MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MENGGODA ERNEST


__ADS_3

Wajah pias Ernest dengan aura terkejut setengah mati yang terliaht jelas pada wajahnya, membuat Tira ingin sekali tertawa tergelak tapi ditahannya, karena di satu sisi, pemandangan tetnang Ernest yang baru pertama kalinya dia lihat malam ini, membuat Tira justru semakin melihat bagaimana laki-laki itu terlihat tetap tampan dan mengagumkan baginya.


Aku pasti benar-benar sudah gila kalau berani menjawab iya pertanyaan atas putri Tira barusan, karena siapapun orangnya, jika dia laki-laki normal pasti bisa melihat betapa cantik dan menariknya putri Tira sebagai seorang wanita.


Kata-kata Tira langsung disambut dengan sebuah gelengan kuat-kuat dari Ernest, sambil berkata pada dirinya sendiri di dalam hati.


"Ernest... kenapa diam saja? Apa benar jawabanmu adalah iya untuk pertanyaanku tadi? Ah... sungguh menyedihkan ya ternyata nasibku. Apa aku benar-benar terlihat tidak menarik bagi orang lain?" Tira yang melihat bagaimana sulitnya Ernest menjawab pertanyaannya kembali menggoda Ernest dengan pertanyaan berikutnya.


"Eh... tidak begitu maksud saya Put...." Ernest langsung menanggapi perkataan Tira yang sudah membuka kembali pintu apartemennya.


"Kalau dilihat dari reaksimu saat ini sih, sepertinya jawabanmu memang begitu...." Tira berkata lirih dengan wajah berpura-pura bersedih.


"Bagaimana bisa Putri berkata seperti itu? Mungkin saya akan dilempar dengan batu atau telur busuk oleh orang lain kalau sampai mengatakan gadis seperti Anda tidak cantik dan menarik." Kata-kata Ernest yang berusaha dia ucapkan dengan setenang mungkin, membuat Tira tersenyum, apalagi Tira bisa melihat bagaimana beberapa kali Ernest tampak harus menahan nafasnya saat berbicara dengannya, menunjukkan dengan jelas kalau Ernest memang merasa salah tingkah dan bingung menghadapi perkataannya tadi.


Dari sikap Ernest, terlihat begitu jelas kalau dia juga tertarik bahkan mungkin menyukaiku juga. Kalau begitu, aku akan bersabar menunggu besok apa yang akan dilakukan Ernest padaku. Biarkan malam ini dia memikirkan tugasnya itu.


Tira berkata dalam hati sambil tersenyum dengan bahagianya.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu waktumu lagi Ernest. Memikirkan kejadian sepanjang hari ini cukup membuatku lelah. Aku juga akan beristirahat." Tira yang berdiri di ambang pintu berkata kepada Ernest dengan membiarkan tubuhnya sendiri menghalangi pintu apartemennya agar tidak tertutup.


Untunglah putri akan segera mengakhiri pertemuan kami hari ini, atau aku benar-benar akan semakin sulit untuk bisa menahan diri lagi saat berada di dekatnya.


Ernest berkata dalam hati begitu mendengar apa yang diucapkan oleh TIra padanya.


"Selamat malam Putri...." Ernest yang meskipun masih ingin dekat dengan Tira, dia tahu batasannya bahwa dia justru harus segera meninggalkan Tira untuk bisa mengendalikan detak jantungnya yang sudah cukup lama terus berdetak dengan ritme tidak teratur di dalam sana.


"Selamat malam Ernest...." Tira segera menjawab salam dari Ernest yang diucapkannya sambil sedikit membungkukukan tubuhnya dengan sikap hormat.


"Ya Putri...."


"Ke depannya, sesuai dengan perjanjian, kamu tidak boleh memanggilku Putri dan berbahasa formal denganku selama di Amerika, kecuali kita dalam kegiatan formal dengan orang-orang yang mengatahui tentang siapa kita di Gracetian." Ernest kembali terdiam begitu mendengar perintah Tira.


"Supaya kamu tidak lupa seperti yang barusan terjadi, sepertinya aku harus menetapkan aturan tentang hal itu." Ernest yang meskipun terdiam alis di atas matanya sedikit saling mendekat karena dahinya yang mengernyit begitu mendengar perkataan dari Tira.


"Apa maksud perkataan Putri?"

__ADS_1


"Nah kan... baru saja aku bilang, dan kamu lagi-lagi memanggilku dengan sebutan "putri" lagi." Tira berkata dengan mata terlihat sedikit melotot dengan sikap menghaikimi Ernest yang kembali diam tanpa bersuara.


"Kalau begitu, aku tidak akan sungkan-sungkan mengatakan konsekuensi apa yang harus kamu jalani kalau kamu melakukan kesalahan lagi dalam, memanggil namaku...." Tira menghentikan kata-katanya sejenak, sambil melihat ke arah Ernest yang sedang menatap ke arahnya dengan wajah begitu serius dan juga tegang.


"Ingat untuk selalu memanggilku dengan nama Tira langsung mulai sekarang. Dan jika kamu melakukan kesalahan... setiap kali hal seperti itu terjadi lagi, berarti kamu harus mengucapkan 50 kali kata-kata seperti ini...."


"Tira, bukan putri Tira.... Tira, bukan putri Tira.... Kamu harus mengucapkan kalimat seperti itu dengan posisi berdiri tepat di hadapanku, dan lihat wajahku baik-baik saat mengucapkan kalimat itu agar aku bisa melihat ketulusanmu." Tira mengucapkan perkataannya sambil menahan senyumnya, melihat bagaimana salah tingkahnya Ernest karena ancaman hukuman yang akan diberikan Tira padanya.


"Begitu harus kamu ucapkan kalimat itu seterusnya sebanyak minimal 50 kali, agar hal itu benar-benar melekat di otakmu, karena mulai besok, bagimu aku adalah Tira Lennan, seorang mahasiswa musik, bukan Putri Tira, putri dari Gracetian yang merupakan majikanmu." Tira berkata sambil menggerakkan pintu apartemennya untuk dia tutup.


Perkataan Tira yang diucapkannya tanpa memberikan kesempatan bagi Ernest untuk menjawabnya, membuat Ernest memegang tengkuknya dengan sikap pasrah.


"Eh?" Ernest yang tadinya sedikit menundukkan kepalanya langsung bergegas mendongakkan kepalanya kembali karena Tira yang tiba-tiba kembali membuka pintu apartemennya, dan mengintip dari balik pintu.


"Ernest, kamu tidak jadi kembali ke apartemenmu?" Pertanyaan Tira membuat Ernest kembali salah tingkah.


"Ah, ya Put... maksudku... Tira... aku akan kembali sekarang. Sampai bertemu besok." Ernest buru-buru pergi menjauhi pintu apartemen Tira yang tampak terkikik geli melihat sikap Ernest.

__ADS_1


__ADS_2