
“Aku masih memikirkan cara untuk memancingnya. Kamu tahu kalau saat kita berusaha membuat dia berpikir aku mengejar-ngejarmu, aksi terornya semakin sering dan menakutkan. Sepertinya, kita harus membuatnya marah agar dia terpancing." Ernest berkata sambil melap bibirnya yang basah karena makanan, dengan sikapnya yang elegan.
Kalau orang Gracetian yang tidak mengenal siapa Ernest, melihat bagaimana sikap elegannya dia saat ini, orang pasti akan berpikir kalau dia berasal dari golong bangsawan kelas atas, setera dengan marquess atau pangeran, bahkan juga seorang duke. Ernest memang benar-benar pria yang sangat keren dan mengagumkan.
Tira berkata dalam hati dengan sikap bangga melihat bagaimana Ernest yang tindakannya selalu terlihat elegan seperti bangsawan kelas atas Gracetian, dan tidak kalah jika dibandingkan dengan para bangsawan lain.
Karena pelatihan yang didapatkan sejak kecil, baik Erich maupun Ernest, memang begitu fasih dalam melakukan tindakan sesuai dengan tata krama istana.
Selain tampan, sikap sopan dan ramah, serta sabar yang dimiliki oleh Ernest selalu membuat orang lain terpukau, sehingga di kalangan para pelayan istana, Ernest menjadi knight paling banyak dibicarakan dan dikagumi oleh mereka.
"Kalau begitu Ernest... kenapa kita tidak membuatnya semakin emosi? Dulu ketika kamu mengejar-ngejarku dia dan Robin sepertinya langsung bertindak dengan terornya yagn semakin mengganggu, kalau begitu...." Tira menghentikan kata-katanya sengan senyum lebar, sambil menatap Ernest yang sedang menunggu lanjutan kata-kata Tira sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Kalau begitu?" Ernest mengulang dua kata terakhir dari Tira dengan nada bertanya.
"Kalau begitu, kenapa kita tidak berpura-pura mengumumkan kalau kita berdua sudah resmi berpacaran? Aku yakin kalau memagn pak Luis juga merupakan orang yang sudah menerorku, dia akan emosi jika tahu aku menerimamu sebagai kekasihku." Tira berkata sambil menatap Ernest tanpa berkedip.
"Bukannya itu akan emnguntungkan bagi kita? Bagi orang-orang yang dekat dengan kita, seperti Edi dan Steven, juga kalau ada pihak keluargaku yang mempertanyakan, mereka pasti akan berpikir kalau ini hanya sekedar akting. Tapi bagi kita berdua, bukannya kita jadi memiliki kesempatan untuk berpacaran di depan umum tanpa ada yang curiga? Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Bukannya begitu?" Tira berkata dengan pandangan mata berbinar menatap ke arah Ernest, apalagi dilihatnya Ernest langsung tersenyum begitu dia selesai menjelaskan tentang rencananya barusan.
__ADS_1
"Bagaimana Ernest? Apa kamu setuju? Bukannya mengasyikkan bisa benar-benar berpacaran denganmu di kampus? Aku... sejak dulu ingin bisa mendapatkan kesempatan untuk memiliki kekasih saat kuliah, dan menghabiskan banyak waktu di kampus bersama kekasihku." Kata-kata Tira yang diucapkannya dengan nada malu-malu membuat Ernest sedikit menahan nafasnya karena begitu gemas melihat sosok Tira yang baru saja menceritakan tentang angan-angannya dengan orang yang dicintainya.
Rasanya ingin sekali Ernest mengulurkan tangannya untuk bisa mencubit pipi kekasihnya itu, sayangnya membayangkan kalau Tira mungkin saja merasa kesakitan akibat cubitannya, membuat Ernest tidak tega dan langsung mengurungkan niatnya dengan cepat.
Bagi Tira sendiri, menjadi kekasih Ernest yang usianya terpaut cukup jauh dengannya, membuatnya tidak pernah membayangkan kalau dia akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal seperti di angan-angannya, belajar dan menjalani kehidupan kampus bersama dengan kekasihnya, apalagi untuk sementara ini mereka berdua masih ingin merahasiakan tentang hubungan mereka di depan yang lain.
