Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Musuh Yang Sebenarnya


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Royce terus saja memperhatikan langkah seorang wanita yang tadi berbicara padanya. Dia heran dan juga bingung mengapa wanita tersebut memanggilnya dengan sebutan keponakan.


“Halo, Royce Xia. Apa kabar?” tanya Abigail menyapa anak dari saudaranya, Eden Xia.


“Siapa kau?” sahut Royce balik bertanya.


“Aku?"


Abigail tersenyum. Dia kemudian menarik nafas dalam-dalam setelah berdiri di sampingnya Adamar. “Aku adalah musuhmu yang sebenarnya. Adamar … upss. Maksudku Marcellino, dia tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada keluargamu. Jadi adalah salah besar kalau kau mengahabisimya. Karena musuhmu yang sebenarnya kini sudah berdiri tepat di hadapanmu!”


Kedua alis Royce saling bertaut saat wanita tua itu membicarakan sesuatu yang tidak terlalu dia pahami. Musuh yang sebenarnya? Apa jangan-jangan wanita tua ini tahu tentang pembantaian yang terjadi di keluarga Xia dulu? Tapi siapa dia. Seingat Royce wanita tua ini tak pernah ada di dalam foto keluarganya, tapi kenapa wanita ini terlihat sangat mengenal keluarganya? Aneh.


“Jangan habiskan waktumu hanya untuk memikirkan sesuatu yang tidak kau mengerti, Royce. Tapi kalau kau merasa begitu penasaran, aku tidak keberatan untuk memberitahumu tentang siapa aku!”


Tak lama berselang terdengar suara gemuruh kendaraan saat Royce ingin meminta wanita tua tersebut memberitahukan identitasnya. Royce kemudian menyipitkan mata saat mobil-mobil itu berhenti rapi di belakang Marcellino, Cesar dan wanita tua tersebut. Khawatir diserang, Royce memerintahkan anak buahnya untuk bersiaga. Dia juga memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memanggil anak buah lainnya yang kala itu dia perintahkan untuk berjaga di sekitar gudang. Namun, di detik selanjutnya Royce dan semua anak buahnya di buat kaget ketika orang-orang yang berada di dalam mobil itu keluar sambil menenteng kepala yang ternyata adalah kepala anak buahnya. Royce syok, itu sudah pasti. Bagaimana tidak. Orang-orang yang muncul merupakan keluarga besarnya Rose, juga termasuk anggota kelompok Queen Ma yang Royce kenal sebagai kelompok sadis dan berdarah dingin.


“Sial!” umpat Royce pelan.

__ADS_1


Dengan langkah pasti Rose maju ke depan kemudian menghampiri Adam. Dia lalu tersenyum saat suaminya ini mencium bibirnya sambil mengelus pelan perutnya. “Dengan nama apa aku harus memanggilmu?” tanya Rose.


“Kau bebas memanggilku dengan sebutan apapun, Hon. Asal itu membuatmu merasa nyaman, aku tidak akan merasa keberatan,” jawab Marcellino sambil tersenyum.


“Baiklah.”


Grizelle menatap tajam ke arah Royce lalu melemparkan kepala yang dia tenteng kepadanya. Sungguh menjijikkan. Tidak disangka kalau Alexander Xia masih memiliki saudara yang ternyata juga menyimpan dendam pada keluarganya. Andai saja waktu itu Grizelle tahu kalau Eden Xia akan selicik ini dengan menargetkan putrinya, sudah sedari dulu Grizelle akan menghabisinya. Namun karena waktu itu Eden tidak melakukan pergerakan yang mencurigakan, Grizelle dan keluarganya enggan untuk menyelidiki. Lagipula Grizelle juga hanya di izinkan membunuh orang yang mengusik keluarganya saja, makanya Eden bisa selamat. Tapi ….


“Jadi kau adalah putra dari bajingan yang telah membuat hidup putri kesayangan kami sengsara?” tanya Drax sambil menahan tangan Grizelle yang ingin menembak Royce. Dia kemudian berbisik. “Zel, Rose akan sangat marah kalau kau menghabisi Royce begitu saja. Tahan emosimu. Ya?”


“Aku sakit hati sekali melihat wajah bajingan itu, Drax. Ayahnya yang telah membuat kita terpisah bertahun-tahun dengan Rose. Aku tidak tahan,” sahut Grizelle dengan mata yang sudah memerah.


“Aku tahu, tapi ini bukan bagian kita lagi. Kau tidak lupa kan dengan pembicaraan kita semua saat akan datang kemari?”


