
"Selamat ulang tahun Tira. Panjang umur dan bahagia selalu." Salah seorang gadis yang merupakan teman Desya, yang baru saja kembali setelah mereka menyusun rencana untuk mencelakakan Tira, berkata dengan senyum lebar di wajahnya, seolah-olah dia mengucapkan selamat ulang tahun itu dengan tulus dan bahagia atas ulang tahun Tira.
"Terimakasih Diana." Tira berkata sambil membalas senyuman dari Diana.
"Ah...." Diana yang menoleh ke arah samping langsung tersenyum lebih lebar begitu melihat pelayan yang sudah ditugaskan Desya untuk membawa minuman kepada Diana dan berpura-pura untuk lewat di dekat mereka tampak sedang berjalan ke arahnya.
"Pelayan...." Diana berkata sambil melambaikan tangannya kepada pelayan yang membawa nampan berisi gelas-gelas yang di dalamnya terdapat berbgai jenis minuman, termasuk jus dan minuman yang mengandung alkohol.
"Tira... demi umur panjang dan kesehatanmu, bagaimana kalau kita melakukan cheers...." Diana berkata sambil mengambil salah satu gelas berbentuk piala.
Tira yang sedang bersama dengan beberapa temannya, diantaranya adalah salah satu teman sekolahnya, yang merupakan laki-laki incaran Diana, tersenyum sambil melangkah mendekat ke arah Diana, begitu mendengar ajakan dari Diana.
"Ah, tapi aku tidak bisa minum minuman beralkohol." Dengan suara lembut Tira berkata sambil menatap ke arah Diana dengan wajah menyesal.
"Untuk melakukan cheers tidak harus dengan minuman yang sama kan? Kamu bisa meminum jus atau minuman lain yang tidak beralkohol." Diana berkata sambil memberikan tanda kepada pelayan yang membawa itu untuk mendekat ke arahnya.
"Apa kamu membawa minuman tanpa alkohol?" Diana bertanya kepada pelayan itu sambil melirik ke atas nampan, dimana ada satu gelas berisi minuman berwarna biru muda, terlihat berbeda dengan minuman lain yang ada di atas nampan yang sama.
"Ini adalah campuran jus buah bercampur dengan soda. Cocok untuk orang yang menyukai jus buah." Pelayan itu berkata sambil salah satu ujung jarinya menunjuk ke arah gelas yang dimaksudkan olehnya itu.
"Mari kita bersulang Tira, aku doakan agar semua yang terbaik terus menyertai hidupmu." Diana berkata sambil meraih gelas berisi cairan berwarana biru muda itu dan menyodorkannya ke arah Tira.
__ADS_1
"Untuk menghormati ketulusanmu, aku akan melakukan cheers denganmu. Maaf jika aku hanya bisa meminum jus ini." Tira menanggapi perkataan Diana dengan senyum manisnya.
"Ayo semua. Kita melakukan cheers untuk merayakan ulang tahun teman baik kita ini." Diana berkata kepada beberapa orang yang ada di sekitar Tira, yang langsung ikut mengangkat gelas yang ada di tangan mereka, dan sebagian langsung mengambl gela berisi minuman dari nampan yang dipegang oleh para pelayan yang tampak berlalu lalang di area tempat diadakannya pesta.
"Cheers!" Tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun, Tira dan teman-temannya secara bersamaan mengucapkan kata cheers dan saling mendekatkan gelas yang mereka pegang hingga saling beradu dan menimbulkan suara dentingan nyaring, disertai tawa ceria di wajah mereka.
Begitu mengucapkan kata cheers, dan menarik gelasnya kembali, dengan gerakan pelan dan anggun, Tira mendekatkan gelas piala di tangannya, berniat untuk meneguk minuman di dalamnya.
Bibir TIra baru saja hampir menyentuh bagian bibir gelas piala itu ketika tiba-tiba saja, dengan cepat, Ernest meraih gelas itu, merebutnya dari tangan Tira dan menjauhkannya dari Tira.
Diana dan yang lain tampak kaget melihat apa yang baru saja dilakukan Ernest sebagai seorang knight kepada Tira yang merupakan seorang putri Gracetian.
Dasar pengawal kembar yang tidak tahu diri. Apa maksudnya dia melakukan hal seperti itu? Bisa-bisanya dia merebut minuman dari tangan Tira dengan sikap tidak sopan seperti itu. Memang perusak rencana, harus diberi pelajaran ketika aku memiliki kesempatan untuk itu.
