
π’JANGAN LUPA UNTUK BOM KOMENTAR
- Love Story ( Gabrielle & Eleanor)
- My Destiny ( Clara & Eland)
- Marriage Contract With My Secretary
BOM KOMENTAR SEBANYAK-BANYAKNYA YA BIAR EMAK SEMANGAT UP. OKE BESTIE π
πππππππ
"Rose, aku dan Mona pergi ke tempat lain. Dia bilang tidak sanggup bertatap muka dengan Adamar. Sepertinya di mata Mona suamimu adalah seorang monster, π"
Rose tersenyum setelah membaca pesan yang di kirim oleh Dante. Dia yang saat ini tengah berada di markas Queen Ma langsung pergi menuju ruangan di mana dulu Mona pernah dirawat. Rose terdiam, merenung memikirkan mengapa dulu dia bisa mendapatkan mimpi tentang Mona yang ingin melalukan percobaan bunuh diri. Aneh, mimpi itu benar-benar sangat aneh. Rose seakan memiliki kemampuan untuk bisa melihat apa yang akan terjadi pada orang di sekelilingnya. Janggal sekali bukan?
"Ada apa denganku?"
"Apanya yang ada apa, Hon?"
Adam langsung memeluk pinggang Rose dari belakang begitu sampai di dekatnya. Dia tadi pergi ke kamar mandi sebentar, dan begitu kembali Rose sudah tidak ada di ruangan tempat dia menunggunya. Khawatir terjadi sesuatu, Adam langsung bergegas mencarinya. Dan di sinilah akhirnya dia menemukan Rose, sedang melamun sambil menatap ruangan yang dulu pernah di gunakan untuk merawat Mona.
"Kau tidak pergi ke kantor?" tanya Rose.
"Bukankah kau bilang siang ini kita akan menemui Mona dan Dante?" sahut Adam balik bertanya.
"Mereka tidak jadi datang. Mona bilang tak siap untuk bertemu denganmu,"
"Oh, benarkah?"
"Mungkin dia tahu kalau aku mencintaimu," ucap Rose seraya tersenyum simpul.
"Dan dia juga tahu kalau aku teramat sangat mencintaimu," lanjut Adam.
__ADS_1
Dengan hati-hati Adam memutar tubuh Rose hingga menghadapnya. Setelah itu dia menatap dalam ke manik mata istrinya yang begitu tajam. Indah, tapi penuh dengan seribu puzzle rahasia.
"Apa kau ingat dengan sepupumu yang bernama Bern?" tanya Adam.
"Ya."
"Dia posesif, tapi tidak sesederhana yang kau lihat waktu itu,"
Jeda sejenak.
"Honey, jika aku mengatakan kalau Bern banyak berkecimpung dalam bisnis di dunia hitam, apakah kau akan percaya?" tanya Adam penuh selidik.
"Sangat," jawab Rose dengan pasti. "Wajahnya sangat manipulatif. Orang-orang akan banyak tertipu jika tidak pandai memahami siapa Bern sebenarnya. Dari senyumnya saja aku bisa langsung tahu kalau dia adalah orang yang arogan dan juga serakah. Tapi itu hanya akan berlaku pada orang lain, tidak pada kedua adiknya!"
"Termasuk kita?"
"Maybe yes, maybe no. Kemungkinan-kemungkinan seperti ini sangat mungkin untuk terjadi, Dam. Terlebih lagi dia dan kita sama-sama menyelami bisnis di dunia yang sama. Tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti kita akan menjadi musuhnya Bern!"
Rose menghela nafas. Sebenarnya sudah sejak pertemuan di rumah sakit waktu itu Rose merasa ada yang berbeda dari salah satu ketiga anak pamannya. Akan tetapi Rose tidak bisa menebak siapa di antara ketiganya yang mendatangkan perbedaan tersebut. Hanya Bern, sedangkan dua yang lainnya Rose tidak bisa memahami, bahkan hampir tidak bisa di pahami. Flow terlalu manis dan juga bodoh, sedang Karl memancarkan aura yang bisa mengundang gelak tawa.
"Dam, aku tidak setamak itu sampai harus menumpahkan darah dengan sepupuku sendiri. Tapi satu hal yang harus kau tahu kalau Bern itu suatu saat pasti akan menyasar pada kita berdua. Apalagi jika dia tahu Nenek Liona dan Kakek Greg telah mewariskan sebuah pulau khusus untukku dan Rolland. Aku jamin hal ini akan membuat Bern meneteskan air liurnya!" jawab Rose.
"Lalu Organisasi Grisi?"
"Ada Gerald di sana. Bern tidak akan berani menyentuh."