Sementara itu Royce yang merasa jijik dengan drama keluarga yang sedang berlangsung di hadapannya, tanpa merasa takut mengarahkan senjata ke kepalanya Rose. Sontak perbuatannya itu membuat semua orang siaga. Namun sebelum sempat Royce menembakkan pelurunya, tangannya sudah lebih dulu tertembak oleh seseorang. Sambil mengumpat menahan sakit, Royce melihat ke arah samping di mana disana ada dua orang pria yang wajah salah satunya di penuhi codet. Ethan dan Priston, kaki tangan Drax dan Grizelle, yang juga adalah orang yang siap bertaruh nyawa untuk melindungi nona kecil yang sempat menghilang dari hidup mereka, nampak berjalan mendekat dengan memegang senjata di tangan masing-masing. Setelah itu keduanya segera berdiri di depan Rose, tak membiarkan siapapun bisa menyakiti bunga kesayangan mereka.


“Paman Ethan, Paman Priston. Terima kasih,” ucap Rose tulus. Meskipun Rose tidak bisa mengingat siapa mereka, tapi Rose bisa merasakan betapa kedua orang ini begitu melindunginya.


“Kami tidak akan membiarkanmu terluka kedua kali, Nak. Jangan cemas, kami akan melindungi kalian bertiga. Tetaplah di belakang kami dan jangan melakukan apapun!” sahut Priston terharu mendengar kata terima kasih yang sudah berpuluh tahun dia tidak mendengarnya.


“Iya, “ sahut Rose patuh. Kali ini dia tidak boleh keras kepala karena ada kehidupan yang harus dia lindungi, yaitu bayinya dengan Ad, em maksudnya Marcellino.

__ADS_1


“Honey, aku jadi merasa tidak berguna. Semua keluargamu siap menjadi pelindungmu, aku jadi bingung apa fungsiku di sini,” keluh Marcellino yang tidak mendapat bagian apapun dalam peperangan ini. Semua di ambil alih oleh keluarganya Rose.


“Kau cukup memelukku saja, Marcellino. Semenjak hamil aku merasa kalau pelukanmu adalah tempat ternyaman untukku. Aku juga merasa mudah cemas dan takut. Jadi tetaplah di sini bersamaku. Ya?” sahut Rose seraya merebahkan kepalanya ke dada Marcellino. Dia lalu memejamkan mata sambil menikmati detak jantung suaminya yang terdengar sangat merdu.


Marcellino tersenyum. Dia lalu mengeratkan pelukannya sambil menciumi puncak kepala Rose penuh sayang. Biarlah dia hanya menjadi penontonn saja. Selagi keberadaannya masih di inginkan oleh Rose, menjadi pecundang pun Marcellino rela.


“Cihhhh, benar-benar keluarga yang sangat menjijikkan. Jika kalian datang kemari hanya untuk pamer seperti ini, lebih baik kalian semua pulang saja ke rumah. Aku tidak sudi berhadapan dengan manusia-manusia sampah seperti kalian!” teriak Royce benar-benar sudah sangat muak melihat apa yang terjadi di hadapannya.


“Sikapmu ternyata tidak beda jauh dengan anggota keluargamu yang mati di tangan keluargaku, Royce. Sangat di sayangkan sekali,” sahut Liona membuka suara. Dia kemudianmenoleh ke arah Abigail. “Jadi bagaimana Royce? Apa kau tidak merasa penasaran dengan wanita cantik itu? Dia adalah saksi kunci mengapa balas dendam beruntun ini bisa terjadi. Mau dengar ceritanya tidak?”


“Hei kau nenek tua. Wanita yang kau sebut cantik itu aku tidak mengenalnya dan aku juga tidak sudi mendengar cerita darinya.Di mataku kalian ini adalah sekelompok orang menjijikkan yang harus segera dilenyapkan dari dunia ini. Kalian itu sampah. SAMPAH!” sahut Royce dengan mata berkilat marah.


Doorrrr


“Maaf. Aku sedikit merusak suasana,” ucap Reina mengagetkan semua orang setelah menembak anak buahnya Royce.


“Jangan mengganggu dulu, Reina. Bersabarlah sebentar. Biarkan Royce tahu siapa Abigail. Oke?” sahut Liona paham kalau Reina sudah di kuasai amarah.


“Baik, Nenek Liona. Aku akan berusaha untuk sabar kali ini,” sahut Reina patuh. Dia lalu melayangkan tatapan membunuh ke arah Royce. Muak. Rasanya Reina begitu ingin menguliti kulit wajah bajingan itu.


Sadar kalau emosi anak buahnya Rose mulai mendominasi, Abigail pun segera menjelaskan hubungannya dengan keluarga Xia. Meskipun ini akan membongkar luka lamanya, Abigail harus tetap melakukannya. Karena bagaimanapun dialah yang secara tidak sengaja menjadi penyebab Rose harus melewati hidupnya dengan sangat menderita. Dan … cerita pun dimulai.

__ADS_1


***


__ADS_2