
Raut wajahnya Rose terus berubah-ubah saat dia mendengar rekaman yang di ambil Reina ketika sedang berbincang dengan Eroz, kekasih dari ayah mertuanya, Zidane Clarence. Sungguh, Rose benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang. Tidak di sangka kalau Adam memiliki ikatan keluarga yang begitu kacau. Belum selesai masalah tentang kematian ibunya, sekarang malah bertambah dengan satu fakta yang jauh lebih mengejutkan lagi. Rose yakin suaminya pasti akan sangat hancur jika mendengar hal ini.
"Jika di pikir-pikir lagi rasanya seperti ada yang janggal, Bu. Aku sedikit tidak yakin kalau Tuan Zidane yang menghabisi ibunya Adamar," ucap Grizelle setelah tersadar dari keterkejutannya. Jantungnya hampir terlepas setelah mendengar isi rekaman yang di bawa oleh Reina.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" tanya Liona penasaran. Dia juga lumayan syok setelah mendengar isi rekaman tersebut.
"Aku sependapat dengan ... Mommy."
Grizelle dan Liona langsung melihat ke arah Rose yang tiba-tiba mau memanggil Grizelle dengan sebutan Mommy. Luar biasa. Ini adalah pertama kalinya Rose memanggil dengan suara yang begitu lembut.
"Aku juga merasa kalau masalah ini tidak sesederhana yang kita lihat. Setelah mendengar isi rekaman itu, ada banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab ibunya Adam meninggal. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga kalau Zidane bukanlah pelaku sebenarnya, melainkan dia yang sedang melindungi seseorang!" ucap Rose tanpa mempedulikan raut terkejut di wajah ibu dan neneknya. Dia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa memanggil ibunya dengan sebutan Mommy. Padahal selama mereka dekat, tak sekalipun Rose pernah bicara selembut ini. Dia selalu kaku dan merasa asing meski mereka adalah keluarganya sendiri.
"Ekhmmm, mungkinkah yang sedang coba dia lindungi adalah ayah kandungnya Adam?" ucap Grizelle setelah detakan jantungnya kembali normal. Dia sangat terharu.
"Itu bisa saja mengingat Eroz menyebutkan kalau Zidane selalu membiarkan kekasihnya untuk meniduri istri-istrinya. Cihh, benar-benar pengecut. Harusnya dia tidak menikahi wanita kalau pada akhirnya dia mengirim istrinya sendiri ke pelukan orang lain. Aku jadi ingin menembak k*maluannya!"
"Aku ikut, Rose!" timpal Reina penuh semangat. "Kau tahu, aku merasa tersinggung atas sikapnya semalam. Dia begitu posesif pada Eroz, sampai-sampai tidak bisa melihat kalau aku dan dia adalah satu spesies. Bedanya dia suka bermain kotor, sedangkan aku benci sesuatu yang kotor. Rasanya pasti akan sangat menyenangkan kalau burungnya yang kecil itu bisa aku jadikan mainan. Iya kan, Mommy Izel?"
Grizelle tertawa mendengar keinginan nyelenehnya Reina. Dia sangat sadar kalau wanita cantik ini memiliki tujuan lain pada ayahnya Adamar. Karena di balik senyum manis milik Reina, tersimpan suatu amarah dan kebencian yang begitu besar. Sungguh, kelompok Queen Ma ini benar-benar berisi orang yang terjebak dalam kekecewaan dan juga kebencian. Sama seperti yang di alami oleh putrinya ketika kecil dulu.
"Ini bukan waktunya untuk bercanda, Reina. Kita tidak boleh sembarangan menyentuh Tuan Zidane. Mau seburuk apapun kelakuannya, yang Adam tahu dia adalah ayah kandungnya. Kau bisa baku hantam dengannya kalau berani macam-macam pada Tuan Zidane!" tegur Liona seraya menggelengkan kepala. Entahlah, wanita jadi-jadian ini terlihat begitu haus darah.
"Ck, Nenek Liona ini bagaimana sih. Jelas-jelas di sini si Zalina itu tidak memiliki hubungan apapun dengan Adamar. Bahkan dia dengan sengaja menutup-nutupi kematian ibu mertuanya Rose. Aku berani jamin kalau Adam pasti akan langsung kerasukan jika sampai mengetahui kenyataan ini," sahut Reina kemudian menghampiri Rose. "Lihat, Nenekmu menyerangku, Rose. Dia seperti tidak rela kalau aku bermain-main dengan Zalina."
"Yang dikatakan Nenekku ada benarnya juga, Reina. Walaupun benar kalau Zidane bukanlah ayah biologisnya Adam, tetap saja di mata Adam dia adalah ayah kandungnya. Kau tidak ku izinkan menyentuhnya sebelum puzzle ini terpecahkan!" sahut Rose santai saat menanggapi aduan Reina.
__ADS_1
"Jadi kau juga berada di pihaknya Nenek Liona?"
