Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Ucapan Manis


__ADS_3

Rose berdiri di dekat jendela sambil memandangi langit malam. Ingatannya melayang pada mimpi yang tadi dia alami ketika berada di studio tatto milik Raina. Rambut Rose yang setengah basah nampak bergerak-gerak tertiup angin. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah depan, mencoba untuk mengingat masa lalunya yang tidak memiliki alur.


"Apa benar aku bukan cucu kandung Kakek Frans? Jika memang benar lalu aku cucunya siapa? Dari keluarga mana aku berasal?" gumam Rose lirih.


Beberapa tahun lalu, saat Rose berusia lima tahun dia pernah mengalami koma selama hampir dua tahun lamanya. Kakek Frans bilang dia dan kedua orangtuanya mengalami kecelakaan hebat yang mana membuat nyawa orangtuanya tidak terselamatkan. Rose kecil saat itu terluka cukup parah di bagian kepalanya, dimana luka itu menghapus sebagian memori Rose tentang masa kecilnya. Setiap kali Rose mencoba untuk mengingat, dia pasti akan merasa sangat kesakitan. Bahkan beberapa kali Rose sempat tak sadarkan diri saat memaksa untuk mengenang masa lalunya. Mungkin karena khawatir, Kakek Frans akhirnya mengajak Rose pindah ke pedesaan dimana tempat itu memberinya banyak ketenangan. Entahlah, Rose begitu tidak menyukai keramaian. Dia merasa muak, seolah ada diri orang lain yang tinggal di dalam tubuhnya. Dan juga tentang phobia yang dia alami, Rose sungguh tak habis pikir. Dia tidak mengerti kenapa bisa begitu takut terhadap air hujan dan juga petir. Dan yang lebih buruk lagi Rose mengidap phobia akut terhadap genangan air. Itulah sebabnya sampai sekarang Rose tak pernah mau datang ke kolam renang. Di mata Rose, air kolam renang bisa berubah menjadi gulungan air besar yang menghantam tubuhnya dengan sangat kuat. Setiap kali rasa takut itu datang, Rose akan merasa seperti di tenggelamkan ke dasar laut yang sangat dalam. Gelap, sesak, dan juga sangat menyakitkan.


Drrttt, dddrrrrtttt


Suara getaran ponsel membuat Rose terperanjat kaget. Dia menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.


"Adam?.


Waktu di Negara S dan di Negara N berbeda tiga jam dimana sekarang Negara S sudah dalam waktu tengah malam. Sambil berbaring di ranjang, Rose mengangkat panggilan dari suaminya. Bibirnya berkedut samar ketika melihat wajah tampan Adam memenuhi layar ponselnya.


"Hon, kau sedang apa?.


"Menatapmu,"


Entah apa yang terjadi dengan detak jantungnya Rose saat ini. Tiba-tiba saja jantungnya berdegub dengan sangat keras saat Adam tersenyum kecil padanya. Adam sangat tampan, namun ketampanannya semakin bertambah ketika dia tersenyum seperti ini.


"Aku sangat merindukanmu, Hon. Sangat rindu sampai seperti akan mati. Setiap jam, setiap menit, setiap detik, di pikiranku hanya ada kau seorang. I miss you Hon... miss you, miss, you, miss you...."


Aku juga sangat merindukanmu Dam, begitu kira-kira yang sedang di pikirkan oleh Rose sekarang ini.


"Kalau rindu cepatlah pulang."


"Apa kau juga merindukan aku, Hon?.


Rose mengangguk. Dia tertawa kecil melihat bagaimana suaminya itu berguling-guling di atas kasur sambil berteriak tidak jelas. Rose jadi merasa malu sendiri karena mereka berdua terlihat seperti pasangan abege yang sedang kasmaran. Padahal status mereka sekarang adalah suami istri. Sungguh menggelikan hati.


"Ah Hon, tidak bisakah kau datang mengunjungiku kemari? Pekerjaanku di sini sepertinya masih akan memakan waktu sedikit lebih lama. Rindu ini sangat berat, Hon. Aku tidak sanggup jika harus menunggunya terlalu lama, aku bisa mati!.

__ADS_1


"Lusa aku libur kuliah. Beritahu aku di daerah mana kau menginap, akan kuusahakan untuk datang kesana!.


Mungkin Rose sedang kerasukan setan sekarang. Tiba-tiba saja dia langsung menuruti keinginan Adam yang memintanya untuk datang menyusul. Sebenarnya tanpa Rose bertanya pun dia sudah tahu dimana suaminya berada. Hanya saja dia sengaja bertanya supaya Adam tidak menaruh curiga terhadapnya.


