
Maaf Ernest, aku sudah berada di tempat parkir kantor polisi, nanti aku akan mengirimkanmu pesan lagi setelah urusanku di kantor polisi selesai.
Tira mengirimkan pesan terakhirnya tepat sebelum Evan menghentikan mobilnya.
Begitu Evan turun dari mobil, tampak dua orang yang tiba-tiba mendatangi mobil mereka dengan tergopoh-gopoh.
“Ah, selamat siang Tuan Evan dan Tuan Enzo….” Dengan sikap hormat, salah satu dari dua orang itu langsung menyapa Evan dan Enzo, diikuti oleh orang di sampingnya, yang menganggukkan kepalanya dengan sikap tidak kalah hormatnya meskipun tidak mengucapkan apapun kepada Evan dan Enzo.
“Senang bisa bertemu dengan Anda secara langsung Tuan Evan dan Tuan Enzo.” Orang yang menyapa mereka dengan hormat itu kembali berkata sambil mengulurkan tangannya, untuk menjabat tangan Evan, dan selanjutnya ganti menjabat tangan Enzo, lalu melirik ke arah Tira yang berdiri agak jauh di belakang Enzo, seolah sedang berlindung di balik tubuh Enzo.
“Apa nona cantik itu adalah nona Tira?” Laki-laki itu langsung bertanya dengan wajahnya yang terlihat tersenyum ramah ke arah Tira.
“Iya, benar Tuan Kevin, dia adalah sepupu kami Tira, yang beberapa lama ini sudah mengalami teror dari Robin yang sekarang sudah diamankan pihak kepolisian.” Enzo langsung menjawab pertanyaan laki-laki yang dipanggil Kevin oleh Enzo.
“Tira, tuan Kevin ini akan menjadi pengacaramu untuk membantu dan mewakilimu menyelesaikan masalahmu dengan Robin.” Evan memberikan penjelasan pada Tira yang masih memilih diam sambil mengamati keadaan.
“Selamat siang Nona Tira, senang bertemu dengan Anda.” Kevin langsung menyodorkan tangannya ke arah Tira, begitu mendengar Evan sudah memperkenalkannya secara resmi kepada Tira.
Tira sedikit terpaku untuk sesaat karena sosok Kevin yang dikenalnya sebagai pengacara paling hebat di duni yang dia tahu, dan rekeam jejaknya dalam karirnya, dianggap sebagai pengacara yang selalu bekerja dengan totalitas penuh, dan seringkali bisa menemukan bukit-bukti yang kadang begitu sulit untuk bisa ditemukan oleh pengacara lain.
Satu hal yang membuat nama Kevin begitu dikenal dan dikagumi, karena sebagian besar klien yang dibelanya adalah posisi korban.
__ADS_1
Jarang sekali dia mau membela seorang terdakwa, karena sejak awal dia menjadi seorang pengacara, dia memang ingin menjadi pengacara yang membela korban, agar korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, dan terdakwa mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan buruk yang dilakukannya pada korban.
Bahkan jika Kevin menemukan bukti atau tanda-tanda bahwa korban bukanlah korban yang sebenarnya setelah mempelajari berkas dari sebuah kasus, Kevin akan dengan serta merta menolak untuk menjadi pengacara orang tersebut, dan mundur dari kasus itu.
Karena itu, meskipun biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar seorang Kevin tidaklah murah, tapi banyak orang yang mencari Kevin saat mereka mendapatkan kasus, dan tidak segan-segan merogoh kantong mereka untuk membayar Kevin dan memintanya agar menangani kasus mereka.
Di samping itu, Kevin dikenal dengan jiwa sosialnya yang besar, dimana saat korban yang dia bela, bukanlah orang yang mampu membayarnya, dia akan menjadi seorang pengacara yang bahkan rela untuk tidak dibayar, asal korbannya bisa mendapatkan keadilan atas kasusnya, hal yang saat ini boleh dibilang hampir tidak bisa ditemui pada pengacara lain, apalagi pengacara kelas dunia seperti dia.
Ah, ternyata Enzo maupun Evan, sudah dengan begitu cepat menyiapkan semuanya, termasuk pengacara sekaliber dunia seperti tuan Kevin untuk membantuku. Pasti kak Alvero juga ikut campur dalam masalah ini. Kalian semua… sungguh sangat perduli padaku….
