
📢📢📢 **BOM KOMENTAR BESTIE 💜**
Mata para tamu membelalak lebar begitu mereka mendengar pengumuman penting yang baru saja di ucapkan oleh Drax Osmond. Sungguh, tak pernah ada yang menyangka kalau mawar yang sudah selama belasan tahun menghilang kini berhasil kembali ke keluarga ini. Sebenarnya malam ini para tamu di undang untuk menghadiri pesta perayaan ulang tahun Dantian Group sekaligus pesta pertunangan antara Rolland Osmond dan Brenda, putri dari keluarga yang juga adalah sahabat dekat dari keluarga tersebut. Namun siapalah yang akan menyangka kalau mereka akan mendengar kabar yang sungguh sangat amat mengejutkan ini. Benar-benar suatu keajaiban yang sangat tidak terduga.
“Mawar kami kini telah kembali pulang. Ini adalah kabar yang sangat amat membahagiakan semua orang, juga adalah jawaban dari penantian kami selama belasan tahun terakhir. Rosalinda Osmond, dia telah kembali bersama dengan suami dan calon anaknya. Ya, mawar kami telah menikah dengan seorang laki-laki yang berasal dari Negara S. Dan aku yakin sebagian dari kalian pasti mengenal siapa pria ini!” ucap Drax dengan bangga memperkenalkan Adamar di hadapan para tamu undangan. Setelah itu Drax melihat ke arah pintu masuk, lalu mengangguk kepada penjaga yang berdiri di sana. “Rose masuklah, Nak. Semua tamu sudah tidak sabar ingin segera melihatmu!”
Tak tak tak
Begitu Drax meminta Rose untuk masuk, semua pandangan mata para tamu langsung beralih ke arah pintu masuk menuju ruang pesta. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki tengah berjalan mendekat sebelum akhirnya muncul sepasang pria dan wanita begitu pintu di buka. Pasangan ini terlihat begitu serasi di mana aura dingin dan gelap sama-sama menyelimuti raut wajah keduanya.
“Waahhhhh, luar biasa. Ternyata Tuan Adamar adalah menantunya Tuan Drax. Mereka benar-benar adalah pasangan penerus Tuan Greg dan Nyonya Liona. Aura mereka begitu kuat. Benar-benar luar biasa!”
“Iya benar. Astaga, aku sungguh tidak menyangka kalau nona muda yang hilang kini kembali dengan sesuatu yang sangat besar di genggaman tangannya. Ini hebat!”
Sorak kekaguman dan juga bisik-bisik para tamu nampak memenuhi ruangan pesta. Grizelle yang melihat kedatangan putrinya di sambut dengan penuh suka cita oleh para tamu yang hadir tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata. Kebahagiaan ini sungguh tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Terlalu dan sangat amat terlalu memancing keharuan.
“Sayang, kemarilah. Perkenalkan suamimu di hadapan semua orang agar mereka tahu kalau kau sudah menikahi pria yang sangat luarbiasa ini,” ucap Drax sambil menatap penuh kepuasan ke arah Adamar. Dia lalu bergeser ke samping, memberi ruang untuk Rose dan Adam menyapa semua tamu undangan.
Adam sama sekali tidak melepaskan rengkuhan di pinggangnya Rose saat matanya tak sengaja melihat ada pergerakan yang sedikit mencurigakan dari salah satu tamu undangan. Meskipun begitu, Adam terus berusaha untuk menahan diri agar tidak menarik pelatuk senjatanya. Dia tak mau acara ini rusak dan membiarkan para tamu tahu siapa Rose. Bisa fatal akibatnya nanti.
__ADS_1
Kalian waspadalah. Sepertinya Adam menyadari sesuatu hal yang tengah mengancam keselamatan Rose. Jangan lengah.
Bagi mereka yang bisa mendengar isi pikiran Liona, mereka langsung tanggap akan tindakan apa yang harus mereka lakukan. Namun sebelum mereka sempat bergerak, anggota Queen Ma sudah lebih dulu memberi kode agar mereka tetap tenang agar keadaan tetap kondusif. Sedangkan Rose sendiri, dia bukannya tidak menyadari kedatangan tamu tak di undang itu, dia sangat menyadarinya malah. Namun karena Rose sudah tahu siapa pelakunya, dia bersikap acuh dengan tetap menyapa para tamu dan membiarkan suami dan anggota keluarganya menjadi waspada.
“Seperti yang kalian semua tahu, aku telah terpisah dari anggota keluargaku selama belasan tahun lamanya. Dan sekarang aku telah kembali lagi bersama dengan suamiku. Adamar Clarence, dia adalah pewaris dari CL Group, Negara S. Kami menikah belum terlalu lama dan sekarang kami tengah menanti kelahiran anak pertama kami!” ucap Rose dengan sangat tenang. “Untuk Dantian Group, selamat atas kejayaan kalian selama ini. Dan untuk semua karyawan yang bekerja di Dantian Group, terima kasih karena telah mendedikasikan waktu kalian untuk membantu membesarkan perusahaan milik keluargaku.”
