
“Jika hal seperti itu terjadi, maka kamu memerlukan tambahan sistem pengawasan dan penjagaan di sekitar Tira, dan mungkin kamu membutuhkan tambahan personil untuk itu. Selagi yang mulia Alvero ada di sini, mungkin kita bisa membicarakan ini, dan meminta beberapa tambahan pengawal untuk bisa mengawal Tira secara diam-diam, terutama di lingkungan kampus, yang menurutku adalah tempat paling berbahaya, karena Tira menghabiskan waktu cukup banyak di sana, dan Luis Anston juga ada di tempat yang sama.” Evan berkata dengan dahi terlihat sedikit mengernyit karena berpikir.
“Duke Evan, saya bisa menjaga putri dengan baik selama di kampus, jika itu yang Duke Evan khawatirkan.” Sanggahan Ernest membuat Evan tersenyum, karena itu menunjukkan bagaimana besarnya rasa tanggung jawab Ernest terhadap Tira dan itu mencerminkan bagaimana besarnya rasa cinta Ernest pada Tira.
“Aku yakin kamu akan mampu menjaga Tira dengan baik selama dia berada di kampus, tapi tidak ada salahnya kita menyiapkan bantuan beberapa orang untuk membantu mengawasi pergerakan Luis selama di kampus. Tetap memastikan keselamatan Tira adalah fokus utamamu, dan aku yakin itu tidak bisa dikerjakan secara bersamaan dengan mengamati pergerakan Luis yang mencurigakan selama di kampus. Apalagi jika Luis menyiapkan rencananya di lokasi yang letaknya jauh berbeda dengan posisi kalian berada, sehingga jauh dari jangkauan matamu.” Evan kembali memberikan penjelasan kepada Ernest tetnang detail rencananya, kenapa dia meminta Ernest menambah personil orang-orang di sekitar Tira selama di kampus.
“Lakukan yang terbaik sebagai kekasih Tira, tunjukkan kemesraan yang akan membuat Luis semakin sakit hati, sehingga dia menjadi tidak sabar dan cepat bertindak, dan dari sisi kita, kita siapkan banyak orang untuk mengamati pergerakannya, sehingga semakin cepat kita menemukan bukti pergerakannya, dan bisa membuatnya tertangkap dengan cepat.” Evan yang tidak ingin berlama-lama membiarkan sosok Luis bebas di luar sana, menjelaskan dengan detail rencananya kepada Ernest.
“Masih ada beberapa hari lagi sebelum kami kembali ke Gracetian, sehingga aku bisa meminta bantuan yang mulia Alvero untuk meminjamkan beberapa orang yang kami bawa untuk menyusup ke dalam kampus. Kemungkinan terburuk, kalau sampai pada waktunya kami harus kembali ke Gracetian, paling tidak di sini adalah negara dimana keluarga Shaw memiliki pengaruh besar, dan banyak orang ayng merupakan pengawal dari keluarga ini. Dave pasti tidak akan keberatan untuk meminjamkan beberapa orang miliknya untuk membantumu jika diperlukan.” Semua penjelasan tentang rencana Evan, membuat Ernest tersenyum kagum karena begitu detailnya Evan membuat rencana tentang bagaimana membuka kedok Luis secepat mungkin.
“Terimakasih untuk semua rencana yang sudah Anda susun Duke Evan. Saya akan mengikuti semua saran dari Duke Evan untuk saya.” Sambil tersenyum Ernest berkata kepada Evan.
“Seperti kataku, tidak perlu merasa sungkan. Kalau begitu, setelah ini aku akan membicarakan rencana kita ini kepada Alvero.” Evan berkata sambil bangkit dari duduknya, disusul oleh Ernest yang ikut bangkit juga dari duduknya.
__ADS_1
“Sekali lagi, terimakasih untuk semuanya, bantuan Duke Evan, juga semua nasehat Duke Evan untuk saya. Saya mewakili putri Tira juga, karena dia pasti akan sangat berterimaksih juga kepada Duke Evan karena hal ini….”
