MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
TANPA SADAR, MULAI MERASA DEKAT


__ADS_3

"Kamu benar-benar beruntung Erich, karena setahuku, dari cerita kak Ornado dan kak Dave, kak Alvero bukanlah orang yang mudah dihadapi. Bahkan tidak banyak orang yang bisa dekat dengannya. Tapi kamu berhasil membuat kak Alvero melakukan hal seperti itu untukmu. Sungguh beruntung...." Evelyn berkata sambil terus menyungingkan senyum di bibirnya, karena baginya, masih sulit untuk dipercaya mengetahui bagaimana Alvero yang dikenal dingin, dan tidak mudah perduli dengan orang lain mau bertindak sejauh itu hanya untuk pengawal pribadinya, yang merupakan anak buahnya.


Memang Evelyn pernah mendengar bahwa Alvero sebenarnya adalah orang yang baik hati, dan perduli dengan orang-orang yang dekat dengannya, tapi sifatnya tertutup dengan sifat keras kepala dan arogannya, karena Eliana yang memperlakukannya dengan buruk, sehingga di tidak mudah percaya dengan orang lain, dan sangat menutup diri, bersikap waspada kepada siapapun juga.


Untungnya kehadiran Deanda dalam kehidupan Alvero, berhasil membuat sedikit demi sedikit, Alvero mau kembali membuka hatinya untuk orang lain, dan menjadi perduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Semuanya karena kebaikan yang mulia Alvero. Saya sudah banyak berhutang budi kepada yang mulia Alvero, bahkan sejak saya dipilih menjadi calon pengawal pribadi yang mulia saat masih menjadi putra mahkota Gracetian." Erich berkata sambil menghela nafasnya.


Dari dasar hatinya yang paling dalam, Erich memang merasa begitu berhutang budi pada Alvero, dan rela melakukan apapun untuk Alvero yang sudah membuatnya bisa hidup dengan menikmati semua yang dia miliki saat ini.


Hal -hal istimewa, yang tentu saja tidak sembarang orang bisa mendapatkannya seperti Erich dan Ernest.


"Aku sempat mendengar, kalau sebenarnya Ernest adalah yang dipilih menjadi pengawal pribadi kak Alvero pada awalnya. Apa itu benar?" Tira yang tiba-tiba merasa penasaran langsung bertanya kepada Erich.


“Benar Putri. Awalnya memang hanya Ernest yang dibawa ke istana waktu itu, disiapkan sejak kecil untuk menjadi pengawal pribadi yang mulia Alvero. Akan tetapi pembantaian besar-besaran yang membianasakan hampir seluruh kampung halamanku membuat saya kehilangan semua anggota keluargaku, kecuali Ernest yang saat itu sudah berada di istana untuk menjalani pelatihan.” Baik Evelyn maupun Tira langsung terdiam mendengar cerita Erich, yang tidak menceritakan secara detail kejadian hari pembantai yang dilakukan oleh Eliana tersebut, tapi dari wajah Erich, baik Evelyn maupun Tira bisa merasakan kesedihan yang mendalam yang sudah dialami oleh Erich.


“Ketika pihak kerajaan mendengar tentang apa yang sudah terjadi pada desa tempat saya tinggal, yang mulia Vincent memutuskan untuk membawa saya juga ke istana, dan berlatih bersama dengan Ernest untuk menjadi pengawal pribadi yang mulia Alvero. Saat itu menurut info yang saya dengar, yang mulia Vincent tidak ingin saya dikirim ke panti asuhan. Beliau yang bersimpati dengan kondisi saya memilih untuk membuat saya memiliki keluarga baru di istana Gracetian, bersama dengan para penghuni istana.” Setelah menghentikan kata-katanya, Erich tampak diam termangu, karena ingatan tentang hari pembantaian yang terjadi di desanya waktu itu, masih begitu diingat dengan jelas dalam pikiran Erich, yang menimbulkan trauma yang cukup dalam baginya.

__ADS_1


Untung saja, Ernest sebagai satu-satunya kerabat yang tertinggal bagi Erich, selalu memberikan dukungan penuh pada Erich.


Sifat hangat dan perhatian yang dimiliki oleh Ernest, meski lambat, pada akhirnya bisa membuat Erich tetap bertahan hingga saat ini, ditambah lagi dengan kehadiran Cleosa sebagai gadis yang sangat dicintai dan mencintainya, membuat hati Erich tidaklah sekeras dulu.


Ditambah lagi keberadaan nyonya Rose sebagai orang yang sudah merawat Alvero sejak lahir, memang dekat dengan kedua pengawal kembar milik Alvero itu.


Seringkali nyonya Rose yang bertanggungjawab terhadap makan dan minuman Alvero memberikan makanan-makanan enak untuk Erich maupun Ernest atas ijin Alvero, sehingga mereka bisa menikmati suguhan makanan yang boleh biasanya hanya bisa didapatkan di meja makan istana, yang dikonsumsi para pangeran dan putri, juga raja dan permaisuri yang tinggal di istana, yang tidak mungkin bisa dinikmati oleh pengawal atau pelayan yang bekerja di istana.


