Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Penolakan


__ADS_3

"Mom, Rose dan Adam sudah sampai di parkiran!" ucap Rolland sambil memijit kaki ibunya yang belum lama tersadar.


"Benarkah?" sahut Grizelle dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Ibu, putriku sudah kembali, Bu. Rose kita sudah pulang,"


Liona menyeka airmatanya kemudian segera memeluk putrinya yang sedang terisak haru. Dia belum mengatakan pada Grizelle tentang kejadian siang tadi. Sebenarnya Liona tidak bermaksud menyembunyikan semua itu, hanya saja dia khawatir Grizelle akan kembali drop jika tahu kalau Rosalinda sedikit mengalami masalah dengan kesehatannya.


"Nanti kau jangan terlalu menekan Rose dulu ya. Kita sudah berpisah selama tujuh belas tahun, Ibu khawatir itu akan membuatnya berontak," ucap Liona sambil mengurai pelukan. Setelah itu dia merapihkan rambut putrinya, juga membersihkan jejak airmata yang ada di wajahnya.


"Iya Bu," jawab Grizelle patuh.


Semua keluarga Rolland sudah menunggu kedatangan Rose dengan harap-harap cemas. Bahkan Uncle Gabrielle dan Aunty Elea beserta ketiga anaknya pun ikut datang meskipun hari sudah malam. Rolland sendiri tidak bisa berhenti melihat ke arah pintu. Dia sudah sangat tidak sabar ingin segera bertatap muka dengan adiknya.


Tok, tok, tok


"Dia datang," ucap Rolland.


"Halo semua!" teriak Brenda begitu masuk ke dalam ruangan.


Rolland mencelos. Kesal rasanya ketika yang muncul bukanlah orang yang sedang dia tunggu. Tapi baru beberapa detik Brenda masuk, di belakangnya muncul Adam yang datang sambil menggandeng tangan seorang wanita cantik. Ya, Rose-nya muncul. Mawar keluarga Osmond sudah datang.


Mata semua orang langsung tertuju ke arah Rose. Semuanya membeku dengan mata berkaca-kaca. Grizelle yang memang sedang lemah hampir saja kembali pingsan jika Drax tidak terus menguatkannya. Putrinya, putri yang selama belasan tahun terpisah darinya kini ada di ruangan ini. Grizelle seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Rosalinda-nya kembali, mawarnya merekah lagi.


"Selamat malam semuanya!" sapa Adam sambil terus menggenggam erat tangan Rose. "Perkenalkan, ini Rose. Istriku!"


"I-istri!" pekik Rolland kaget.


Grizelle dan Drax terperangah kaget. Bahkan semua orang pun menunjukkan reaksi yang sama begitu Adam memberitahu kalau Rose adalah istrinya.


Rose menatap satu-persatu wajah orang-orang yang ada di ruangan tersebut. Tatapan matanya kemudian jatuh pada seorang wanita tua yang tengah berada dalam pelukan seorang pria tua.


Apa ini wanita yang bernama Liona Serra Zhu dan Greg Ma? Cantik dan tampan meski sudah tua.


Liona makin terisak saat mendengar isi pikiran cucunya. Dia lalu menoleh ke arah Grizelle dan Rolland, mereka saling bicara melalui pikiran.


"Kita bahas masalah ini lain kali saja, Land. Fokusku membawa Rose kemari adalah untuk membuktikan apakah benar dia adalah saudara kembarmu atau bukan!" ucap Adam membuyarkan keterkejutan di diri semua orang.

__ADS_1


Rolland mengerjap. Dia mengangguk pelan kemudian menatap penuh sayang ke arah Rose.


"Rose, dimana kalung yang diberikan oleh Nenek?"


"Aku tidak punya," jawab Rose singkat.


"Kalung bernama?"


Rose menarik nafas. Adam yang mendengarnya pun segera mengelus punggungnya.


"Rose, sayang, kemari Nak. Mommy sangat ingin memelukmu," ucap Grizelle sambil mengulurkan tangan ke arah putrinya.


Rose diam tak bergeming. Dia lebih tertarik untuk memperhatikan sesosok gadis cantik yang sedang berdiri di dekat pria tampan di samping ranjang. Sudut bibirnya tertarik ke atas saat gadis itu tersenyum ke arahnya. Manis.


"Rose, tolong kemari Nak. Sebentar saja. Ya," bujuk Grizelle penuh harap.


"Hon, itu ibunya Rolland. Tolong kau datanglah padanya. Kasihan," bisik Adam.


Meskipun enggan, Rose tetap melangkahkan kaki ke arah wanita tersebut. Dia melirik sekilas ke arah Rolland, kemudian beralih melihat ke arah ayahnya Rolland yang hanya diam tapi tidak melepaskan tatapan darinya.