Reina merajuk. Pupus sudah harapannya untuk bisa mendapatkan mainan baru.
"Kau bisa mendapatkannya setelah semua teka-teki ini terpecahkan."
"Benarkah?"
"Hm."
Reina bertepuk tangan kegirangan. Memang hanya Rose saja yang paling tahu apa yang sedang dia inginkan. Namun kegirangan di diri Reina lenyap seketika saat dia menyadari kalau wajah kesayangannya ini begitu pucat. Khawatir terjadi sesuatu, Reina dengan cepat menangkup kedua pipi Rose kemudian mencecarnya dengan beberapa pertanyaan.
"Rose, wajahmu sangat pucat seperti tidak di aliri darah. Apa semalam Adam tidak membiarkanmu beristirahat dengan baik? Apa dia terus mengerjaimu sampai pagi? Durjana sekali dia."
"Aku sedang membicarakan aktifitas ranjangmu dengan Adamar, Rose. Apalagi memangnya?" ucap Reina. "Katakan padaku apakah benar Adam menyiksamu atau bagaimana? Atau jangan-jangan dia berubah menjadi vampir kemudian menghisap habis seluruh darah cantik yang ada di tubuhmu, iya?"
Grizelle dan Liona tergelak heran mendengar ucapan Reina yang melantur kemana-mana. Sebagai orang yang telah menikah, mereka tentu saja maklum dengan yang di sebut kelelahan setelah bekerja keras sepanjang malam. Dan sepertinya Rose mendapatkan suami yang sama perkasanya seperti suami-suami mereka. Jadi ya sudah, beginilah kisah akhirnya. Wajah pucat karena kurang tidur.
"Reina, apa kau tidak membuka studio tattomu hari ini?" tanya Rose mengalihkan pembicaraan.
"Nanti sajalah. Aku sedang tidak fokus setelah kejadian semalam," jawab Reina. "Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Rose. Adamar ....
"Wajahku pucat karena aku yang kelelahan setelah menunggui Mona sadar, Reina. Tolong jangan berpikir yang aneh-aneh pada kami berdua," jawab Rose sedikit enggan. "Sekalipun kami benar berhubungan ranjang, menurutku itu wajar-wajar saja karena kami adalah suami istri. Paham?"
"Iya-iya."
__ADS_1
"Oh iya Rose, mengenai pulau yang sudah Nenek dan Kakekmu siapkan ... akan kau apakan nanti?" tanya Liona ingin tahu.
Sebelum menjawab, Rose memegang kalung yang terpasang di lehernya. Sebenarnya setelah Agler dan anggotanya terbunuh, Rose berkeinginan untuk membubarkan kelompok Queen Ma. Karena menurut Rose penyebab berdirinya kelompok ini sudah tumbang, jadi dia tidak mempunyai alasan lagi untuk tetap mempertahankannya. Akan tetapi setelah mendengar pengakuan Adam, di tambah lagi dengan rekaman yang berhasil di dapatkan oleh Reina, Rose berubah pikiran. Dia seolah mendapat gambaran kalau Adam memiliki posisi begitu tinggi yang mana baru bisa dia capai dengan statusnya sebagai ketua dari kelompok Queen Ma.
"Pulau itu kalian berikan untuk aku dan Rolland bukan?"
"Ya. Itu di siapkan khusus untuk kalian berdua," jawab Liona. "Jadi bagaimana?"
"Karena itu di berikan pada kami berdua, maka aku perlu waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Rolland. Aku tidak mau di anggap rakus pada harta kekayaan yang tersimpan di sana," jawab Rose tegas.
"Dan setelah kau mendapat persetujuan dari Rolland, apa yang akan kau lakukan, sayang?" tanya Grizelle ikut menimbrung.
"Aku akan memindahkan markas Queen Ma ke sana. Setelah nanti hubungan pernikahanku dengan Adam di publikasikan ke media, orang-orang pasti akan berbondong-bondong mencari tahu mengenai latar belakangku. Dan dari banyaknya orang bodoh yang ada di negara ini, aku yakin pasti ada satu di antara mereka yang mampu menembus keamanan yang selama ini kami pakai untuk menutupi identitas dan juga aktifitas kelompok Queen Ma. Jika hal ini sampai bocor, maka ada banyak hal tidak di inginkan yang akan terjadi. Terutama keselamatan kita semua!" jawab Rose memberi penjelasan pada sang ibu.
Grizelle, Liona dan juga Reina mengangguk paham akan penjelasan yang di sampaikan oleh Rose. Tidak di ragukan lagi, pemimpin dari kelompok Queen Ma ini sangat pandai dalam membaca situasi. Bahkan untuk kejadian yang masih begitu jauh Rose sudah memiliki planing sendiri untuk keamanan semua orang. Keturunan darah mafia dari seorang Drax Osmond dan juga kecerdikan seorang Liona Serra benar-benar sudah mendarah daging di tubuhnya. Sangat mengagumkan.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan juga comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1