Jeda sejenak. Pandangan Rose kini tertuju kepada kakaknya yang tengah berdiri sambil memeluk Brenda, calon iparnya. “Teruntuk saudara kembarku yang tampan, selamat atas pertunanganmu dengan Brenda. Aku harap kau tidak terlalu lama menunda waktu untuk meresmikannya menjadi Nyonya Osmond yang baru. Benar begitu, Brenda?”
“Tentu saja itu sangat benar, Rose. Tapi Kak Oland bilang kami baru akan menikah setelah aku lulus kuliah,” sahut Brenda dengan sangat antusias. “Em, tapi waktu kelulusan itu masih dua tahun setengah lagi, Rose. Apa aku berhenti kuliah saja ya supaya Kak Oland bisa segera menikahiku?”
Suasana di dalam ruang pesta langsung berubah begitu semua orang mendengar perkataan Brenda. Bahkan Meilan, ibunya Brenda, sampai mencubit pelan lengannya karena malu melihat semua orang menertawakan kepolosan putrinya. Sedangkan Rolland, dia hanya tersenyum saja sambil menatap Brenda yang sedang di omeli oleh calon mertuanya. Rolland sudah menduga kalau kata-kata tersebut akan keluar dari mulut tunangannya ini. Biasalah, calon tunangannya ini kan memiliki pemikiran yang sangat amat polos. Jadi maklumi saja ya.
“Fyuuhhhhh,”
Bern menghela nafas pelan saat ada yang meniup telinganya. Tanpa harus dia menoleh, dia sudah langsung tahu siapa pelakunya.
“Tuan Muda, kau terlalu terburu-buru mengibarkan bendera perang. Saudaramu baru saja di umumkan telah kembali, tidak bisakah kau memberinya sedikit waktu untuk bersenang-senang dulu?” tanya Reina sembari mengelus bahunya Bern yang kekar. Dia lalu menggigit bibir bawahnya, gemas ingin menarik tubuh pria ini ke atas ranjang khusus miliknya.
“Aku hanya ingin memberinya salam selamat datang saja, Nona Reina. Jadi kalian tidak perlu sewaspada ini padaku,” jawab Bern dengan raut wajah yang begitu datar.
__ADS_1
“Hahhh, kau cukup keras kepala juga ya. Tapi percayalah, apa yang sedang kau lakukan sekarang tidak akan membuatmu mendapatkan apa yang sedang kau incar. Yang sudah menjadi miliknya Rose, selamanya akan tetap menjadi miliknya. Jadi aku sarankan kau sebaiknya mundur saja sebelum Rose sendiri yang datang menghampirimu!”
Reina tersenyum saat kata-katanya berhasil memprovokasi Bern. Dia lalu menyodorkan segelas sampanye pada Bern begitu dia berbalik sambil menaikkan satu alisnya ke atas.
“Apakah kau coba memberiku racun agar apa yang kuinginkan tidak terlaksana?” tanya Bern menerima segelas sampanye pemberian Reina. Tanpa merasa ragu sedikitpun, Bern menyesapnya dengan sangat perlahan sambil terus mengawasi wanita cantik yang tengah berdiri di hadapannya. Misterius, itu yang Bern lihat dibalik kecantikan wanita ini.
“Bukan racun, Tuan Muda. Tapi lebih ke tidak ingin kau terlibat dalam sesuatu yang tidak seharusnya,” jawab Reina. “Kau tetaplah di jalanmu, dan biarkan Rose juga tetap di jalannya. Antara kalian berdua sudah memiliki bagiannya masing-masing, jadi aku rasa akan sangat tidak sopan kalau kau menerobos jalur yang bukan milikmu. Bukannya apa, kau itu belum kenal Rose sepenuhnya. Aku khawatir orangtuamu mati jantungan jika Rose sampai benar-benar meladenimu. Paham?”
“Hmmm, cukup mengerikan juga. Tapi maaf, Nona Reina. Aku terbiasa mendapatkan apapun yang aku mau. Termasuk pulau harta karun yang di peruntukkan bagi Rose dan Rolland!”
Reina sedikit memiringkan kepalanya ke samping begitu mendengar apa yang sedang diincar oleh Bern. Pulau harta karun ? Hahaha, itu mustahil. Rose telah membuat rencana kalau di pulau itu dia akan mendirikan satu organisasi rahasia untuk calon penerusnya kelak. Karena setelah acara ini selesai, perang yang sebenarnya akan segera terjadi. Dan tidak menutup kemungkinan kalau hal tersebut akan membuat pondasi kelompok Queen Ma menjadi goyah, bahkan hancur tak bersisa.
“Tuan Muda, kau terlalu serakah. Tapi tidak apalah, sepertinya bermain dengan sudara sendiri rasanya akan sedikit menyenangkan,” ucap Reina sembari mengangkat gelasnya ke hadapan Bern. “Cherss?”
“Cheerrs!”
Tanpa Reina dan Bern sadari, ada sepasang mata yang tengah menatap sendu ke arah mereka. Dia adalah Elea, menantu kesayangan di keluarga Ma. Elea merasa sangat sedih karena Bern benar-benar tak bisa menahan diri atas Rose. Dan besar kemungkinan pertikaian antar saudara tidak bisa terelakkan lagi. Ini buruk.
***
__ADS_1