MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
RASA TERTARIK ANGEL PADA ERNEST


__ADS_3

"Kenapa hanya aku di sini yang siap dengan makananku? Apa kalian tidak ada reencana untuk makan siang?" Pertanyaan Ernest membuat Anna dan Angel langsung bangkit dari duduknya, membuat Tira melirik ke arah mereka dengan senyum geli.


"Ayo Tira, kita pesan makanan kita terlebih dahulu." Dengan bersemangat, Anna mengajak Tira untuk memesan makan siang mereka, agar bisa segera kembali menikmati makan mereka di dekat Ernest.


"Kami pesan makan siang kami dahulu, tolong jaga kusi kami ya." Angel berkata dengan suara yang sengaja diucapkannya dengan lembut, dan ditanggapi oleh Ernest dengan sebuah acungan jempol, membuat Angel tersenyum senang.


"Tira...." Angel yang sibuk menatap Ernest sebelum pergi, tiba-tiba menarik pergelangan tangan Tira yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya.


"Tira, sepertinya Ernest sengaja mendekati kita karena ada kamu yang berasal dari negara yang sama dengannya. Setelah ini bagaimana kalau setiap makan siang kita bersama saja, agar bisa mengajak Ernest juga makan bersama kita.” Tanpa malu dan ragu, Angel langsung meminta Tira untuk menemaninya makan siang agar bisa dekat dengan Ernest.


Sebelum menjawab pertanyaan Angel, Tira sedikit menoleh ke arah Ernest yang ternyata sedang menatap ke arah mereka, dan langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan sikap hormat begitu melihat Tira yang sedang menatap ke arahnya.


Hah...


Ernest hanya bisa mendesss...sah dalam hati begitu Tira sudah tidak lagi memandang ke arahnya.


Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya setiap kali perasaannya yang terasa teraduk-aduk ketika melihat sosok Tira.

__ADS_1


Getaran dalam dada Ernest, semakin hari semakin kuat dan dia mulai sadar bahwa dia semakin sulit untuk menahan dan mengendalikannya.


Apa keputusanku untuk menerima perintah dari yang mulia Alvero menjadi pengawal pribadi putri Tira adalah sebuah kesalahan besar seperti yang dikatakan Erich padaku?


Ernest berkata dalam hati sambil menatap ke arah makan siangnya dengan tatapan sedikit kosong karena melamun.


"Tidak masalah, jika ada kesempatan, kita bisa menikmati makan siang bersama jika kita sama-sama luang." Tira berkata sambil mengambil satu puding dan meletakkannya di nampan yang sedang dipegangnya.


Ih, si Tira, kenapa juga dia bersikap begitu baik pada Angel yang jelas-jelas ingin berpura-pura baik padanya karena ada maunya?


Anna berkata dalam hati dengan sikap protesnya karena dia tahu orang seperti Angel itu.


(Serlok atau singkatan dari share lokasi (location) merupakan salah satu fitur di WhatsApp untuk mengetahui keberadaan atau lokasi pengguna akun. Namun, orang lain dapat mengetahui lokasi Anda hanya jika Anda membagikan lokasinya).


"Maaf, akhir pekan ini aku sudah ada rencana bersama dengan Anna." Dengan sikap lembut Tira menolak ajakan Angel.


"O... ajak saja Anna bersamamu, alihkan saja acara kalian ke tempatku." Angel berkata sambil melirik ke arah Anna, yang sebenarnya sangat enggan Angel berhubungan dengan Anna jika bukan karena Anna adalah sahabat Tira yang bisa dia manfaatkan untuk mencapai keinginannya.

__ADS_1


Sayangnya, Anna bukan gadis bodoh yang tidak bisa membaca niat tersembunyi dari Angel.


"Maaf, urusanku dengan Tira sudah jauh-jauh hari kami rencanakan, jadi sulit untuk mengubahnya. Mungkin lain kali jika ada kesempatan kita bisa join." Dengan sikap percaya diri Anna langsung menanggapi perkataan Angel.


"Begitu ya?" Dengan wajah kecewanya Angel akhirnya hanya bisa pasrah menerima penolakan Anna.


"Kalau begitu, aku akan pergunakan kesempatan emas hari ini untuk mengundang Ernest secara pribadi. Semoga dia mau bergabung." Angel berkata sambil tersenyum dengan wajah penuh harap, membuat Anna menggeleng-gelengkan kepalanya tanda merasa heran dengan sikap percaya diri Angel terhadap Ernest.


Cih... apa dipikirnya semua pria pasti tertarik padanya? Apa dia tidak sadar, kalau Tira jauh lebih cantikd aripada dia? Apalagi Tira adalah orang yang lembut dan baik hati. Pasti lebih banyak pria yang tertarik pada Tira daripada si sombong Angel itu.


Anna berkata dalam hati dan tanpa permisi langsung membawa nampan berisi makan siangnya ke meja temapt mereka duduk tadi, sengaja mendahului Tira dan Angel, karena malas berurusan dengan Angel.


Ernest yang melihat Anna menarik kursinya dengan sikap tidak sabar, dan juga meletakkan nampan makanannya dengan sedikit kasar karena sedang kesal, hanya meliaht ke arah Anna tanpa berusaha bertanya apa yang sudah terjadi, karena setelah itu mata Ernest melirik ke arah Tira yang sedang berjalan beriringan dengan Angel menyusul Anna.


"Tira, apa Orangtua Ernest merupakan orang yang kaya di Gracetian sana?" Angel yang sengaja memperlambat gerakan kakinya berusaha mengorek informasi tentang Ernest dari Tira.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tira langsung balik bertanya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak lihat, kalau apa yang dikenakan oleh Ernest, dari pakaian, sepatu, tas ransel dan juga jam di tangannya semuanya adalah barang branded? Semuanya barang-barang mahal dari merk terkenal." Angel berkata sambil menatap ke arah Ernest tanpa bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada laki-laki tampan itu, dan keinginannya untuk bisa memiliki hubungan khusus dengan Ernest, terutama dalam hal hubungan asmara.


__ADS_2