“Tidak masalah Ernest, apa yang aku lakukan sebenarnya bukan sesuatu yang besar, karena aku yakin dengan kemampuanmu, kamu juga bisa menyelesaikan masalah ini, aku hanya membantu mempersingkat waktu pengerjaannya saja, supaya setelah ini kamu bisa fokus untuk memikirkan hubunganmu dengan Tira. Selamat menikmati indahnya jatuh cinta.” Evan langsung memotong perkataan Ernest.
“O, ya, tolong sampaikan pada Tira, agar dia menghubungi Alaya hari ini. Sepertinya akibat dia sudah terlalu sibuk karena memiliki seorang kekasih, dia jadi lupa bahwa sejak kemarin, dia sudah berjanji untuk melakukan video call dengan Alaya. Kamu tahu sendiri, istriku itu bukan orang yang sabar dalam hal menunggu, jadi dia sudah ribut memintaku menyampaikan pesannya jika aku ada kesempatan untuk bertemu dengan Tira.” Permintaan Evan padanya membuat Ernest tersenyum.
Karena sebenarnya sebentar lagi justru Evan yang akan bertemu dengan Tira yang sekarang sedang bersama Alvero dan yang lain, tapi Evan dengan sengaja meminta Ernest untuk menyampaikan pesan Alaya kepada Tira, seolah Evan tahu kalau setelah ini, Ernest pasti akan saling berkirim pesan dengan Tira dan menceritakan apa yang sudah dibicarakannya dengan Evan barusan.
“Kalau begitu, aku bisa tenang malam ini, karena Alaya tidak akan lagi terus merengek padaku untuk mencari Tira dan menyampaikan pesannya.” Evan berkata sambil berlalu pergi, meninggalkan Ernest yang masih berdiri terpaku di tempatnya.
Duke Evan… laki-laki itu, sungguh adalah orang yang sangat mengagumkan. Aku merasa sungguh beruntung pernah memiliki kesempatan berlatih bersama di Renhill waktu itu, dan menjadi dekat dengannya. Semoga Tuhan selalu menjagai anda dan duchess Alaya, kalian berdua adalah orang-orang hebat yang sangat baik padaku.
Ernest berkata dalam hati sambil melihat ke arah sosok Evan yang menjauh, dan Ernest tampak beberapa kali menghela nafasnya, sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu setelah sosok Evan semakin tidak terlihat oleh pandangan matanya.
__ADS_1
# # # # # # #
“Apa yang kalian bicarakan berdua tadi? Kenapa begitu lama?” Pertanyaan Erich yang diucapkannya tanpa adanya senyum di wajahnya, membuat Ernest hanya bisa dengan cepat berusaha menyunggingkan senyum ke arah Erich.
“Duke Evan membicarakan tentang rencana agar bisa segera membuat Luis tertangkap….”
“Luis? Luis Anston? Memang kenapa kita harus menangkapnya?” Erich langsung bertanya dengan dahi mengernyit.
“Karena dia kami curigai sebagai pelaku teror kepada putri Tira dan….” Ernest menjawab pertanyaan Erich sambil melepaskan pakaiannya, bersiap untuk mengganti pakaiannya.
“Bagaimana mungkin? Robin kan sudah tertangkap? Apakah hasil penyelidikan menemukan fakta bahwa Luis ada di balik semua itu?” Erich yang awalnya tadi hanya sekedar bertanya ketika pertama kali Ernest masuk ke kamar yang ditempatinya, kali ini dia bertanya dengan wajah terliaht begitu serius.
“Tidak, tapi peneror putri selama ini, adalah mereka berdua, dan mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri-sendiri.” Jawaban Ernest membuat Erich terdiam karena cukup kaget mendengar penjelasan Ernest yang baginya sangat tidak terduga.
__ADS_1