
📢📢📢 Bom komentarnya bestie 💜
***
Dor dor dor
"Habisi mereka semua. Jangan sampai ada yang tersisa. Paham!" perintah Royce pada anak buhannya.
"Baik, Tuan!"
Walaupun anak buahnya cukup banyak, Royce tetap ikut turun tangan langsung membantai anak buahnya Marcellino yang kala itu tengah berjaga di luar gudang. Dia dan anak buahnya bahu-membahu menembaki mereka, tak peduli meski dulunya mereka adalah teman. Semua itu kini sudah tak penting lagi bagi Royce dan kelompoknya semenjak Marcellino diam-diam menikahi Rose, wanita menjijikkan yang telah membantai habis semua keluarga ayahnya Royce.
"Tuan, sebagian dari mereka kabur lewat arah selatan. Perlukah kita memburu mereka kesana?"
"Tidak usah. Mereka yang kabur biasanya hanya seorang pecundang. Dan waktu kita terlalu berharga jika harus dihabiskan untuk mengejar para pecundang seperti mereka!" jawab Royce sembari memasukkan peluru ke dalam senjatanya. Dia lalu membidikkannya ke arah penjaga yang sedang berusaha menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di balik pepohonan.
Dor
"Hah, akhirnya!"
__ADS_1
Dengan langkah yang begitu arogan Royce berjalan menuju pintu gudang milik Marcellino. Sebelum masuk ke dalam sana, Royce meminta salah satu anak buahnya untuk memeriksa apakah di dalam masih ada orang yang berjaga atau tidak. Royce tentu tak mau mengambil resiko besar jika seandainya ada penjaga ataupun hal berbahaya lain yang terpasang di dalam gudang mengingat kalau tempat ini adalah gudang penyimpanan seluruh harta milik Marcellino, si bandar narkoba yang kekayaannya tak bisa terhitung lagi.
"Tuan, di dalam aman. Sepertinya kedatangan kita yang mendadak membuat mereka semua menjadi panik dan langsung pergi begitu saja tanpa meninggalkan keamanan yang ketat di gudang ini!" lapor salah satu penjaga.
"Jadi di dalam benar-benar tidak ada orang?" kaget Royce. Aneh, tidak biasanya anak buah Marcellino bersikap seceroboh ini. Kenapa janggal sekali ya?
Ini aku tidak sedang terperangkap oleh taktik anak buahnya Marcellino bukan?
"Jangan terkecoh. Periksa lebih teliti lagi apakah benar mereka mengosongkan gudang ini atau mereka sedang memainkan trik untuk menyerang balik. Ingat, tempat ini adalah jantungnya Marcellino. Mustahil mereka meninggalkannya begitu saja!" jawab Royce meragu saat akan masuk ke dalam gudang.
"Baik, Tuan!"
"Hmmm, Marcellino. Sepertinya kau sengaja membangun ruang bawah tanah agar tidak ada orang yang tahu dimana keberadaan semua harta milikmu. Tapi sayang, cara yang kau lakukan tidak berlaku untukku karena sebentar lagi semua harta yang ada di gudang ini akan segera menjadi milikku. Hahahaha!"
Tak lama kemudian anak buahnya Royce kembali melaporkan bahwa memang benar gudang itu telah kosong. Tak mau membuang waktu, Royce pun bergegas masuk ke dalam. Dan hal yang pertama kali dicari oleh Royce adalah letak ruangan yang di gunakan untuk menyimpan semua aset milik Marcellino. Namun, sepertinya keberuntungan tidak sepenuhnya menjadi milik Royce.
"Arghhh, sial. Di mana sebenarnya semua harta itu tersimpan!" amuk Royce seraya menendang kuat pintu ruangan yang ternyata kosong.
"Tuan, bukankah bangunan gudang ini dibuat menjorok ke bawah? Besar kemungkinan kalau Tuan Marcellino membangun ruangan khusus yang tidak mudah untuk di temukan oleh orang lain. Mafia selicik dia tentu tidak akan membuat kesalahan dengan meletakkan secara sembarang semua kekayaan yang dimilikinya. Benar tidak?"
__ADS_1
Sebelah alis Royce kembali terangkat ke atas. Dia lalu menyeringai, merasa puas akan kecerdikan bawahannya.
"Geledah setiap sudut gudang ini. Aku yakin pasti ada jalan khusus yang dibuat oleh pengkhianat itu. Ayo cepat cari!"