Tira berkata dalam hati dengan hati yang terasa begitu haru, bahkan membuat dadanya bergetar dan hampir menangis begitu dia menyadari bagaimana perduli dan sayangnya semua saudara-saudaranya, sambil tangannya menyambut uluran tangan Kevin.
“Aku belum melakukan apapun untukmu Nona. Semoga aku bisa membantu Nona memenangkan kasus ini.” Kevin menjawab ucapan Tira dengan senyum di wajahnya.
“O ya, ini adalah asistenku, Nicholas. Dia yang akan banyak membantu kita, dan mungkin disaat-saat tertentu dia akan menjadi penghubung antara kita.” Kevin memperkenalkan pria yang sedari tadi bersamanya yang langsung menganggukkan kepalanya dengan sikap hormat begitu Kevin memperkenalkannya kepada yang lain.
“Senang bisa bertemu dengan Anda sekalian.” Tidak kalah ramahnya dengan Kevin, Nicholas menyapa Enzo, Evan dan Tira dengan ramah.
“Kalau begitu… kita bisa masuk sekarang…. silahkan…” Kevin berkata sambil merentangkan tangannya, mempersilahkan para kliennya untuk berjalan terlebih dahulu menuju kantor polisi.
# # # # # # #
__ADS_1
“Silahkan masuk ke ruang penyelidikan Nona.” Polisi yang hari ini harus melakukan investigasi tentang kasus Tira berkata sambil mempersilahkan Tira untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang ditunjukkan olehnya.
“Kak Enzo….” Dengan ragu, Tira yang seumur hidupnya baru pertama kalinya ini menginjakkan kaki di tempat yang namanya kantor polisi, terlihat gugup sehingga dia langsung memanggil nama Enzo dengan suara pelan.
“Tenang Tira, ada Kevin yang akan mendampingimu. Semuanya akan baik-baiak saja. Aku dan Evan juga akan tetap menunggumu di sini sampai urusanmu selesai.” Dengan lembut, Enzo menepuk-nepuk bahu Tira, mencoba memberikan ketenangan pada Tira yang tampak gelisah.
Mendenagar kata-kata Enzo, Tira sedikit menarik nafas panjang, sebelum akhirnya melangkah masuk ke ruangan itu diikuti oleh Kevin sebagai pendampingnya.
Begitu memasuki ruangan investigasi bersama dua orang, satu berseragam polisi, dan yang satu tampak memakai setelan jas resmi, Tira bisa merasakan bagaimana tidak nyamannya suasana ruangan itu.
Entah sudah berapa korban dan saksi yang sudah silih berganti memasuki ruangan itu, tapi aura tegang ruangan itu sungguh benar-benar terasa menyesakkan bagi seorang Tira yang tidak pernah terlibat dengan pihak kepolisian selain saat dia harus mengurus SIM ( surat ijin mengemudi) untuk dirinya dulu.
Cukup lama Tira menjalani pemeriksaan, lebih dari 2 jam, sampai akhirnya bisa keluar dari tempat itu dengan wajah terlihat sedikit lega.
“Eh, kamu sudah selesai? Apa semuanya baik-baik saja?” Enzo yang awalnya sedang melakukan panggilan telepon dari salah satu manager hotel miliknya, langsung memutus sambungan teleponnya begitu melihat Tira yang keluar dari ruang investigasi.
“Lebih baik kita bicarakan nanti, setelah kita kembali ke mansion keluarga Shaw, Enzo, karena aku yakin Alvero dan yang lain juga pasti menunggu hasil pemeriksaan hari ini.” Evan langsung menahan Enzo untuk meminta Tira menceritakan hasil penyelidikan itu.
“Oke, kalau begitu kita kembali ke mansion sekarang, Terimakasih untuk bantuannya Tuan Kevin.” Enzo berkata sambil memandang ke arah Kevin yang sedang membisikkan sesuatu kepada asistennya Nicholas, untuk membuat laporan tentang kasus Tira ini.
“Ah, ya Tuan Enzo, hari ini kamu akan langsung mengerjakan hasil pertemuan polisi dengan nona Tira, dan besok pagi, kami pastikan semua berkas yang ada sudah sampai kepada Tuan Enzo dan Tuan Evan. Kami juga mohon pamit sekarang untuk kembali ke kantor.” Kevin langsung menanggapi perkataan Enzo.
__ADS_1