
“Terimakasih untuk traktiran makan siangnya Ernest. Semoga kami bertiga tidak menguras kantongmu dan menghabiskan tabunganmu karena makan enak siang ini.” Janetta berkata sambil tersenyum lebar setelah mereka menyelesaikan makan siang mereka dan berjalan ke arah tempat parkir mobil mereka.
Ernest sepertinya orang dari Gracetian yang memiliki kekayaan cukup di sana, melihat bagaimana dengan santainya dia meengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sekedar makan siang biasa. Tira sungguh beruntung disukai oleh pria yang bukan hanya tampan, tapi juga kaya raya, dan sepertinya, Ernest tipe pria yang rela untuk melakukan apa saja demi gadis yang disukainya.
Janetta langsung berkata dalam hati sambil berharap ke depannya dia bisa terus dekat dengan Tira dan menikmati segala keuntungan yang bisa dia dapat dari hubungan dekat itu.
Beruntungnya, Janetta tidak mengetahui latar belakang Tira sebagai seorang putri Gracetian yang pasti berlimpah dengan harta, sehingga selama ini Janetta hanya menganggap Tira sebagai rakyat biasa dari Gracetian, meskipun bisa menebak orangtua Tira pasti orang mampu karena memiliki kemapuan untuk menyekolahkan Tira di kampus ini.
Hanya saja, Janetta tidak akan pernah menyangka kalau keluarga Tira jauh lebih kaya dari yang pernah dia pikirkan selama ini.
“Tidak masalah Janetta. Di lain waktu, kita bisa makan siang bersama-sama lagi, asalkan Tira juga hadir di sana. Aku tidak akan keberatan menghabiskan waktu dan uangku asal bisa bersama dengan Tira….”
“Wah… romantisnya….” Baik Anna maupun Janetta langsung bersamaan memberikan komentar tentang kata-kata Ernest yang terdengar begitu manis didengar, dan membuat wajah Tira memerah.
“Jadi… apakah secara resmi kalian akan berpacaran?” Janetta dengan semangat langsung bertanya to the poin sambil menatap secara bergantian ke arah Tira maupun Ernest.
__ADS_1
Pertanyaan Janetta tentu saja membuat wajah Tira terlihat begitu kaget, sedang Ernest tampak tenang dengan senyum di wajahnya, meskipun tidak ada yang tahu, dada Ernest di dalam sana berdetak dengan cukup kencang saat ini.
“Bagaimana bisa kami berpacaran, sedangkan Tira beelum memberikan jawaban apapun atas pernyataanku. Sepertinya… untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah terus berusaha meyakinkan dia bahwa aku sungguh-sungguh mencintainya. Dan aku akan membuktikan dengan banyak hal yang mungkin akan membuatnya tersentuh....” Kata-kata Ernest sukses membuat wajah Tira semakin memerah dan diam seribu bahasa, sibuk mengatur detak jantungnya saat ini.
“Aduh Ernest… manis dan menyentuh sekali kata-katamu. Apa kamu tidak ada niat untuk menjawab pernyataan cinta Ernest sekarang Tira?” Janetta bertanya dengan wajah terlihat bersemangat, ciri khas seorang penggosip besar yang selalu saja tertarik jika ada berita hangat yang bisa menjadi bahan pembicaraan bagi banyak orang.
“A… aku… maaf, sebaiknya aku pulang sekarang… karena ada banyak tugas kuliah yang harus aku kerjakan.” Dengan terbata-bata dan sikap gugup, Tira berkata dan dengan gerakan buru-buru berjalan melangkah ke arah mobilnya.
Aku tidak mungkin menjawab langsung pernyataan cinta Ernest yang memang ideku untuk membuat peneror itu menampakkan dirinya. Aku akan menjawabnya saat aku yakin, Ernest juga memiliki perasaan yang sama denganku, dan pernyataannya itu merupakan isi hatinya.
Tira berkata dalam hati dengan mengepalakan salah satu tangannya untuk menahan gejolak dalam hatinya.
Dengan gerakan gelisah, Tira berusaha mengambil kunci mobil dari dalam tasnya, sampai dia harus mencari ke seeluruh bagian dari tasnya, tapi tidak menemukan kunci mobilnya.
Aduh… kemana kunci mobilku. Please… kenapa aku jadi gugup dan terlihat bodoh di depan Ernest? Sungguh memalukan….
__ADS_1
Tira berkat dalam hati dengan gerakan yang menunjukkan dia sedang gelisah karena tidak bisa menemukan kunci mobilnya, sampai Ernest yang tiba-tiba berjalan mendekat ke arahnya.
“Tira… kuncimu….” Ernest berkata pelan, nyaris seperti berbisik sambil menyodorkan kunci mobilnya.
“Eh?” Melihat itu, Tira langsung bergumam pelan sambil menoleh dengan sedikit mendongak ke arah Ernest yang tinggi badannya 20 cm lebih tinggi darinya, dan sedang berdiri tepat di sampingnya saat ini
Tam… tampan sekali. Ternyata ada orang dengan ketampanan dan tubuh yang begitu sempurna seperti Ernest di dunia ini. Meskipun selama ini aku tahu Ernest dan Erich adalah pengawal istana yang sering dinilai orang merupakan pengawal paling tampan… tapi sepertinya kalau dilihat dari jarak sedekat ini, ketampanannya semakin terlihat jelas….
Tanpa sadar, Tira memandangi wajah Ernest yang cukup dekat dengannya tanpa berkedip untuk waktu yang cukup lama, sehingga membuat Ernest jadi ikut merasa canggung.
“Put… Tira… kunci mobilmu.” Suara Ernest langsung membuat Tira tersadar kembali dari lamunannya karena mengagumi ketampanan Ernest.
Oh my God… apa aku tidak salah dengar barusan? Apa yang tadi sempat dikatakan Ernest? Put… apa maksudnya itu adalah putri? Apa Ernest berencana untuk memanggil Tira dengan putri sebagai panggilan kesayangannya? Sepertinya, Ernest sudah benar-benar tergila-gila kepada Tira. Apa… Tira akan baik-baik saja dengan itu?
Janetta berkata dalam hati dengan mulut melongo.
__ADS_1
Astaga… bagaimana aku bisa lupa, tadi di tengah-tengah makan siang ada mobil yang terhalang oleh mobilku, dan Ernest membantuku untuk menggeser mobilku sehingga kunci mobilku berada di tangannya sekarang?
Tira segera berkata dalam hati begitu ingat tentang apa yang terjadi sebelumnya dengan kunci mobilnya.