Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Minuman Aneh


__ADS_3

Reina keluar dari dalam mobil kemudian berlari memutar sebelum akhirnya menarik Lorus keluar dari sana. Dia lalu mengumpat kasar saat sepatu rekannya ini tersangkut di bagian bawah kursi.


"Ya Tuhan, Lorus. Aku lebih memilih naik darah karena berdebat denganmu daripada harus melihatmu terkapar tak berdaya begini. Baru juga kau tertembak peluru beracun, sudah main tidak sadar diri saja kau. Apa jadinya nanti jika aku memberikanmu minuman bersianida? Apa kau akan langsung mati, hah!" omel Reina dongkol. "Yaaakkkkk kalian semua. Cepat bantu aku menarik ular piton ini keluar dari dalam mobil. Tangan lentikku sudah hampir patah gara-gara menanggung berat tubuhnya. Cepat kemari kalian!"


Beberapa anggota Queen Ma langsung berlari menghampiri Reina yang sedang kesulitan mengeluarkan Lorus dari dalam mobil. Setelah itu mereka membagi tugas, tak mempedulikan umpatan Reina yang terus mengatai mereka dengan kata-kata anehnya.


"Hei, dimana ketua kita? Bagaimana bisa yang tadi datang menolongku adalah orang-orangnya Adamar? Ini atas seizin ketua atau tidak?" bisik Reina seraya melihat ke sana kemari. Dia takut ada yang mendengar perkataannya.


"Nona masih tidur setelah muntah-muntah tadi. Kalau mengenai orang-orang yang datang menolong kalian, Resan bilang dia yang akan bertanggung jawab jika Nona Rose sampai marah."


"Waahhh, sialan. Apa ini adalah salah satu taktik licik yang coba dilakukan Adamar dan kelompoknya? Tidak bisa di biarkan. Aku harus sesegera mungkin bicara pada Rose karena ini menyangkut nama baik kelompok Queen Ma kita!"


Flashback


"Siapa kalian?" tanya Reina sambil menatap tajam ke arah orang-orang asing yang datang menolongnya.


Awalnya Reina pikir yang datang adalah orang kiriman Resan. Dia menjadi sangat syok begitu bertatap muka dengan mereka yang ternyata adalah sekelompok orang yang berasal dari kelompok lain. Reina khawatir, dia takut kalau mereka memiliki niat terselubung. Bahkan lebih buruknya lagi semua anggota yang seharusnya datang menolong sudah mati di tangan mereka. Namun ketakutan dan kekhawatiran Reina menghilang setelah salah satu dari orang-orang tersebut menjelaskan siapa yang memerintahkan mereka untuk datang kemari.


"Kami datang atas perintahnya Cesar, asisten Tuan Marcellino. Jadi kau tidak perlu merasa takut terhadap kami semua."


"Apa kau bilang? Takut?" ucap Reina tak terima. Dia melipat tangan di depan dada sambil menatap sinis ke arah pria yang baru saja bicara. "Cihhh, apa yang harus aku takutkan dari orang-orang jelek seperti kalian? Dan juga dari siapa Marcelino tahu kalau aku dan Lorus sedang membutuhkan bantuan?"


"Nona Reina, Tuan kami adalah suami dari ketua kalian. Dari hubungan ini saja harusnya kau sudah tahu kenapa kami bisa ada di sini. Dasar bodoh!"


Saat Reina baru akan berteriak memaki pria itu, dari dalam mobil terdengar Lorus yang tengah terbatuk sambil memuntahkan darah segar. Sebelum sempat Reina masuk untuk memeriksa keadaannya, orang yang tadi menyebutnya bodoh sudah lebih dulu menerobos ke dalam kemudian menyuntikkan sesuatu ke lengan Lorus.


"Apa yang kau lakukan pada temanku?" tanya Reina penasaran.


"Menyuntikkan obat penawar."


"Oh, aku kira kau menyuntikkan racun supaya dia cepat mati. Ya sudahlah, terima kasih untuk obat penawarnya. Maaf ya, aku tidak merasa berhutang budi pada kalian. Jadi jika kalian ingin membuat perhitungan, minta saja pada suami dari ketua kami. Dia sangat kaya!" ucap Reina setengah berbisik saat menyinggung tentang kekayaan Adamar.

__ADS_1


Reina terkikik lucu saat anak buahnya Adamar menaikkan satu alisnya ke atas. Setelah itu dia masuk ke dalam mobil, membiarkan mereka yang membereskan mayat kelompok organisasi gelap yang rata-rata mati dengan kepala hancur.


Flashback now


Saat Reina hendak masuk ke kamarnya Rose, dia berpapasan dengan Resan yang keluar dengan raut wajah yang terlihat aneh. Sadar ada yang tidak beres di diri rekannya, Reina pun segera mencecarnya dengan banyak pertanyaan. Dia khawatir kalau-kalau telah terjadi sesuatu hal buruk di markas mereka.


"Resan, kau kenapa? Apa yang terjadi di dalam kamarnya Rose? Dia baik-baik saja kan?"