"Honey, jadi kau benar mau datang kemari? Ya Tuhan, kau tidak sedang bercanda kan?.


"Apa kau berharap kalau aku sedang membuat prank?" tanya Rose sarkas.


Diam-diam Rose men-screenshoot wajah suaminya yang sedang tertawa. Seulas senyum samar muncul di bibirnya.


"Astaga Hon, jantungku seperti akan meledak sekarang. Oke ekhmm, nanti aku akan meminta seseorang untuk menjemputmu ke bandara. Kau tidak usah membawa apa-apa, cukup datang dengan selamat dan temui aku. Ya Tuhan Hon, rasanya ini seperti mimpi. Sungguh!.


"Sebahagia ini hanya karena aku akan datang menemuimu?.


Lucu sekali suaminya ini.


"Tentu saja aku sangat bahagia, Hon. Kita ini kan masih pengantin baru, wajarlah kalau aku tidak kuat berpisah lama-lama denganmu. Dan juga... sekarang aku sangat menggilai tubuhmu. Jangan marah dulu, ini bukan tentang sesuatu yang tidak benar ya. Aku sangat menghargaimu sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang wanita. Hanya saja aku tidak bisa bohong kalau tubuhmu benar-benar membuatku candu, Hon. Semua yang ada di tubuhmu seperti heroin yang membuatku gila. Aku berkata jujur, Hon, aku sangat menyukai apapun yang melekat di tubuhmu. Aku mencintaimu, i love you!.


"Ini sudah malam, Dam. Kau belum mengantuk?" tanya Rose setelah berhasil mengendalikan diri.


"Aku sulit memejamkan mata karena terlalu merindukanmu, Hon. Malam-malamku jadi terasa sangat sunyi sekarang!.


"Jangan membual. Sebelum kita menikah bukankah kau juga tidur sendirian?.


Sungguh manis sekali mulutnya Adam.


"Iya memang benar. Tapi kan itu terjadi sebelum aku mendapat candu dari tubuhmu, Hon. Semenjak malam pertama kita aku selalu merasa sangat kesepian. Aku selalu merindukanmu setiap malam."


Rose menarik nafas. Mereka baru berpisah selama dua malam saja dan suaminya sudah merengek seperti ini. Apa Adam tidak waras?.


"Istirahatlah. Aku lelah, Dam" ucap Rose menyudahi kegilaan suaminya.

__ADS_1


"Jangan matikan panggilan videonya, Hon. Biarkan aku menemanimu sampai kau benar-benar terlelap. Nanti biar aku saja yang mematikan panggilannya!.


"Tapi kau juga perlu istirahat, Dam. Jangan menyiksa diri, aku tidak suka!.


Rose menutup mulutnya saat ingin menguap. Ini sudah tengah malam, sudah waktunya untuk para manusia memejamkan mata.


"Tidurlah, Hon. Aku janji setelah memastikan kau tertidur aku akan langsung menyusul. Untuk sekarang biarkan aku mengobati rindu ini dengan menatapmu selama mungkin. Please! .


"Terserah!" sahut Rose kembali menguap.


Alhasil, malam ini Rose tidur dengan di temani oleh suaminya melalui panggilan video. Mata keduanya saling menatap, seolah menunjukkan kalau mereka memang sama-sama merindu. Rose yang siang tadi di buat kesal oleh ibunya Adam dan juga Tuan Regar, seperti mendapat obat mujarab yang langsung membuat hatinya merasa tenang. Hingga tak lama kemudian mata Rose akhirnya terpejam. Dia tertidur dalam pandangan mata suaminya.


Entah kapan panggilan itu terputus, Rose sudah tak sadar lagi. Namun dia masih ingat sebelum benar-benar terlelap ke alam mimpi, Rose samar-samar mendengar Adam mengucapkan kata cinta yang sangat manis sebagai pengantar tidurnya.


"Selamat istirahat, sayangku. Aku sangat mencintaimu, selalu merindukanmu, dan selalu memikirkanmu. Mimpi indah ya ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜....."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โœ…Hai hai hai, sedikit pemberitahuan ya gengss..


Sore ini tepat jam 6 sore giveaway akan di tutup, dan pemenangnya akan di umumkan besok pagi.


โœ…Terima kasih untuk kalian semua yang udah support karya emak ya, lop yu gengss.. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2