MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PENYAMBUTAN DI MANSION


__ADS_3

Kalau begitu, kamu harus segera menyelesaikan penyelidikanmu tentang peneror itu. Aku harap peneror itu bisa segera diketemukan, dan dia harus membayar semua perbuatan jahatnya pada putri Tira.


Ernest terdiam sesaat membaca pesan dari Erich, karena dia sendiripun tidak ingin membiarkan peneror itu berlama-lama di luar sana dengan bebas, sehingga bisa membahayakan keselamatan Tira.


Kamu juga bisa segera kembali ke Gracetian, dan membantu persiapan pernikahanku dan Cleosa, jika peneror itu sudah tertangkap.


Pesan selanjutnya dari Erich, membuat dada Ernest terasa sesak.


Hanya dengan membayangkan bahwa suatu saat, jika sudah waktunya, dia memang harus berpisah dari Tira, membuat dada Ernest terasa sakit, meskipun dengan perbedaan status mereka sekarang, Ernest tahu, bahwa dia tidak akan bisa menghindar dari takdir berpisah dari Tira di masa depan.


Sepertinya, aku akan sangat tersiksa saat itu benar-benar tiba di depanku, dan entah apakah aku bisa bertahan menghadapi kenyataan itu.


Ernest berkata dalam hati sambil memejamkan kedua matanya erat-erat, mencoba menahan rasa sesak di dadanya saat ini.


Beberapa saat Ernest memilih untuk berdiam diri sambil memejamkan matanya, mencoba menenangkan hatinya sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan apartemen Tira dan kembali ke apartemennya.

__ADS_1


Erich yang melihat pesan terakhirnya tidak dibalas oleh Ernest, langsung melirik ke arah Tira yang sedang berpelukan hangat dengan Cladia dan juga Laurel, disusul oleh Elenora.


Saudara kembar Ernest itu, sungguh yakin bahwa memang sudah ada yang terjadi diantara Tira dan Ernest, sehingga tugas dari Alvero untuk menyelidiki hal itu segera dilakukan olehnya.


# # # # # # #


"Ini bukan pesta makan malam yang besar, tapi sepertinya, keluarga Dave sudah menyiapkan dengan sedemikian baiknya, seperti sebuah pesta penyambuatan besar." Deanda berkata kepada Laurel yang langsung mengedipkan sebelah matanya begitu mendengar kata-kata Deanda.


"Kamu tahu kedatangan raja Gracetian, dan juga Ornado si raja bisni dunia, membuat keluarga Shaw langsung heboh dan ingin memberikan kesan terbaik saat melayani kalian semua." Jawaban Laurel membuat Cladia tersenyum.


"Ist... kamu santai bicara seperti itu. Padahal lihat... semua anggota keluarga Shaw, semuanya tampak sedang sibuk berusaha mendekati Ornado dan Alvero. Sepertinya pesta ulang tahun papa Dave yang sengaja diadakan tiga hari ke depan, akan dibuat heboh dengan kehadiran orang-orang penting seperti kalian." Laurel berkata dengan wajah cerianya.


Memang bukan suatu kebetulan jika Dave dan Laurel sengaja mengundang Alvero dan Ornado ke mansion mereka karena selain ingin menjamu makan malam, tiga hari lagi akan diadakan acara ulang tahun yang ke 60 untuk Augistin Shaw, yang memang ingin mengadakan acara ulang tahunnya di Amerika, karena banyak saudara-saudaranya yang tinggal di negara itu.


Dengan alasan itu Dave dan Laurel meminta para sahabatnya mau menginap di mansion mereka sampai hari pesta ulang tahun diadakan, dan kebetulan memang Ornado dan Cladia juga sedang ada even dari perusahaan mereka yang harus mereka hadiri di tanggal yang berdekatan dengan acara perayaan ulang tahun Augistin Shaw, sehingga mereka akhirnya mengatur rencana agar bisa mengajak Alvero dan yang lainnya juga untuk bertemu.

__ADS_1


“Dimana Evelyn? Aku tidak melihatnya sedari tadi?” Tira yang mencoba mencari sosok Evelyn dan tidak menemukannya akhirnya bertanya kepada Laurel yang langsung tersenyum lebar.


“Leo ada jadwal operasi yang tidak bisa ditinggalkan, jadi dia baru bisa terbanga setelah operasinya selesai, sehingga besok pagi mereka baru bisa bergabung bersama kita.” Laurel memberikan penjelasan kepada Tira sambil melirik ke arah samping dimana tampak Bryan dan Afro sedang berjalan ke arah mereka berdua.


“Eh, Bryan! Afro! Kemarilah sebentar….” Laurel memanggil nama kedua laki-laki tampan, Bryan adik Dave, dan Afro adik James.


Kedua pemuda yang pesonanya tidak kalah dengan kakak-kakaknya itu langsung berjalan mendekat ke arah Laurel begitu mendengar namanya dipanggil oleh Laurel.


“Bryan, Afro, kesini sebaentar! Ada yang mau aku perkenalkan kepada kalian. Kalian belum pernah bertemu dengan Deanda dan Tira kan? Mereka adalah para wanita cantik yang berasal dari Gracetian, dan namanya sering disebut-sebutkan baik oleh Dave ataupun Ornado dan James.” Penjelasan Laurel membuat Deanda maupun Tira langsung tersenyum dengan sikap ramah kepada Bryan Shaw dan Afro Xanderson, dua pria hebat lainnya yang selama ini hanya pernah mereka dengar namanya, tapi belum pernah bertemu secara langsung.


Hanya ketika pesta pernikahan Elenora dan James, Tira maupun Deanda pernah melihat Afro sekilas karena setelah itu dia ada acara penting dimana dia hanya bisa beberapa menit saja menghadiri pesta pernikahan kakaknya, sedang Bryan memang terpaksa melewatkan undangan itu karena kesibukannya yang tidak bisa dia tinggalkan akibat undangan pernikahan James yang terlalu mendadak waktu itu.


“Senang bisa bertemu secara langsung dengan Anda Permaisuri Deanda dan Putri Tira….” Sapaan Afro sambil sedikit membungkukkan tubuhnya dan menyilangkan tangan kanannya di dada, diikuti oleh Bryan membuat Deanda dan Tira saling berpandangan karena tidak menyangka kalau mereka akan mendapatkan sapaan dengan sikap hormat seperti itu dari orang-orang yang bukan berasal dari Gracetian.


“Eh, terimakasih, tapi tidak perlu terlalu resmi seperti itu. Panggil saja nama kami berdua dengan santai seperti yang lain, karena di sini kita semua sudah seperti keluarga.” Deanda berkata sambil menggerak-gerakkan tangannya, sebagai tanda mereka tidak harus bersikap seperti itu kepada mereka, yang justru membuat Deanda dan Tira sama-sama merasa canggung.

__ADS_1


__ADS_2