Dengan cepat Grizelle merengkuh tubuh putrinya kemudian menangis terisak-isak. Tujuh belas tahun lamanya Grizelle kehilangan gadis ini, dan sekarang dia bisa kembali merengkuhnya dengan hangat.


"Hikssss sayang, Mommy sangat merindukanmu, Nak. Setiap malam Mommy selalu berdo'a agar kau segera pulang dan berkumpul bersama kami seperti dulu. Mommy begitu tersiksa berada jauh darimu, sayang. Mommy....


"Maaf Nyonya, sepertinya kau salah orang."


Kata-kata Rose langsung membuat tubuh Grizelle menegang. Bahkan Rolland pun sama. Mereka tidak menyangka kalau Rose akan bersikap sedingin ini.


"Nyonya, kedua orangtuaku sudah meninggal sejak aku berusia lima tahun. Kemudian aku dirawat di besarkan oleh kakekku. Bukannya aku ingin mematahkan harapan kalian, hanya saja aku merasa risih di tangisi seperti ini olehmu. Aku ini orang lain, bukan Rose yang kalian maksud!" ucap Rose sambil melepaskan pelukan ibunya Rolland.


"Tidak sayang. Kau ini Rosalinda, putri kesayangan Mommy, kesayangan kita semua!" sahut Grizelle panik. "Drax, ini Rose kita, Drax. Ini putri kita!"


Rolland yang melihat ibunya mulai histeris segera datang mendekat. Dia lalu meraih tangannya Rose, menatapnya penuh kerinduan.


"Rose, ingat aku kan? Aku Oland. Kita dulu selalu bertengkar karena kau ingin menjadi seorang kakak. Ingat waktu kau membuatku menangis karena mengataiku pria jelek tidak?"

__ADS_1


"Tidak!" jawab Rose singkat.


Adam yang melihat kejadian itu hanya bisa menghela nafas panjang. Istrinya menolak untuk mengakui Rolland dan orangtuanya sebagai keluarga. Dia heran, wajahnya Rose begitu mirip dengan Paman Drax, tapi kenapa bisa tidak ada ingatan apa-apa tentang mereka? Bahkan istrinya sama sekali tidak merasa iba melihat ibunya Rolland yang menangis dengan begitu histeris. Sepertinya ada yang salah di sini.


"Adam, aku ingin pulang. Aku rasa penjelasanku tadi cukup untuk membuat mereka semua mengerti kalau aku bukanlah orang yang sedang mereka cari. Wajahku mungkin memang mirip dengan paman ini, tapi itu tidak menjamin kalau aku adalah anaknya. Dan untuk Nyonya Liona yang terhormat, jujur saja aku tersinggung dengan apa yang kau lakukan. Aku harap setelah ini anda tidak lagi mencari tahu tentangku. Itu sangat mengganggu!" tandas Rose tegas.


"Honey....


"Pulang Dam!" sela Rose kemudian menepis tangan Rolland yang masih menggenggam tangannya dengan sangat erat.


Tanpa menunggu Adam mengajaknya, Rose sudah lebih dulu keluar dari sana. Adam yang melihat hal itupun segera berlari menyusulnya. Dia bahkan sampai lupa untuk berpamitan pada Rolland dan keluarganya.


Grizelle yang melihat putrinya pergi langsung menangis meraung-raung. Dadanya sesak, dia tidak rela harus kembali terpisah dengan Rose. Andai saja tubuhnya tidak dipegang erat oleh suami dan juga anaknya, Grizelle pasti akan langsung berlari menyusul putrinya. Dia terus berontak hingga menyebabkan jarum infus di tangannya terlepas.


"Cepat panggilkan dokter!" teriak Greg pada pengawal yang berjaga di luar kamar.


"Rosalinda, kembali Nak. Jangan tinggalkan Mommy. Mommy sangat merindukanmu, Rose. Kembali sayang. Rosseeeee!!" teriak Grizelle menggila.


Drax yang saat itu melihat beberapa helai rambut di tangan istrinya pun segera mengambilnya. Dia lalu menyerahkan helaian rambut tersebut pada ibu mertuanya.


"Bu, tolong lakukan tes DNA secepat mungkin. Dengan rambut ini kita bisa membuktikan apakah benar Rose adalah Rosalinda yang kita cari atau bukan. Penolakannya tadi membuatku merasa ada yang tidak beres. Aku khawatir ada seseorang yang dengan sengaja mencuci otaknya selama dia tidak tinggal bersama kita. Masalah ini harus segera di selidiki, Bu!"


Liona yang masih menangis segera menerima helaian rambut tersebut. Dia lalu mengajak suaminya untuk pulang ke rumah guna memeriksa kebenaran melalui tes DNA.


"Jaga Grizelle dengan baik. Ibu khawatir dia melakukan sesuatu yang buruk kalau kau sampai lengah!"


"Baik, Bu!" sahut Drax sambil terus mendekap kuat tubuh istrinya yang masih berteriak memanggil nama putri mereka. Rose.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2