Tapi mengingat kalau saat ini status Ernest sedang melakukan penyamaran dengan menjadi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa antara Gracetian dan Amerika, menjadi kesempatan bagi Tira untuk mewujudkan angan-angannya itu.
"Kamu... apakah benar-benar ingin memiliki kekasih anak kuliah di kampus? Apa aku terlalu tua untukmu?" Pertanyaan Ernest yang diucapkannya tanpa tersenyum sama sekali, membuat Tira tertawa kecil.
"Jangan marah Ernest.... bukan itu maksudku...." Tira berkata sambil menyentuh punggung telapak tangan Ernest, dan mengelusnya pelan.
"Kamu tidak tahu ya Ernest? Menjadi kekasihmu, adalah hal paling membahagiakan bagiku, yang bahkan belum pernah aku rasakan selama ini. Kamu benar-benar membuatku tidak bisa berpaling darimu, dan merasa begitu beruntung bisa mendapatkan cintamu." Kata-kata pujian dari Tira, membuat Ernest yang wajahnya tadi sedikit memerah menjadi semakin memerah.
Sejak kapan putri jadi begitu pandai merangkai kata-kata semanis itu untukku? Kamu membuatmu semakin tidak bisa hidup tanpa kehadiranmu.
Ernest berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya, karena tidak menyangka kalau gadis cantik dan lemah lembut yang biasanya dia tahu tidak banyak bicara itu, ternyata bisa mengatakan hal semanis itu padanya.
__ADS_1
Hal yang membuat Ernest sebagai seorang pria merasa begitu dikagumi dan disanjung oleh Tira, sekaligus merasa sangat dihargai keberadaannya.
Selama ini, Tira yang diketahui oleh Ernest, adalah gadis yang baik hati dan lembut, tidak banyak bicara jika itu tidak penting, dan selalu perduli pada orang lain, sehingga Ernest betul-betul tidak menyangka kalau ternyata Tira memiliki sisi lain yang semanis itu, sehingga membuat dadanya sulit untuk tidak terus berdebar saat berada di dekat kekasihnya itu.
"Kalau begitu... ayo kita lakukan...." Perkataan Ernest membuat mata Tira terlihat berbinar.
"Benarkah?"
"Kenapa tidak? Seperti katamu, sambil menyelam minum air. Ayo kita wujudkan angan-anganmu, sambil membuat hati Luis panas sehingga dia bertindak bodoh dan ceroboh seperti waktu itu. Tapi kali ini... aku pastikan aku akan melindungimu dengan baik, sehingga tidak memberikan kesempatakan sedikitpun untuk Luis bisa menyentuh, apalagi menyakitimu." Ernest berkata dengan senyum tersungging di wajahnya.
"Dan kali ini, sebagai seorang knight paling hebat di Gracetian, kamu harus bisa membuat Luis tertangkap." Tira menyambung kata-kata Ernest sambil tersenyum dengan wajah senangnya.
"Benar... aku harus segera menghentikan kegilaan Luis, dan membuat kehidupanmu kembali tenang dan aman, agar kamu bisa menikmati kehidupanmu tanpa merasa takut pada apapun lagi. Kamu harus selalu bahagia." Kata-kata Ernest membuat dada Tira kembali berdebar, karena kata-kata itu menunjukkan bagaimana Ernest yang begitu perduli padanya dan mencintainya.
"Sebaiknya kita cepat menghabiskan sarapan kita pagi ini, agar aku bsia segera ke mansion keuarga kak Dave, dan bertemu kak Enzo dan duke Evan. Aku ingin acara pertemuan dengan pak Luis segera berakhir, dan kita bisa mencari alasan untuk menghabiskan sisa hari ini berdua denganmu seperti kemarin." Dengan bersemangat, Tira berkata sambil menyendok makanan yang ada di depannya.
Celaka! Kali ini Erich pasti benar-benar mencercaku kalau setelah pertemuan dengan Luis, aku kembali membawa Tira keluar dari mansion keluarga Shaw.
__ADS_1
Ernest berkata dalam hati sambil melirik ke arah Tira yang sedang menikmati makanannya dengan wajah bahagia, tanpa menyadari keinginan Tira barusan membuat hati Ernest merasa tidak tenang.