"Ughhhh, Reina, tolong aku!" sahut Resan.


"Tolong apa? Kau kenapa?"


Bukannya menjawab, Resan malah berlari pergi menuju toilet. Melihat hal itu membuat Reina langsung berlari menyusul. Dia lalu membelalakan mata menyaksikan Resan yang tengah memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya.


"Res, kau keracunan ya?" tanya Reina syok.


"Bukan, aku bukan keracunan, Reina," jawab Resan seraya menyeka pinggiran mulutnya. Dia kemudian jatuh terduduk di lantai. Lemas.


Sebelum menjawab, Resan menatap memelas ke arah Reina. Sebenarnya tadi itu bukanlah racun yang di muntahkan oleh Resan, melainkan ....


"Nona memintaku untuk membuatkan jus mangga muda yang di campur dengan banyak lada. Lalu ....


"Lalu?"


Reina menunggu dengan sangat penasaran kelanjutan dari perkataan Resan. Sudut bibirnya berkedut. Karena sedikit banyak Reina bisa membaca situasi yang di alami oleh rekannya ini.


"Nona memaksaku meminum minuman aneh itu, Reina. Dan rasanya ... ya Tuhan, aku lebih memilih untuk memakan cabai mentah daripada harus meminum minuman itu. Hanya sekali teguk lidahku serasa seperti di bakar api. Aku seperti meminum cairan air keras, Reina!" ucap Resan tak berdaya.


"Pffttt ... hahahahahahaha!!"


Wajah Resan langsung berubah masam saat Reina tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataannya. Sungguh, kalau saja ada, ingin rasanya Resan menjejalkan minuman aneh itu ke dalam mulutnya Reina agar wanita jadi-jadian ini tahu apa yang tadi dia rasakan. Bukannya membantu, ini malah dengan kejamnya menertawakan penderitaan orang lain. Benar-benar rekan yang tidak punya akhlak.

__ADS_1


"Aduuuhhh,,, perutku sakit sekali!" ucap Reina sambil memegangi perutnya yang setengah kaku gara-gara menertawai nasib buruk yang menimpa temannya. Setelah itu Reina berjongkok di sebelah Resan, menepuk bahunya beberapa kali seraya terkikik pelan. "Res, aku tidak bisa membayangkan betapa tertekannya dirimu tadi. Ingin menolak, pasti tidak berani. Tidak menolak, tapi kau seperti sengaja diminta untuk bunuh diri. Ckck, sungguh malang nasibmu, kawan. Hahahah!"


"Reina, aku sarankan kau sebaiknya jangan senang dulu. Masa mengidam Nona kita masih panjang, besar kemungkinan kalau kau juga akan mengalami hal yang sama seperti yang sedang kualami sekarang. Kau pikir hanya aku saja yang diminta untuk ikut meminum minuman aneh itu? Tidak, Reina. Bahkan Tuan Adamar pun ikut mencicipi. Bedanya dia sanggup menahan, dan aku tidak. Jadi bersiaplah karena giliranmu dan Lorus akan segera tiba!" ucap Resan sambil menampilkan smirk licik di sudut bibirnya.


Glukkkk


"Apa kau sedang mengancamku, Res?" tanya Reina mulai ketar-ketir sendiri. Bulu kuduknya meremang membayangkan jika seandainya yang dikatakan oleh Resan benar-benar terjadi padanya.


"Kenapa aku harus mengancammu, Reina? Sekarang aku tanya padamu. Jika suatu hari nanti Nona Rose memintamu dan juga Lorus untuk ikut menikmati minuman kesukaannya itu, apa kalian berani untuk berkata tidak? Jawab!" sahut Resan balik melayangkan pertanyaan.


"Tidak berani," jawab Reina dengan suara lembek. Nyalinya seketika anjlok saat di bayangi rasa mengerikan dari minuman aneh tersebut.


"Nah, tidak berani kan? Posisi terjepit seperti inilah yang tadi aku rasakan di dalam sana. Makanya jangan suka menertawakan orang yang sedang tertimpa musibah. Ingat, karma itu nyata. Jadi aku bukan sedang mengancammu, tapi aku sedang menyadarkanmu supaya lekas bersiap sebelum karma tersebut datang mendekat!" ucap Resan penuh kemenangan. "Ya sudah, sebaiknya kita segera pergi ke kamar Nona saja. Tadi Tuan Adamar meminta Cesar agar membawa hidup-hidup ketua dari kelompok organisasi gelap itu ke markas kita. Sudah ada tiga ekor king kobra yang menyambutnya di sini."


"Apa ini adalah kejutan?"


"Anggaplah begitu. Ayo pergi!"


"Waahhhh, sepertinya akan menarik. Aku suka!" ujar Reina sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Setelah itu dia membantu Resan berdiri, lalu bersama-sama pergi ke kamar ketua mereka untuk menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


GENGSS... JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU EMAK YA. ADA GIVEAWAY-NYA JUGA LHO πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ



...🌹Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss πŸ”ͺπŸ”ͺπŸ”ͺ...


...🌹Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...🌹Fb: Rifani...


__ADS_2