
Sreeetttt
"Adam, apa yang kau lakukan?" kaget Rose saat tubuhnya tiba-tiba di tarik masuk ke dalam ruangan kosong.
Karena terlalu cemburu melihat istrinya di elu-elukan oleh banyak pria, dengan gila Adam nekad menyusul istrinya ke belakang panggung. Dia sungguh tidak tahan harus berpura-pura tidak saling kenal di hadapan semua orang. Adam tidak kuat lagi.
"Hon, aku tidak sanggup melihatmu di puja oleh banyak pria. Aku cemburu," ucap Adam terus terang.
"Lalu kau ingin aku bagaimana?"
Rose masuk ke dalam pelukan Adam saat melihatnya terdiam dengan wajah murung. Dia tahu apa yang sedang di rasakan oleh suaminya ini, tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak. Untuk sekarang hubungan mereka akan aman dengan cara seperti ini dulu. Karena akan terlalu beresiko jika pernikahan mereka di umumkan sebelum Rose membantai habis semua musuh-musuhnya yang masih berkeliaran di luar sana. Karena memikirkan tentang para musuhnya, tiba-tiba saja Rose teringat dengan gerak-gerik seseorang yang sempat menarik perhatiannya ketika sedang berada di atas panggung. Rose dengan cepat merogoh ponsel miliknya kemudian menghubungi Resan yang berada di luar kampus.
"Seseorang datang ketika aku sedang bermain piano. Cari tahu dari sekte mana bajingan itu!" ucap Rose begitu panggilannya tersambung.
"Bajingan itu berasal dari sekte yang di ikuti oleh Tuan Adam, Nona. Sepertinya mereka menginginkan sesuatu, makanya mereka bisa menyusul sampai ke kampus ini."
Tubuh Adam sedikit menegang saat dia mendengar jawaban Resan. Tak ingin terjadi hal yang buruk, Adam pun berniat menghubungi Cesar untuk menyelesaikan masalah ini. Namun baru saja dia hendak mengambil ponsel, Rose sudah mencegahnya terlebih dahulu. Adam bingung, tapi dia juga tidak mau banyak bertanya lagi karena sekarang Rose memintanya untuk diam dengan menggunakan bahasa isyarat.
"Bernafaslah setenang mungkin. Ada seseorang yang sedang berjalan kemari," bisik Rose sambil mematikan ponsel miliknya.
Tap tap tap..
Seperti yang di katakan oleh Rose, di luar ruangan terdengar suara langkah yang begitu ringan. Mata mereka mengawasi pantulan bayangan tubuh manusia melalui lantai ketika orang tersebut berhenti tepat di depan ruangan dimana Adam dan Rose berada.
"Kemana perginya Adamar?"
Dan benar, orang yang kini tengah mencari Adam adalah salah satu anggota sekte yang pernah di selidikinya. Adam sedikit heran darimana orang ini tahu kalau dirinya sedang ada di tempat ini. Mungkinkah sejak tadi dirinya di awasi oleh mereka?
"Ya, kau memang di awasi oleh mereka sejak datang ke kampus ini, Dam. Itulah kenapa aku meminta Resan untuk mencari tahu siapa orang yang tadi aku lihat," bisik Rose setelah bayangan orang itu berlalu dari sana.
__ADS_1
"Kenapa mereka bisa sampai di sini, Hon?" tanya Adam bingung sekaligus heran. "Selama ini kan Cesar telah mengatur orang agar berpura-pura menjadi aku. Tapi kenapa sekarang aku di buru?"
"Dam, mereka itu sekte. Kau tidak akan bisa membohongi mereka terus menerus. Bisa jadi sejak awal mereka itu sebenarnya sudah tahu kalau yang datang ke perkumpulan bukan kau, tapi sengaja di biarkan untuk suatu tujuan. Kau jangan menganggap enteng orang-orang seperti mereka, Dam. Kelicikan mereka itu sangat tidak masuk akal!" jawab Rose.
Adam menghela nafas panjang beberapa kali. Dia kemudian mencium kening istrinya lama.
"Maaf karena sudah melibatkanmu dalam masalah ini, Hon. Andai saja dulu aku tidak gegabah, aku pasti tidak akan di cari oleh mereka. Sangat sialan!"
Rose melepaskan diri dari pelukan Adam kemudian memastikan apakah masih ada orang di luar ruangan atau tidak. Setelah itu Rose kembali menghubungi Resan yang ternyata sudah menyusul masuk ke dalam universitas ketika dia memutuskan panggilan secara sepihak tadi.