"Kau yakin?"
"Gerald adalah orang yang setengah gila, sulit hanya untuk sekedar bicara baik-baik dengannya!"
Saat Adam dan Rose tengah berbincang serius, Reina dan Resan datang menghampiri mereka. Keduanya mengingatkan Rose kalau di dalam ruang tahanan, masih ada Lionel yang belum di bereskan.
"Oh sayangku. Lionel ... haruskah aku merebusnya?" tanya Reina. Dia menatap nakal ke arah Rose sambil mengerlingkan mata.
"Menjauh dari istriku, Reina. Kau bisa membawa dampak buruk untuk anak kami nanti!" kesal Adam melihat tingkah binal Reina.
__ADS_1
"Apa? Menjauh?"
Reina terkekeh sinis. Ingin mengusirnya pergi jauh dari Rose? Sepertinya Adam tengah tersesat dalam dunia mimpinya.
"Apa sudah kalian sudah mengorek semua informasi penting dari Lionel?" tanya Rose mengabaikan perang dingin antara suami dan sahabatnya. Sudah biasa.
"Sudah, Nona. Dia sekarang sudah tidak berguna lagi untuk kita," jawab Resan.
Rose mengangguk. "Dam, bisakah kau tinggalkan kami dulu sebentar? Ada hal penting yang ingin kami bahas. Dan itu tidak denganmu!"
"Why, Hon? Biasanya kau tidak pernah mengecualikan aku. Why?" protes Adam tak rela untuk pergi.
"Hanya sebentar. Setelah itu aku akan menemanimu pergi ke perusahaan. Sekalian kau minta Cesar untuk menyiapkan jalan tikus agar tidak ada orang yang melihatku. Ingat kan kalau pernikahan kita masih dirahasiakan?" sahut Rose. Dia mengelus pelan dada Adam saat mendengar suara nafasnya yang sedikit memburu.
"Oke, hanya sebentar. Ya?"
"Emm,"
Reina dengan sengaja melambaikan tangan ke arah Adam saat pria itu berlalu pergi dari sana. Dan sedetik kemudian ekpresi di wajah Reina langsung berubah menjadi begitu serius, termasuk juga dengan Rose dan Resan.
"Katakan!"
"Tuan kembali menghubungi kita, Nona. Beliau mengingatkan agar kita jangan lupa untuk pergi ke Negara N. Tuan juga berpesan supaya kita semua mewaspadai semua orang-orang yang kita temui karena tidak menutup kemungkinan salah satu dari mereka adalah mata-mata!" ucap Resan menjelaskan berita penting yang tadi di terimanya.
"Dantian Group akan berulang tahun, itu artinya akan ada banyak sekali tamu agung yang akan datang ke sana. Menurut kalian ini terlalu beresiko tidak untuk kita muncul di hadapan publik? Belum lagi rencana mereka yang ingin mengumumkan bahwa aku masih hidup. Bukankah hal ini akan sama dengan mengundang bahaya besar?"
Reina dan Resan menyeringai. Mereka tahu dengan sangat jelas apa maksud di balik perkataan si ketua.
"Menarik! Aku suka permainan yang seperti ini!" ucap Rose sambil tersenyum kecil. "Dan kau Reina. Siapkah kau berburu harta karun yang sebenarnya?"
"Aku selalu siap kapanpun itu, sayang. Jangan khawatir, selama itu berhubungan dengan kekayaan, aku pasti akan maju paling depan!" jawab Reina seraya memilin rambut.
"Hahhhh, akhirnya sampai juga kita di titik ini. Cukup lama aku menantikan puzzle ini terpasang dengan sebenar-benarnya. Dan juga ... ini akan menjadi semakin menarik karena keluarga Osmond, keluarga Ma, dan juga keluarga Thampson akan terlibat. Jejak kaki mereka tak bisa di anggap remeh, dan harus aku akui bertemunya aku dengan mereka membawa dampak yang cukup mengerikan. Kelompok Queen Ma akan di satukan dengan satu organisasi leluhur yang mana banyak di takuti oleh para pemain dunia hitam. Aku yakin perebutan harta karun ini pasti akan menjadi jauh lebih menarik lagi dengan terlibatnya Organisasi Grisi!"
Rose, Reina, dan juga Resan sama-sama tertawa misterius setelahnya. Dan jika kalian bertanya-tanya di mana keberadaa Lorus, pria mengerikan itu kini sedang pergi menyambut Tuan yang selama ini menjadi backing terkuat yang Rose miliki. Dan siapakah Tuan tersebut? Jawabannya hanya emak yang tahu. Hehehe.
__ADS_1
*****