MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KETAKUTAN JANETA


__ADS_3

Beberapa kali, Tira tampak menelan ludahnya begitu mendengar apa yang baru saja diceritakan Janeta kepadanya dan Ernest, sedang Ernest tampak beberapa kali tampak menghela nafasnya, dan menggaruk-garuk alis matanya karena begitu tidak menyangka bahwa Luis benar-benar sudah seperi orang yang pikirannya tidak normal, jika benar dia melakukan semua yang dikatakan oleh Janeta.


Putri harus benar-benar dijauhkan dengan orang-orang seperti Luis itu. Karena itu, kami harus segera menangkap dan menemukan bukti lebih banyak lagi.


Di akhir ceritanya, mata Janeta tampak memerah, dan ada airmata yang turun di sudut-sudut matanya.


Kali ini bukan karena rasa menyesal yang dia rasakan, tapi bagaimana saat ini dia benar-benar dalam ketakutan.


“Janeta… tenangkan dirimu, semua akan baik-baik saja.” Dengan lembut Tira berusaha menangkan Janeta, meskipun sebenarnya, dia juga merasa takut setelah mendengar semua kebenaran tentang Luis, yang semakin lama semin banyak dan terbuka lebar.


“Janeta, setelah ini, kami akan mengirimkan beberapa orang untuk mengawasi sekelilingmu. Jika ada pergerakan dari Luis yang tiba-tiba ingin menyerangmu, mereka akan siap dalam waktu 24 jam untuk melindungimu. Seperti janji kami, jika kamu bekerja sama dengan kami, kamipun akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungimu dengan baik.” Ernest berkata untuk menenangkan Janeta yagn memang tampak ketakutan.


“Terima… kasih Ernest…” Dengan suara terbata Janeta mengucapkan terimakasihnya.


“Yang penting sekarang, jangan sampai kamu memancing emosi dan kecurigaan dari Luis. Tetaplah bersikap biasa jika mungkin kamu bertemu dengannya. Bersikaplah seolah-olah kamu memang tidak tahu siapa dia sebenarnya, seperti biasanya. Dan jika dia menuliskan pesan lagi untukmu, jawab saja seperti biasanya, dan iyakan saja semua hal yang berusaha dia minta untuk kamu lakukan.” Ernest berkata dengan sikap tenang dan meyakinkan, sehingga itu juga membuat Janeta merasa lebih percaya diri dan tenang.


“Kalau begitu, sekarang kemana sebaiknya kami mengantar kamu pulang?” Ernest bertanya sambil mengalihkan pandangan matanya dari spion, dan kembali fokus pada jalanan di depannya.


“Lebih baik jangan mengantarku ke rumah, karena itu akan membuat hubungan kita seolah-olah sangat baik, dan jika Luis melihat itu, dia pasti akan curiga.” Janeta yang merasa sedang diamati oleh Luis saat sedang bersama dengan Tira dan Ernest, akhirnya mengatakan hal itu untuk menceegah Ernest dan Tira mengantarnya sampai di depan rumah.

__ADS_1


Dalam bayangan Janeta yang menjadi paranoid dengan keberadaan Luis, jadi bepikir macam-macam, bahkan membayangkan bagaimana Luis yang mungkin saja sedang menunggu di ujung jalan tempat rumahnya berada.


“Baik. Kalau begitu, kemana aku harus mengantarmu?”


“Lebih baik kamu turunkan aku di toserba yang ada di daerah xx.” Janeta menjawab tanpa mengetahui kalau Ernest mengirimkan pesan untuk tim pengawal yang sudah disiapkan untuk mengamati keadaan di sekitar Janeta.


(Toko serba ada atau toserba (bahasa Inggris : department store) adalah suatu bentuk toko swalayan yang menjual barang dagangan eceran. Pada umumnya toserba lebih besar dari supermarket. Suatu toserba terdiri dari supermarket, department store, pujasera serta sarana hiburan (game station) yang biasanya terdapat pada lantai yang terpisah.


toserba menjual berbagai macam kebutuhan gaya yang terdiri pakaian anak, wanita, pria, sepatu dan tas, parfum dan berbagai kebutuhan gaya lainnya.


Toserba biasanya menawarkan produk dengan harga rendah bahkan sampai mengurangkan margin untuk menarik konsumen datang. Produk-produk tertentu biasanya mie instan, susu, sabun, shampo sering dijual dengan mendekati harga beli. Untuk memastikan keuntungan, toserba atau pasar raya menutup margin rendah dengan jumlah hasil penjualan keseluruhan yang tinggi, dan jualan barang yang bermargin tinggi.


