
Sayang sekali, Ernest maupun Erich bukanlah orang yang ceroboh dan mudah untuk dikalahkan oleh sembarang orang.
Jika orang lain butuh memanjat tali dengan menggunakan dua tangannya, tapi tidak dengan Ernest dan Erich.
Mereka berdua hanya membutuhkan satu tangan untuk memegang erat tali tambang mereka dan dengan gerakan melompat menggerakkan kakinya ke atas, sedangkan satu tangannya yang lain melakukan gerakan menggulung yang mereka gunakan, sehingga bagian ujung dari tali itu tidak terulur ke bawah dan memberikan kesempatan pada orang lain untuk bisa menarik tali itu dan membuat mereka terjatuh.
Saat tangan yang memegang tali tambang itu bergerak ke atas, Ernest dan Erich menahan berat tubuhnya dengan tangan yang digunakan untuk menggulung tali dan kedua kaki menjejak dengan kuat ke pintu gerbang yang kokoh itu.
Bagi orang dengan kemampuan fisk orang yang cukup terlatih, melawan Erich dan Ernest bukanlah perkaran mudah.
Apalagi, kecepatan dan gerakan lincah Erich dan Ernest, sulit untuk diikuti oleh orang-orang Theo, sehingga mereka tidak bisa mengimbanginya, apalagi menangkap kedua knight jagoan itu.
Begitu mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk menarik tali ataupun tubuh Erich dan Ernest yang memanjat bak seorang spiderman, para pengawal itu tampak bengong untuk beberapa saat dengan mata menatap kesal, tapi juga kagum denga napa yang sudah dilakukan oleh Ernest dan Erich untuk bisa keluar dari tempat itu.
“Cepat buka pintu gerbangnya!”
“Susul mereka keluar!”
“Tangkap mereka!”
Teriakan-teriakan dan perintah untuk segera menangkap Erich dan Ernest terus terdengar.
Begitu pintu gerbang terbuka, ternyata erich dan Ernest sudah berhasil turun dari pintu gerbang itu dan sedang berlari ke mobil mereka yang terparkir.
__ADS_1
Kecepatan gerakan Erich dan Ernest akhirnya membuat mereka yang membuka pintu harus berlarian kembali mengejar Erich dan Ernest yang dengan cepat berhasil masuk ke dalam mobil dan Erich yang di posisi pengemudi langsung menginjak gas dengan cukup dalam sehingga dalam hitungan detik, mobil sudah berhasil pergi menjauh dan hilang dari pandangan mata mereka, meskipun ada dari salah satu pengejar itu berhasil mengambil foto mobil yang dikendarai oleh Erich dan Ernest melalui kamera handphonenya.
# # # # # #
“Hah!”
“Hah!”
“Hah!”
Lebih dari 6 orang yang mengejar Erich maupun Ernest nafasnya tampak naik turun dengan begitu cepat, begitu terengah-engah dan wajah terlihat putus asa begitu menyadari mereka kehilangan buruan mereka.
“Siapkan mobil! Kita harus mengejar mereka!” Salah satu dari mereka kembali memberikan perintah kepada yang lain yang dengan buru-buru langsung berlarian ke arah garasi mobil, dan mengeluarkan dua mobil dari sana, untuk mengejar Erich dan Ernest.
Begitu mobil mulai menjauh dari tempat kediaman Theo, Ernest langsung membuka topeng kain yang dikenakan di wajahnya, dan juga jaket kulit lalu mengganti bagian depan pakaiannya dengan jas berwarna lebih terang.
Begitu juga Erich yang sambil menyetir dibantu oleh Ernest untuk mengganti jaket kulit hitam yang tadi digunakan untuk menyelesaikan misi mereka dengan jas yang sudah dengan sengaja mereka bawa sebagai pakaian ganti setelah misi mereka berhasil.
Jaket kulit yang mereka kenakan, segera dilempar oleh Ernest ke bagian bawah bangki tengah, sehingga tidak lagi terlihat, lalu salah satu tangan Ernest bergerak ke arah kepala Erich, dan mengacak-acak rambut di kepala Erich, dan tangannya yang lain sibuk mengacak-acak rambutnya sendiri.
Setelah itu dengan cepat tangan Erich meraih tombol yang digunakan untuk mengganti kembali plat nomer mobil yang mereka kendarai.
