjatanya ke balik baju.


Setelah itu semua orang bersama-sama masuk ke dalam ruangan tersebut. Resan yang berada di deretan paling depan segera menyalakan lampu begitu mereka sampai di dalam. Dan begitu lampu menyala, mereka semua di kejutkan oleh keberadaan sesosok manusia yang tengah duduk di lantai dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuhnya kurus kering dengan leher dan kaki yang terikat rantai. Mirip seperti seekor anjing yang sudah bertahun-tahun tidak di beri makan.


"T-tolong ... a-aku h-h-haus. Air, aku ingin a-air."


Jika semua anggota Queen Ma terkejut dengan apa yang mereka lihat, lain halnya dengan apa yang terjadi pada Zidane. Tepat begitu mereka sampai di dalam sini, pengaruh obat yang ada di tubuhnya habis. Hal itu membuat kesadaran Zidane berangsur-angsur pulih, yang mana membuatnya tercengang tak percaya saat menyadari kalau dia telah membawa masuk orang-orang berbahaya ke dalam ruangan yang selama ini sangat dia rahasiakan.


"What the f*ck!! Zidane, kau iblis berwujud manusia. Dasar k*parat, aku akan menghabisimu sekarang juga!" teriak Reina murka. Dia lalu mengambil pisau kesayangannya kemudian mengarahkan pada pria gemulai yang tengah diam mematung dengan wajah pucat seperti mayat.


Zidane syok.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...SELAMAT TAHUN BARU GENGSS πŸ˜€πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ˜€πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ˜€πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ˜€πŸŽ‰πŸŽ‰SEMOGA APA YANG BELUM TERCAPAI DI TAHUN LALU, TAHUN INI BISA TERCAPAI YA. AMINNNN πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


...🌹Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss πŸ”ͺπŸ”ͺπŸ”ͺ...


...🌹Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...🌹Fb: Rifani...


__ADS_2