Setelah memerintahkan anak buahnya untuk kembali memeriksa gudang ini, Royce berjalan menuju kursi kebesaran yang biasanya hanya boleh di duduki oleh Marcellino seorang. Royce kemudian berjalan memutari kursi tersebut sembari mengelus bagian atasnya. Haha, mulai detik ini apa yang dimiliki oleh Marcellino akan segera beralih menjadi miliknya Royce. Tentu saja fakta ini menjadikan Royce seperti berada di atas awang-awang karena secara tidak langsung pengkhianatan yang Marcellino lakukan telah mengantarkannya ke puncak kesuksesan. Aa, perlu kalian ketahui bahwa di dunia ini tidak ada satupun manusia yang mempunyai hati tulus. Semua sama, Sama-sama memendam hawa na*su untuk menjadi orang paling berkuasa. Begitu juga dengan Royce. Walaupun dia dan Marcellino telah bersahabat sejak lama, kedekatan mereka sama sekali tidak menjadi penghalang untuk Royce mengambil alih apa yang seharusnya menjadi miliknya. Sebenarnya sudah cukup lama Royce mencemburui keberhasilan Marcellino, tapi dia berusaha menahan diri begitu tahu kalau Rose bukan orang yang bisa dengan mudah dia sentuh. Jadi pada akhirnya Royce memilih untuk bersabar dengan membiarkan Marcellino merajai hampir di semua bisnis bawah tanah. Dengan kekuatan Marcellino yang kian menggila, Royce berusaha meraih keuntungan dengan cara meminta Marcellino untuk menyelidiki Rose. Namun siapa yang akan menyangka kalau orang yang dia kirim untuk memata-matai musuhnya malah menjalin hubungan terlarang yang sangat amat menyakiti perasaan Royce. Dan seperti inilah cara Royce membalas penghianatan Marcellino meski sebenarnya dia sendiri yang memulai. Sahabatnya terlalu bodoh karena sampai detik ini masih belum menyadari kalau Royce sedang memanfaatkannya saja. Haha.
"Tuan, ada satu ruangan yang pintunya terbuat dari besi khusus. Dan besar kemungkinan di sanalah semua harta milik Tuan Marcellino di sembunyikan. Namun untuk membuka pintu itu sendiri kita perlu beberapa hari untuk merusak bagian luarnya dulu. Bagaimana?"
"Lakukan semua hal yang perlu dilakukan. Aku tidak peduli. Yang penting semuanya harus segera berpindah tangan menjadi milikku. Apa kalian paham?" jawab Royce sembari menyeringai licik. Dia kemudian duduk, memejamkan kedua matanya untuk menikmati singgasana yang sudah sejak lama dia impi-impikan. "Marcellino, aku sudah bilang bukan kalau semua yang kau miliki akan menjadi milikku? Jangankan hanya pintu besi yang kau jadikan pelindung hartamu, menggunakan api nerakapun aku tidak akan mundur untuk merebut semua yang kau punya. Inilah akibatnya kalau kau berani main-main dengan Royce Xia. Heh!"
Di saat Royce sedang sibuk di gudang milik Marcellino, di tempat lain ada anak buahnya Marcellino yang sedang duduk bersantai sambil menunggu teman mereka tiba. Sesuai intruksi dari bos mereka, semua orang pergi meninggalkan gudang berharga itu. Dan untungnya tadi mereka di bantu oleh orang-orang misterius yang entah bagaimana caranya bisa ada di sekitar gudang. Berkat orang-orang misterius itulah mereka semua berhasil selamat dari serangan membabi buta yang dilakukan oleh anak buahnya Royce Xia.
"Hei, menurutmu mereka bisa membuka pintu itu tidak ya?"
"Tidak mungkin. Pintu itu di buat khusus oleh Tuan Marcellino dengan menggunakan sandi-sandi yang rumit. Sekalipun pintu besinya berhasil dirusak, mereka tetap tidak akan bisa menembus masuk ke dalam. Memangnya kau sudah lupa kalau di dalam ruangan itu ada banyak sekali hal-hal rahasia milik Tuan Marcellino dan Nona Rose? Jadi lebih baik kau buang jauh-jauh kekhawatiranmu yang tidak mendasar itu. Tuan Royce tidaklah sepintar bos kita, aku berani jamin dia dan anak buahnya hanya akan mati sia-sia saja begitu Tuan Marcellino dan Tuan Cesar kembali ke negara ini. Dipikirnya dengan menguasai gudang itu dia sudah menjadi yang paling hebat apa. Dia belum tahu saja siapa istrinya Tuan Marcellino. Heh!"
Semua anak buahnya Marcellino kompak menertawakan kebodohan yang dilakukan oleh Royce dan anak buahnya. Mereka sungguh kagum akan keberanian kelompok itu yang dengan begitu lancang ingin mengusik sesuatu yang tidak seharusnya mereka usik. Cari mati saja. Huh.
***
__ADS_1