“Sepertinya mereka belum menyerah untuk mengejar kita.” Erich yang mengawasi spion mobil yanag dikendarainya berkata kepada Ernest sambil menarik nafas panjang.
__ADS_1
“Jika mereka pintar, mereka pasti akan curiga kalau mobil ini adalah mobil yang tadi kita perkir di jalanan menuju rumah tuan Theo.” Ernest berkata sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Erich, untuk dapat melihat kaca spion yang menunjukkan adanya mobil yang melaju dengan kecepatan cukup kencang dan menyalakan lampu hazard mobil mereka.
(Lampu hazard atau biasa disebut dengan lampu tanda darurat adalah mode fungsi lampu eksternal pada mayoritas kendaraan bermotor yang dapat diaktifkan untuk membuat lampu sein kiri dan kanan berkedip secara bersamaan yang mengindikasikan bahwa adanya hal darurat atau pemberitahuan untuk berhati-hati kepada pengemudi-pengemudi lain di jalan. Mode lampu hazard dapat diaktifkan dengan menekan tombol hazard yang pada umumnya bergambar segitiga merah di sekitar daerah kemudi. Begitu menekan tombol merah itu secara otomatis lampu sein di bagian kanan dan kiri akan menyala seccara bersamaan).
“Jangan mempercepat laju kendaraanmu. Biarkan mereka berusaha mendekat dan memeriksa kendaraan kita. Jika mereka melihat kita yagn sudah berganti pakaian dan juga plat nomer mobil yang tidak sama, tidak aka nada alasan bagi mereka untuk mengejar dan mencurigai kita sebagai dua orang penyusup di rumah tadi.” Ernest berkata dengan tenang, sambil menarik tuas yang ada di samping kursinya dan mendorong kursi itu dengan tubuhnya, sehingga posisi sandaran kursi jadi setengah terbaring.
Setelah itu, Ernest segera berpura-pura tidur di kursi yang sudah dia atur posisinya itu.
Erich yang melirik dan mengamati apa yang sedang dilakukan oleh saudara kembarnya itu hanya menaikkan salah satu sudut bibirnya, dan melihat kembali ke arah mobil yang terlihat sedang mengejar mereka itu.
“Sepertinya di depan itu adalah mobil yang sedang kita kejar.” Sopir yang mengendari mobil yang sedang mengejar mobil Ernest dan Erich itu berkata sambil mengernyitkan dahinya.
“Tapi, plat nomer dari mobil itu tampak berbeda dengan yang tadi digunakan oleh kedua penjahat itu.” Salah seorang dari empat orang yang berada dalam mobil itu berkata kepada temannya dengan suara ragu.
“Apalagi, laju mobil itu terlihat biasa-biasa saja, tidak seperti mobil yang dikendarai oleh orang yang berniat melarikan diri.” Perkataan salah barusan, segera ditimpali oleh temannya yang lain.
“Kita harus tetap memastikannya.” Sebuah pernyataan dengan suara tegas itu, membuat yang lain langsung menghentikan bicaranya, tidak berani lagi untuk mengeluarkan pendapat mereka atau menentang perkataan orang itu.
“Dekati mobil itu! Jenis maupun warna dari mobil itu, sama persis dengan mobil yang digunakan oleh kedua penjahat itu!” Orang yang duduk di samping pengemudi, di mobil yang berada di posisi depan mobil uang satunya, segera berkata dengan tangan menunjuk ke arah mobil yang dikendarai oleh Erich dan Ernest yang lajunya terlihat normal.
Dan seperti apa yang sudah diperkirakan oleh Ernest, dua mobil yang sedang tadinya dengan kecepatan tinggi meluncur ke arah mereka, secara tiba-tiba memperlambat laju mobil mereka, sampai pengemudinya benar-benar mencapai posisi melaju tepat di samping mobil yang dikendarai oleh Erich dan Ernest.
__ADS_1
Dua orang yang duduk di bangku belakang mobil itu langsung menurunkan kaca mobilnya, dan berusaha menyelidiki bagian dalam dan juga penumpang juga pengendara mobil yang memang mereka curigai sebagai mobil yang digunakan oleh kedua penyusup yang kabur tadi.