MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
RASA YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

"Apa pihak berwajib sudah memastikan melalui interogasi bahwa memang Robin yang sudah melakukan semua itu?" Ernest kembali bertanya kepada Romeo, karena dia juga tidak ingin salah langkah, dimana mereka salah menetapkan siapa tersangka teror, sedang pelaku aslinya masih berkeliaran dengan bebas di luar sana, dan mengancam keselamatan Tira.


"Selain syal itu, memang ditemukan puluhan nomer handphone, baik bekas ataupun baru di tas milik Robin yang mungkin sudah digunakan dan akan digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan berupa teror kepada Tira. Belum lagi semua foto-foto Tira di loker Robin, dengan coretan-coretan yang di tuliskan di balik foto-foto itu dan juga temuan beberapa senjata tajam membuat kecurigaan pada Robin semakin besar." Romeo melanjutkan penjelasannya pada Ernest.


"Kenapa sepertinya kamu masih ragu tentang Robin sebagai pelaku teror? Apa kamu memiliki seseorang yang kamu curigai sebagai pelaku teror yang sebenarnya?” Ernest langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan dari Romeo.


Apalagi sebenarnya saat melakukan penyelidikan bersama yang lain, Ernest juga sudah melihat adanya tanda-tanda yang mengarah kepada Robin sebagai pelaku teror itu.


“Dalam hal ini, aku dan Luis satu pemikiran. Dan lagi ssetelah dicek secara acak beberapa dari nomer-nomer bekas itu memang pernah mengirimkan pesan kepada Tira berisi ancaman. Robin sendiri, setelah diintergosi juga tidak bisa berkelit, dan mengakui semua perbuatannya itu. Apa kamu juga tidak bisa melihat bagaimana tatapan sinisnya kepadamu? Yang dia tahu sedang mengejar-ngejar Tira?" Romeo langsung mempertanyakan sikap ragu Ernest terhadap Robin sebagai pelaku teror.


Benar sekali, dari tatapan matanya saat berpapasan denganku tadi, Robin memang menunjukkan bagaimana dia sangat membenciku karena dia tahu tentang apa yang aku lakukan pada putri. Dan tatapan mata penuh kemarahan dan kebencian itu, aku yakin tidak dibuat-buat, dia benar-benar marah dan benci padaku.


Akh... kenapa aku terus mempertanyakan hal itu? Seolah aku tidak rela peneror itu sudah ditemukan, sehingga membuatku semakin dekat dengan waktuku kembali ke Gracetian? Apa aku mencoba mencari alasan untuk tetap tinggal di tempat ini?


Ernest berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, berharap memang semuanya sudah berakhir.

__ADS_1


Meskipun beberapa hari ini hatinya sedang kacau karena Tira mengabaikannya, tapi mengingat bagaimana setelah peneror ditemukan dan ditangkap mau tidak mau dia harus kembali ke Gracetian, membuat ada rasa tidak rela dalam hati Ernest.


“Iya, dia terlihat sangat membenciku saat melihatku tadi.” Ernest berkata pelan, mengakui kebenaran kata-kata Romeo.


"Sebenarnya tadi Luis menceritakan bahwa beberapa waktu sebelumnya, bahkan sebelum kamu datang ke kampus ini, Luis pernah tanpa sengaja melihat Robin sedang diam-diam mencuri foto-foto Tira dari balik pepohonan ketika Tira sedang bersama teman-temannya yang lain. Mulai dari situ Luis merasa curiga dan beberapa kali mencoba untuk mengikuti dan mengamati Robin….” Ernest sedikit menghela nafasnya begitu mendengar penjelasan Romeo yang sangat masuk akal mengenai bagaimana Luis pada akhirnya bisa menjadi seorang pahlawan bagi Tira hari ini.


Dan jujur saja, itu cukup membuat Ernest menyesal, kenapa bukana dia yang lebih dahulu membuka kedok Robin sebelum Luis bertindak.


Apa mungkin… setelah ini putri akan merasa berhutang budi pada pak Luis dan tertarik padanya?


Jika saat itu tiba, Ernest tahu dia tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi terjadinya itu, dan itu terasa seperti sesuatu yang tajam menusuk jantungnya, sangat menyakitkan.


“Mungkin, dalam beberapa waktu ke depan, Tira akan dipanggil oleh pihak berwajib untuk memberikan kesaksian terkait hal ini. Aku harap kamu bisa mendampingi Tira karena sebenarnya….” Perkataan Romeo terhenti sejenak dan terlihat jelas bagaimana dia tampak ragu untuk meneruskan kata-katanya.


“Kenapa Pak Romeo?” Edi yang sedari tadi hanya diam dan menjadi pendengar yang baik tiba-tiba mengeluarkan suaranya juga.

__ADS_1


“Emmm…. Sebenarnya tadi Luis meminta ijin untuk selama penyelidikan bisa mendampingi Tira selama dia membantu sebagai saksi penyelidikan Robin.” Kata-kata Romeo semakin membuat detakan jantung di dada Ernest kencang dan berdetak dengan tidak beraturan.


“Eh… tapi tenang saja… aku tidak akan membiarkan Luis mengetahui latar belakang Tira sebagai putri Gracetian dan juga status kalian sebagai pengawal pribadinya. Jadi aku tadi mengatakan kalau aku yang akan mewakili pihak kampus untuk mendampingi Tira, selama masa penyelidikan kasus ini.” Perkataan Romeo seolah-olah menjadi air segar yang menyiram kepala Ernest yang tadinya sudah terasa begitu panas.


Syukurlah….


Tanpa sadar Ernest menyatakan rasa leganya dalam hati sambil menyunggingkan senyum lega di bibirnya.


“Kalau begitu, lebih baik kami pamit terlebih dahulu Pak Romeo. Kami harus memberikan info kepada Tira terkait hal ini. Terimakasih untuk semua bantuan Pak Romeo selama ini. Saya mewakili keluarga putri Tira dan pangeran Victor mengucapkan banyak terimakasih untuk itu. Pihak kerajaan Gracetian pasti akan mengucapkan rasa terimakasihnya secara resmi kepada Bapak dalam waktu dekat.” Ernest berkata sambil bangkit dari duduknya, diikuti oleh Edi yang tampak sedikit membungkukkan tubuhnya dan menganggukkan kepalanya kepada Romeo sebagai tanda hormat.


“Ah… tidak perlu sampai sesungkan itu padaku.” Romeo berkata sambil tersenyum lebar dengan wajah bangganya karena kata-kata Ernest barusan.


“Kalau begitu kami akan pulang terlebih dahulu.” Ernest kembali berpamitan untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya dia dan Edi benar-benar pergi meninggalkan ruang kerja Romeo.


# # # # # #

__ADS_1


“Ernest!” baru saja Ernest melangkah keluar beberapa langkah dari ruangan Romeo, tampak seseorang memanggil namanya, dan ternyata di dekat orang itu tampak beberapa mahasiswa yang sedang berkumpul, dengan sengaja menunggu Ernest keluar dari ruangan Romeo dan ingin mengorek info apa yang sudah terjadi pada Ernest di dalam sana.


__ADS_2