MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MEMBAGI TUGAS PENCARIAN


__ADS_3

Jika Erich tidak segera mematikan saluran listrik itu, dia tahu resiko besar yang akan terjadi yang bisa membuat misinya dan Ernest gagal total.


Mau tidak mau sebentar lagi orang di rumah itu pasti akan ada yang menyadari kalau beberapa dari kamera cctv yang ada di sana tiba-tiba rusak dan tidak berfungsi, terutama di bagian depan rumah yang menghadap kea rah pintu masuk, karena Ernest dan Erich sudah menghancurkannya tadi.


Pastinya itu akan membuat kecurigaan bahwa sedang ada orang yang berusaha menyabotase cctv itu, sehingga Erich berusaha agar akses mereka ke cctv segera diputus olehnya.


Begitu listrik terputus, ditandai dengan matinya semua lampu yang ada di sekitarnya, Ernest segera mengarahkan jempol tangannya kepada Erich, yang langsung menganggukkan kepalanya, dan berjalan dengan hati-hati sekaligus waspada, berusaha mencari lokasi tempat kerja dan juga kamar dari Theo, yang mereka tahu, hari ini sedang ada urusan bisnis yang membuatnya harus pergi keluar kota.


Apalagi Theo sedang pergi bersama dengan istri dan anak-anaknya, sehingga membuat pergerakan Erich dan Ernest semakin leluasa di rumah itu.


Tanpa mengucapkan kata-katanya, Erich segera menggerakkan jari telunjuknya ke arah sebuah ruangan kepada Ernest, setelah dia melihat melalui tampilan hologram 3 dimensi dari jam tangan yang diberikan Ornado, bahwa ruangan yang sedang ditunjuknya saat ini adalah ruang kerja Theo, sehingga Ernest dengan cepat bergerak ke arah yang ditunjukkan Erich kepadanya.


Alat yang diberikan oleh tuan Ornado pada kami benar-benar banyak membantu kami. Membuat moisi penyusupan malam ini terasa begitu mudah dan bisa dengan cepat dilakukan. Kemampuan tempur dan kecanggihan teknologi dari tuan Ornado memang tidak perlu diragukan lagi. Dan beruntungnya orang sehebat tuan Ornado adalah sahabat dekat yang mulia Alvero.


Ernest berkata dalam hati sambil bergerak cepat ke arah pintu ruangan yang ditunjukkan oleh Erich tadi.

__ADS_1


Dengan gerakan pelan, tangan Ernest yang menggunakan sarung tangan untuk menghindari tertinggalnya sidik jarinya di rumah itu, Ernest mencoba membuka pintu ruangan itu, yang ternyata dalam posisi tertutup rapat karena dikunci.


Sekilas Ernest melihat sistem penguncian lackboat pada pintu di depannya, dengan cepat Ernest mengeluarkan seutas kawat berukuran pendek dari saku jaketnya, dan mulai berusaha membuka kunci pintu itu.


(Sistem penguncian latchbolt adalah sistem penguncian dengan jenis baut yang memuat pegas dan memiliki satu ujung miring, dan ujung miringnya menghadap ke arah Anda, Anda dapat mengaitkannya dengan gantungan kawat untuk dapat membukanya tanpa adanya kunci).


Dengan gerakan cepat, Ernest membengkokkan kawat ini menjadi sebuah pengait dan memiliki pegangan yang cukup panjang. Lalu, dengan gerakan hati-hati, dia memasukkan pengait tadi ke sebuah celah yang ada di antara kusen dan tepi pintu.


Setelah gantungan kawat ini ada dalam posisinya, Ernest memegang menggunakan satu tangan dan tangan lain memegang gagang pintu.  Setelah itu Ernest memutar ke arah kenop. Kemudian, dia tarik gantungan tadi ke arah posisinya.


Begitu berada di dalam ruangan itu Ernest segera bergegas ke arah sebuah meja besar yang merupakan meja kerja Theo, dan mulai membuka-buka laci, rak dan juga lemari yang ada di ruangan itu dan dengan teliti mencari adanya tanda-tanda benda yang bisa menjadi petunjuk tentang siapa Theo sebenarnya dan apa hubungannya dengan Eliana.


Entah itu berupa benda ataupun berkas-berkas, Ernest berusaha menelitinya dengan baik.


Sedang Erich sendiri, segera mencari keberadaan kamar milik Theo, berharap agar dia bisa mencari suatu tanda, bukti dan hubungan antara Theo dan Eliana, sehingga hatinya bisa lebih tenang.

__ADS_1


Apapun yang berkaitan dengan Eliana, entah itu berupa benda atau seseorang, Erich ingin memastikan agar itu semua, tidak bisa membuat kekuasaan Eliana bangkit kembali di kerajaan Gracetian.


Dengna setiap kekejaman yang sudah pernah dilakukan oleh Eliana terhadap orang-orang yang dia kenal dan juga yang dia tahu, membuat Erich paling khawatir jika sosok Eliana, atau orang dengan karakter seperti Eliana kembali bangkit dan menguasai Gracetian seperti waktu itu.


Meskipun statusnya hanyalah seorang wanita perebut suami orang waktu itu, tapi dengan kelicikannya dia bisa membuat dirinya berkuasa selama bertahun-tahun di balik sosok Vincent sebagai raja yang dia jadikan tameng dan menyembunyikan semua kejahatannya.


# # # # #


Ernest yang sedang membuka-buka tumpukan berkas yang ada di ruangan kerja Theo, baik di laci, rak atau lemari yang ada disana tampak menghela nafas panjang begitu menyadari sampai saat ini dia belum menemukan sesuatu yang cukup menjadi petunjuk hubungan antara Theo dan Eliana.


Mata Ernest menatap ke sekeliling ruangan itu sampai matanya menatap ke arah sebuah lukisan yang terpasang sedikit miring di salah satu sudut ruangan itu, membuat rasa penasaran langsung memenuhi hati Ernest, dan tanpa sadar Ernest langsung berjalan ke arah lukisan itu dan ingin mengamatinya dari dekat.


Dengan mata menatap tajam, Ernest yang berdiri tepat di hadapan lukisan itu terdiam dan pada akhirnya menelan ludahnya sendiri begitu menyadari siapa yang tergambar pada lukisan itu, lukisan seorang wanita muda cantik yang sedang menggendong seorang bayi mungil yang tampak menggemaskan.


Meskipun dalam lukisan itu tatanan rambut dan warna rambut wanita muda itu terlihat sangat jauh berbeda dengan sosok wanita yang dikenal oleh Ernest, tapi Ernest yakin sepenuhnya, bahwa wanita dalam lukisan itu adalah Eliana pada masa mudanya, apalagi wajah wanita muda itu, memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dengan Desya, putri kandung Eliana dari hasil pernikahannya yang sebelumnya, sebelum dia menjebak Vincent dan merebut posisi permaisuri dari Larena Hilmar.

__ADS_1


__ADS_2