Desya menggerutu dalam hati dengan tangannya menggenggam erat gelas piala yang ada di tangannya dengan hati yang terasa panas karena amarah yang menerpa hatinya.
"Maaf atas ketidaksopanan saya Putri Tira...." Ernest berkata sambil sedikit memungkukkan tubuhnya di depan Tira, tanpa melepaskan gelas piala di tangannya.
Tira sendiri tampak bingung dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ernest, karena setahunya, pengawal pribadi kakak sepupunya itu, baik Ernest maupun Erich, adalah orang yang sopan dan tidak mungkin bertindak sekasar itu padanya.
Meskipun sosok Erich dikenal dingin dan cenderung terlihat tidak ramah, akan tetapi Tira tahu kalau Erichpun tidak mungkin bersikap kurang ajar atau tidak sopan padanya.
__ADS_1
"Kamu sangat tidak sopan! Bukannya posisimu hanya seorang pengawal di istana ini? Beraninya bersikap tidak sopan pada Tira yang merupakan seorang putri?" Diana yang merupakan salah satu anak dari seorang Baron (status bangsawan yang memiliki posisi satu tingkat di atas knight) berteriak sambil memandang Ernest dengan sikap meremehkan.
"Kenapa denganmu Ernest? Kenapa hari ini kamu bersikap aneh seperti ini?" Tira bertanya tanpa memperdulikan kemarahan Diana, yang langsung memandang rendah kepada sosok Ernest karena seragam pengawal kerajaan yang dikenakan Ernest saat ini, baginya hanyalah seorang pengawal dengan status di bawahnya, sehingga Diana merasa tidak perlu bersikap sopan pada pengawal yang sudah dianggapnya kurang ajar karena berani-beraninya membuat rencananya terganggu.
Sedang Tira sendiri, meskipun merasa kaget dan heran dengan tindakan Ernest, memilih untuk bertanya kepada Ernest dengan nada suara terdengar biasa, tidak terlihat adanya emosi pada Tira.
Ernest yang mendengar makian Diana, tampak menahan nafas sambil menegakkan tubuhnya, untuk menjawab pertanyaan lembut dari Tira yang saat itu membuat jantungnya berdetak keras, melihat bagaimana sosok gadis yang dikaguminya itu, tetap bersikap ramah dan lembut padanya, setelah dia melakukan hal yang cukup tidak sopan pada Tira.
Meskipun Ernest tahu dia melakukan semuanya itu untuk mentaati perintah dari Alvero, tapi bisa saja Tira memutuskan untuk marah, karena dia pasti tidak tahu kalau semua itu rencana adalah perintah Alvero.
Akan tetapi melihat bagaimana Tira yang memilih untuk tetap bersikap lembut padanya, membuat Ernest semakin terpesona dan jatuh cinta pada putri cantik yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh belas itu.
Desya yang awalnya berdiri tidak jauh dari sana, sedikit bergerak mendekat ke arah Tira dan Diana, untuk bisa mengamati dengan lebih jelas apa yang sedang terjadi, dan bersiap untuk ikut memarahi Ernest yang sudah membuat rencana yang dibuatnya gagal malam ini.
Ernest yang akhirnya berdiri tegak di hadapan Tira, membuat Diana yang awalnya sudah bersiap untuk mengomeli Ernest kembali langsung terdiam seribu bahasa, begitu melihat bagaimana tampan dan gagahnya sosok Ernest yang sedang berdiri di depannya saat ini.
Bagi Diana, melihat para pengawal kerajaan dengan tubuh gagah dan atletis bukanlah hal yang aneh baginya, tapi di samping gagah dan atletis, memiliki wajah begitu tampan seperti Ernest, cukup membuat Diana terkesima seketika itu juga, dan membuatnya berdiri mematung di tempatnya.
Semua kata-kata makian yang awalnya sudah siap meluncur di ujung lidah Diana, tiba-tiba hilang begitu saja, digantikan dengan bibirnya yang mendesis dengan tatapan mata kagum menatap ke arah Ernest.
Tanpa sadar, sikap Diana membuat Tira yang melirik ke arah Diana dan melihat bagaimana cara Diana menatap Ernest, menimbulkan sebuah percikan rasa tidak suka di dada Tira, meskipun saat itu, Tira tidak menyangka kalau itu adalah sebuah tanda-tanda dimana dia mulai merasakan apa itu cemburu, saat ada gadis lain yang sedang menunjukkan rasa tertariknya pada Ernest di depan matanya.
__ADS_1