MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MULAI SADAR


__ADS_3

Wuih, ternyata benar kata Tira. Tidak hanya Ernest…. Meskipun tidak semempesona Ernest, Edi juga sosok pira tampan idaman wanita. Aku jadi merasa semakin penasaran dengan yang namanya Steven, apa dia juga setampan dan semenarik Ernest dan Edi?


Anna berkata dalam hati dengan tatapan matanya yang berbinar.


“Anna…” Tanpa menunggu Tira memperkenalkan mereka, Anna langsung menyebutkan namanya sambil menggapai tangan Edi dan menjabatnya dengan erat sambil tersenyum lebar, seolah puas bisa membuktikan perkataan Tira tentang para lelaki Gracetian yang ternyata memang tampan.


“Edi… senang berkenalan dengan Nona… Anna.” Edi membalas jabatan tangan Anna sambil memperkenalkan dirinya sendiri dengan senyum ramah di wajahanya.


Akh… para pria dari Gracetian ini benar-benar the most wanted…. Tampan, ramah, dan sopan sekali….. Benar-benar idaman para wanita. Benar-benar membuat jantung berdebar-debar.


Anna berteriak histeris dalam hati.dengan wajah terliaht begitu senang, biksa bertemu dengan laki-laki tampan seperti Edi, membuat Tira yang melihatnya hampir saja menepuk jidatnya sendiri karena sikap Anna yang baginya sedikit memalukan.


Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Anna bertemu dengan kak Alvero. Apa jangan-jangan dia akan pingsan kalau bertemu kakak sepupuku yang super tampan dan keren itu.


Tira berkata dalam hati sambil menaril pergelangan tangan Anna agar menjauh dari Edi, sebelum suasana bertambah runyam, dan akhirnya mereka harus gagal untuk pergi ke mall gara-gara Anna, yang Tira yakin tidak akan bisa membiarkan bibirnya diam dan akan terus mengajak Edi untuk mengobrol tanpa henti.


“Eh, Tira….” Anna yang jadi sibuk mengikuti langkah-langkah lebar Tira karena tangannya ditarik oleh Tira, berusaha untuk memprotes tindakan Tira padanya.


“Aku tidak mau kesiangan ke mall, jangan lupa sore ini aku ada latihan dengan kelompokku.” Perkataan Tira membuat Anna membatalakan niatnya untuk protes.


Sedang Edi yang melihat majikannya sudah berajalan kea rah mobil, langsung berlari-lari keceil mendahului merak berdua untuk bisa membukakan pintu bagian penumpang untuk Tira.

__ADS_1


“Eh Tira, nanti biarkan Edi berjalan berdekatan dengan kita, biar aku bisa mengobrol dengannya….” Anna berbisik pelan begitu mereka sudah berada di dalam mobil, dan Edi yang baru saja menutup pintu mobil bagian penumpang masih berada di luar, bersiap untuk masuk ke bagian pengemudi.


“Tidak… aku tidak mau acara belanjaku terganggu hari ini. Aku mengajakmu bukan supaya kita bisa sama-sama menikmati waktu belanja kita, bukan membereimu kesempatan untuk menebar pesona pada Edi.” Tira berakta sambil tersenyum dengan wajah berpura-pura meremehkan Anna yang langsung meringis.


“Apa kamu mau aku mengatakan tentang hal ini pada Peter?” Bisikan dari Tira selanjutnya membuat Anna semakin meringis sambil menggerak-gerakkan telapan tangannya ke arah Tira yang langsung tersenyum geli.


Aku tidak habis pikir, bagaimana Peter bisa bertahan memiliki kekasih seperti Anna yang tidak pernah bisa diam jika melihat pria tampan.


Tira berkata dalam hati dan langsung menghentikan bisikannya, karena Edi sudah masuk ke dalam mobil.


# # # # # # #


Lagi-lagi…. Tidak ada reaksi? Meskipun Edi memiliki karakter mirip Ernest?


Tidak Steven, tidak Edi… ternyata keberadaan merekea tidak memberikan pengaruh apapun padaku. Tapi Ernest…..


Tira kembali berkata dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya yang ada di pangkuannya.


Hanya menyebutkan namanya dalam hati, mengingat suaranya, membayangkan wajah tersenyumnya, membuat dadaku berdetak kencang, dan membuatku kehilangan fokusku. Apa artinya semua ini? Apa aku benar-benar…. Sudah jatuh cinta pada Ernest?


Kali ini tubuh Tira terlihat sedikit tersentak begitu menyadari apa yang sedang dikatakannya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Jika menurut apa yang pernah aku dengar, itu memang ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta.


Aku tidak bisa memastikannya, karena aku sendiri belum pernah merasakan hal seperti ini.


Aku tidak pernah merasa canggung dan kikuk di depan pria lain selain Ernest.


Hari ini aku sudah mengujinya, dan Steven maupun Edi… dekat dengan mereka tidak memeberikan efek apapun padaku.


Apa pemikiranku itu benar? Aku sudah jatuh cinta pada Ernest?


Tira terus berkata-kata dalam hati, sibuk dengan pemikirannya sendiri, sampai dia tidak lagi perduli kalau Anna sudah sibuk kembali mengobrol denegan Edi, dan bahkan mereka berdua saling menggoda dan bercanda tanpa melibatkannya.


Tidak mungkin aku jatuh cinta pada… Ernest… Dia memang laki-laki idaman yang baik hati, tapi benarkah….


Tira hampir saja menyangkal kembali tentang perasaannya sampai dia membayangkan jika Ernest bersama dengan perempuan lain, dan itu meembuat dadanya berdesir dan terasa nyeri, bahkan memebuat dadanya sesak dan matanya memanas dan terasa sedikit basah.


Tidak bisa begini terus… Aku harus semakin meyakinkan perasaanku. Aku akan mencoba mengamati Ernest, dan membuat diriku sendiri yakin tentang perasaanku padanya. Mungkin sepulang peretemuan kelompok nanti, aku bisa meengambil waktu berdua dengannya untuk menguji hatiku.


Tira yang mulai merasa sadar dengan apa yang terjadi padanya, akhirnya memantapkan hatinya untuk hari ini, dia memastikan tentang perasaannya pada Ernest.


# # # # # #

__ADS_1


“Mohon maaf Putri, jalanan macet parah, sepertinya Putri akan datang terlambat ke kampus.” Dengan mata menatap sekelilingnya yang penuh dengan kendaraan, Edi berkata kepada Tira yang ternyata juga terliaht sedang sibuk mengamati jalanan yang macet total.


__ADS_2