Meskipun untuk itu, dulunya nyonya Rose seringkali mendapatkan kemarahan dari Eliana saat dia ketahuan telah memperlakuan Erich dan Ernest dengan lebih istimewa dibandingkana dengan yang lain.


Dan pada akhirnya, baik Ernest maupun Erich, merasakan bagaimana memiliki keluarga yang hangat karena rasa perduli dan perhatian nyonya Rose pada mereka berdua.


Kenapa… tiba-tiba saja aku bisa dengan begitu santainya menceritakan masa laluku yang menyedihkan kepada putri Tira? Padahal aku hampir tidak pernah berbincang-bincang dengan putri Tira selama ini? Sifat lembut dan perhatiannya kepada orang lain yang membuat orang merasa nyaman berada di dekatnya, dan tanpa sadar meraasa dekat dengannya…. Apa itu yang selama ini sudah membuat Ernest jatuh cinta pada Putri Tira?


Erich bertanya-tanya kepada dirinya sendiri dalam hati, merasa kaget dengan dirinya sendiri yang biasanya tidak dengan mudah bercerita kepada orang lain tentang dirinya, tapi di depan Tira, bahkan bibirnya terus berbicara tentang apa yang pernah dialaminya selama ini.


Tanpa disadari oleh dirinya sendiri tiba-tiba Erich merasa dekat dengan Tira, tapi dengan cepat dia langsung memaki dirinya sendiri karena sudah berbicara pada Tira dan Evelyn, selayaknya teman dekat dengan mereka.

__ADS_1


“Sudah cukup cerita sedihnya Erich, sebaiknya ceritakan hal yang membahagiakan saja untuk saat ini….” Evelyn berkata sambil menghapus airmata yang timbul di sudut-sudut matanya.


“Eh?” Tira yang tidak menyangka kalau cerita Erich pada akhirnya membuat Evelyn terharu dan meneteskan airmatanya langsung tersenyum dan menepuk-nepuk pelan punggung Evelyn.


Evelyn yang selalu ceria, dia juga adalah gadis yang begitu mudah terbawa emosi dan terharu dengan cerita yang baginya terdengar menyedihkan.


Gadis yang sangat ahli dalam membuat kue itu, paling tidak bisa menahan airmatanya saat di merasa terharu dan sedang bersimpati pada seseorang karena apa yang pernah dialaminya, sehingga cerita Erich secara otomatis, membuat dirinya tidak bisa menahan tangis harunya.


Erich yang melihat bagaimana Evelyn yang tiba-tiba menangis karena ceritanya, terlihat kaget dan wajahnya langsung berubah canggung, karena tidak menyangkan kalau Evelyn akan bersimpati dan terharu karena cerita kehidupannya di masa lalu.


“Jangan menangis. Kalau kamu menangis, bisa-bisa Erich akan merasa bersalah, dan kak Leo bisa-bisa melabrakku dan Erich karena sudah berani membuatmu menangis.” Perkataan Tira akhirnya membuat Evelyn tersenyum dan menghentikan tangisnya.


“Maaf ya, aku memang cengeng. Aku paling tidak bisa mendengar cerita menyedihkan seperti yang dialami oleh Erich.” Evelyn berkata sambil melebarkan senyumnya.


“Kita bicarakan hal lain saja, yang tidak terdengar menyedihkan. Benar kan Erich?” Kata-kata Tira membuat Erich langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju, karena dia juga merasa tidak enak hati jika harus melihat Evelyn terus berwajah sedih dan terharu seperti saat ini.


Sekarang… apakah sudah waktunya untuk aku bisa berpamitan pergi meninggalkan putri dan nona Evelyn? Kalau aku terus disini, rasanya akan semakin canggung. Apalagi kalau nantinya mereka mulai bertanya tentang hal-hal yang tidak bisa aku jawab, atau membuatku merasa tidak nyaman untuk menjawab pertanyaan itu? Tapi bagaimana caranya berpamitan kepada mereka? Alasan apa yang bisa aku gunakan untuk bisa pergi dari sini?

__ADS_1


Erich berkata dalam hati dengan otak berpikir keras, agar dia bisa segera menghilang dari tempat ini.


“Ide bagus Tira, jadi apa yang bisa kita bicarakan sekarang? Bagaimana kalau….” Evelyn menggantung apa yang dikatakannya sebentar, sambil melirik Erich dengan senyum yang lebih mirip dengan seringai di wajah cantiknya, membuat firasat buruk tiba-tiba memenuhi pikiran Erich karena cara Evelyn menatapnya saat ini sungguh terlihat mencurigakan baginya, dan instingnya mengatakan kalau dia tidak akan memiliki kesempatan untuk berpamitan dan pergi menghilang dari dekat kedua gadis cantik itu sekarang ini.


__ADS_2