"Kau ikuti orang itu, Res. Jika bisa mendapatkannya, bawa dia ke markas dan jadikan satu ruangan dengan Flyn!" ucap Rose setelah Resan sampai di tempatnya sekarang.
"Baik, Nona. Oh ya Nona, salah satu orangnya Nyonya Liona datang mengunjungi kediaman Kakek Frans. Lorus bilang orang itu sedang membicarakan tentang waktu dua tahun yang hilang dari ingatan Nona. Apakah Lorus perlu melakukan sesuatu untuk orang itu?" tanya Resan.
"Tidak usah."
"Baik. Kalau begitu saya pamit, Nona."
"Kau kenapa?"
"Tidak apa-apa, Honey. Hanya merasa beruntung saja bisa memiliki istri secantik dan sepintar dirimu," jawab Adam. "Hon, Papa bilang padaku kalau dia ingin mengajakmu bergabung dengan CL Group. Apa kau bersedia?"
"Asalkan dengan Mona maka aku bersedia," jawab Rose.
"Kenapa dia?"
"Karena dia adalah satu-satunya temanku yang ada di negara ini. Kalau Papa menolak Mona, maka aku juga tidak akan pernah masuk ke perusahaan kalian. Dia berharga untukku, Dam. Terlebih lagi Mona adalah cucu dari orang yang pernah menjadi orang kepercayaan Kakek Greg. Aku tidak mau membuat mereka kecewa."
Adam diam memikirkan ucapan istrinya. Dia bukannya tidak tahu kalau Mona adalah salah satu mahasiswi terbodoh yang lulus tahun ini. Rasanya akan sedikit sulit membujuk ayahnya agar mau mengizinkan Mona untuk ikut masuk ke perusahaan.
__ADS_1
"Kalau tidak bisa juga tidak apa-apa, Dam. Kau tidak perlu cemas," ucap Rose yang menyadari kebingungan sang suami.
"Sebenarnya jika itu aku, maka aku sama sekali tidak masalah kalau Mona ikuti bergabung. Tapi masalahnya di sini Papa hanya menginginkanmu saja, Hon. Aku ragu kalau Papa akan membiarkan Mona ikut bergabung di CL Group. Dia sangat pemilih orangnya," sahut Adam bimbang.
Rose diam tak menjawab. Sedetik kemudian Rose mengernyit saat kepalanya tiba-tiba seperti di hantam batu besar. Rasanya begitu nyeri dan sangat menyakitkan hingga membuat matanya sedikit berkunang-kunang.
"Honey, kau kenapa? Apa yang terjadi?" cecar Adam kaget melihat istrinya kesakitan.
"Em Dam, tolong ambilkan obatku di dalam loker. Cepat Dam!" pekik Rose dengan suara bergetar.
Tanpa membuang waktu lagi Adam langsung berlari keluar menuju loker untuk mengambil tas milik istrinya. Saking paniknya, Adam bahkan sampai menabrak seorang mahasiswi yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.
Brrruukkk
"Maaf-maaf, aku sedang terburu-buru. Hubungi nomor ini jika kau ingin meminta ganti rugi."
Mahasiswi yang tadi di tabrak oleh Adam nampak terduduk diam di lantai sambil memandangi kartu nama yang di lemparkan ke arahnya. Dia mengambil kartu nama tersebut kemudian meremasnya hingga rusak tak berbentuk.
"Adam, kenapa harus Rose? Kenapa harus dia?" geram Mona dengan mata berkaca-kaca.
Ya, orang yang tadi di tabrak oleh Adam adalah Mona. Gadis ini tadinya sedang mencari-cari keberadaan Rose yang tidak bisa dia temukan lagi begitu selesai memainkan piano. Mona kemudian memutuskan untuk menyusul ke belakang panggung, tapi dia malah bertemu dengan pria yang telah ....
Aku tahu rasa ini salah, Rose. Tapi aku benar-benar tidak bisa melupakan rasa itu. Aku menginginkanmu, aku ingin kita bersama. Tidak bisakah kalian berpisah saja? Aku cemburu melihat kebahagiaanmu bersama Adam. Hatiku sakit setiap kali melihat salah satu dari kalian. Tolong mengertilah aku ... Aku sangat mencintaimu, Rose. Aku ingin hidup bersamamu. Selamanya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
__ADS_1
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...