MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEGAGALAN USAHA ANGEL


__ADS_3

Rasanya rasa takut dan khawatir Tira hilang begitu saja saat melihat sosok Ernest, yang dia tahu dengan setia, semalam tetap menungguinya, terus berada di dekatnya seperti yang dia minta kemarin.


Padahal sepanjang malam, sesekali Tira harus terbangun karena mimpi buruk yang dialaminya.


Hanya saja, setiap dia melihat ke arah pintu dan terlihat sosok Ernest entah sedang duduk atau membaringkan tubuhnya di sofa, Tira merasa hatinya tenang dan kembali tidur, meskipunbeberapa kali dia masih terbangun lagi.


"Semoga Putri sudah merasa lebih baik pagi ini." Ernest berkata dengan sikap hormatnya kepada Tira.


"Ah, ya... aku harus bersiap menghadapi hari ini. Semoga peneror itu bisa segera tertangkap. Aku tidak akan menyerah dan membiarkannya berpikir kalau aku akan kalah dan ketakutan." Kata-kata optimis dari Tira, sebenarnya membuat Ernest ingin sekali untuk mengelus rambut putri cantik itu untuk memberikan dukungan dan menguatkannya, tapi hal itu tidak mungkin dilakukannya, bahkan mustahil untuk dilakukannya sebagai seorang knight terhadap seorang putri.


"Saya juga berharap seperti itu Putri, orang itu segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya." Ernest berkata sambil mengambil tas ransel miliknya, dan menggantungkannya ke bahunya.


“Ayo Ernest… kita berangkat sekarang, agar kita bisa sarapan dulu sebelum masuk ke kampus hari ini.” Tira berkata sambil tersenyum, merasa senang sepagi ini dia bisa menikmati kebersamaannya dengan Ernest, dan bisa makan pagi bersama laki-laki pujaan hatinya itu.

__ADS_1


"Baik Putri...." Dengan merentangkan tangannya, sebagai tanda mempersilahkan Tira untuk berjalan mendahuluinya, Ernest segera menanggapi perkataan Tira.


# # # # # # #


"Pagi Ernest...." Begitu Ernest keluar dari mobilnya, sosok Angel langsung muncul di dekatnya.


Sejak awal Angel memang tetap berada di area parkir, sengaja menunggu kedatangan Ernest di kampus, setelah dia mendapatkan infodari Janetta bahwa hari ini ada kelas yang akan diikuti oleh Ernest.


Begitu melihat mobil Ernest yang melaju masuk ke area parkiran, Angel segera berjalan dengan langkah-langkah cepat untuk dapat segera mendekati Ernest.


Lebih baik aku segera pergi dari sini daripada melihat kemesraan mereka. Lagipula, apa sih maksud Ernest membalas sikap Angel dengan sikap ramah seperti itu? Apa dia tidak tahu kalau Angel sengaja mencari-cari perhatian padanya? Apa Ernest suka dengan tipe gadis manja dan centil seperti Angel? Dasar laki-laki, memang seperti kucing yang tidak akan tahan jika ada ikan asin tersedia di hadapannya.


Tira mengomel dalam hati, sampai akhirnya dia sadar bahwa dia sebenarnyat tidak berhak marah kepada Ernest, karena untuk saat ini, dia bukanlah siapa-siapa bagi Ernest.

__ADS_1


Hah! Kenapa aku tidak sadar diri sampai marah-marah tidak jelas? Mau Angel bertindak seperti apa kepada Ernest, tidak ada hubungannya denganku, karena Ernest juga bukan kekasih atau suamiku.


Tira berkata dalam hati sambil melangkah menjauh dari posisi Ernest dan Angel berdiri, tanpa menyadari kalau sepasang mata indah milik Ernest, terus mengawasinya dengan diam-diam, dengan tatapan penuh cinta.


"Ernest... bagaimana kondisimu dengan berita hebohmu dan Tira di media sosial kampus yang muncul kemarin malam secara tiba-tiba? " Angel berkata sambil dengan santainya berniat melingkarkan tangannya ke lengan Ernest, yang untungnya dengan kesigapan yang dia miliki karena sudah begitu terlatih, dengan cepat Ernest menggeser tubuhnya dan mengangkat tangannya ke atas, berpura-pura merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya.


Hal itu membuat mau tidak mau, Angel kembali menarik tangannya, mengurungkan niatnya untuk melingkarkan tangannya ke lengan Ernest.


"Sebenarnya, aku cukup kaget melihat foto-foto itu. Bukannya Tira selama ini dikenal sebagai gadis yang tidak banyak tingkah dan tidak pernah membuat masalah dengan orang lain? Aku harap dia baik-baik saja dan tidak merasa stress karena foto-foto yang memojokkannya itu. Apa kamu tahu apa pendapat Tira tentang itu?" Angel segera mengalihkan pertanyaannya begitu melihat Ernest yang berusaha menjaga jarak dan menolaknya, meskipun dengan cara yang cukup halus dan tidak menyinggung perasaan.


Angel, kamu adalah salah satu tersangka yang menyebarkan foto-foto itu, tapi masih berani berpura-pura simpati terhadap kondisi putri setelah foto-foto yang berusaha menjatuhkan nama baiknya itu bermunculan di depan banyak orang.


Ernest berkata dalam hati sebelum menjawab pertanyaan Angel, karena kemarin sebelum dia bersama Edi dan Steven melakukan pengamatan rekaman cctv ke arah loker mahasiswa yang masih berjalan normal, mereka sempat membahsa tentang bagaimana Angel dan Janetta yang sempat melakukan pertemuan secara diam-diam.

__ADS_1


"Tira adalah gadis yang terlihat lembut, tapi dia memiliki karakter yang sangat kuat. Hanya dengan foto-foto yang bahkan tidak bisa membuktikan apapun juga, mana mungkin Tira akan terpengaruh oleh hal-hal seperti itu." Ernest menjawab pertanyaan Angel dengan sikap tetap tenang dan wajah tetap terlihat ramah, tidak menunjukkan bahwa sebenarnya saat ini Ernest merasa tidak nyaman dengan sikap Angel yang bermuka dua di depannya.


"Tira adalah gadis yang sangat populer di kampus ini. Tidak heran kalau keberadaannya selalu menjadi pembicaraan oleh banyak orang. Dan diantara orang-orang yang membicarakan tentang dia, pasti ada yang mengaguminya, dan pasti juga ada yang membencinya. Tapi dia adalah gadis yang tangguh. Hal seperti itu, tidak akan membuatnya terpancing." Ernest kembali melanjutkan kata-katanya, membuat Angel yang awalnya ingin memancing kebencian dan rasa tidak percaya Ernest kepada Tira, jadi terlihat salah tingkah.


__ADS_2