Pelanggan biasanya berbelanja dengan menempatkan barang yang dipilih sendiri oleh konsumen ke keranjang belanja (troli) atau keranjang dan membayar di kassa.


“Bukankan toserba itu masih jauh dari rumahmu Janeta? Dengan berjalan kaki, butuh waktu tidak kurang dar 10 menit untuk sampai ke rumahmu dari toserba itu. Apa tidak sebaiknya, kami mengantarkanmu ke tempat yang lebih dekat lagi dnegan rumahmu?” Tira bertanya dengan wajah sedikit khawatir, karena bagaimanapun, setelah mendengar info tentang sosok Luis, mau tidak mau, Tira akhirnya mengkhawatirkan keselamatan Janeta juga.


“Justru akan menjadi masalah kalau terliaht kalian berdua mengantarku ke rumah, Jadi lebih baik aku pergi ke toserba sekalian membeli makanan dan beberapa kebutuhanku di sana.” Dengan bersikeras Janeta tetap menolak ide dari Tira untuk mengantarnya pulang hingga posisi di dekat rumahnya.


“Kami akan mengantarmu ke toserba, seperti yang kamu inginkan.” Ernest berkata sambil menyentuh lengan Tira, untuk memberinya tanda bahwa sebaiknya mereka menuruti keinginan dari Janeta,

__ADS_1


Toh, pada dasarnya, Ernest sudah menempatkan beberapa orang untuk mengawasi sekaligus melindungi Janeta, sehingga Ernest tidak perlu merasa khawatir tentang itu.


Seburuk-buruknya para pengawal istana adalah orang-orang dengan pelatihan khusus yang membuat kemampuan mereka dalam berkelahi lebih tinggi daripada orang biasa.


Apalagi orang-orang itu adalah pengawal istana yang dibawa langsung oleh Alvero untuk menemani perjalanannya ke Amerika, sehingga mereka pastilah orang-orang terpilih dengan kemampuan hebat mereka.


Sentuhan tangan dari Ernest itu membuat Tira langsung mengerti, dan pada akhirnya dia menganggukkan kepalanya dan tidak lagi meminta Janeta untuk memilih tempat lain untuk diturunkan.


“Terimakasih Ernest, Tira atas tumpangannya, aku pergi dulu.” Janeta yang keluar dari mobil setelah Ernest menghentikan mobilnya di depan toserba yang dimaksudkannya, mengucapkan terimakasihnya sebekum dia benar-benar melangkah pergi.


“Aku harap, dia benar-benar aman, dan pak Luis, tidak bertindak macam-macam dengannya. Semoga pak Luis tidak tahu kalau sekarang Janeta berada di pihak kita untuk melawannya.” Tira berkata dengan kedua tangan saling bertaut, seperti sikap orang berdoa.


Ernest yang mendengar ucapan Tira, dengan matanya menatap ke arah Janeta yang sudah memasuki pintu toserba itu, hanya bisa tersenyum sambil melajukan kembali mobil yang dikendarainya.


“Seperti katamu tadi, semua akan baik-baik saja. Aku sudah mengatur beberapa orang untuk berjaga di sekitar Janeta, dan aku lihat tadi salah satu dari mereka sudah ikut masuk ke dalam toserba bersama dengan Janeta. Jadi hentikan kekhawatiranmu itu, oke?” Ernest berkata dengan kakinya menginjak tuas gas agar mobil berjalan lebih kencang dengan Tira yang duduk di sampingnya terlihaat menyunggingkan senyumnya.


“Kalau begitu, kemana kita setelah ini?” Pertanyaan Tira membuat Ernest berdehem pelan.


“Seperti rencana semula, pergi ke apartemenmu.” Jawaban dari Ernest membuat mata Tira sedikit menyipit.

__ADS_1


“Ke apartemenku? Apa ada sesuatu yang tertinggal di sana? Kamu ingin mengambil sesuatu itu?” Pertanyaan selanjutnya dari Tira membuat Ernest menggaruk-garuk kepalanya beberapa kali dengan wajah terlihat canggung.


“Tidak… aku hanya ingin… menghabiskan waktu berdua denganmu sebentar saja, sebelum mengembalikanmu ke mansion keluarga Shaw.” Jawaban Ernest yang diucapkannya dengan nada dan sikap malu-malu, membuat Tira tersenyum lebar, dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Ernest dengan sikap manja, membuat wajah Ernest sedikit memerah, dengan dada yang mulai berdetak lebih kencang dari normalnya.


__ADS_2