MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERCAYA PADAMU SEPENUHNYA


__ADS_3

Tira yang awalnya masih memandang ke arah kunci digital apartemennya langsung menoleh ke arah Ernest yang tak kunjung mengulurkan tangan ke arahnya.


"Ernest... ayo... mana tanganmu?" Tira kembali meminta Ernest memberikan tangannya kepadanya setelah melihat Ernest tetap diam tidak menggerakkan tangannya.


Sebenarnya, bisa saja Tira menarik tangan Ernest dan mendaftarkan sidik jari tangannya ke kunci digital itu, tapi Tira yang sejak kecil dididik dengan ketat sebagai seorang putri dengan segala tata cara dan tata krama yang harus dia patuhi, membuatnya tidak mau bersikap tidak sopan seperti itu.


"Eh... tapi Putri...." Dengan sikap canggung Ernest berkata pelan.


Laki-laki tampan itu bukannya tidak tahu maksud dari Tira yang memintanya untuk memberikan tangannya, yaitu untuk mendaftarkan sidik jarinya sehingga kedepannya dia memiliki akses untuk bisa masuk ke dalam apartemen Tira kapanpun dia mau tanpa harus ada Tira yang membukakan pintu untuknya.


Namun Ernest yang tahu bagaimana hidup di negara dengan sistem pemerintahan monarki absolut tahu dengan pasti perbedaan statusnya dengan Tira bisa menyebabkan dia dianggap sebagai orang yang lancang jika begitu saja dengan mudah menuruti permintaan Tira, apalagi mereka adalah pria dan wanita, bukan sesama pria atau wanita.


"Kenapa Ernest? Aku mau mendaftarkan sidik jari tanganmu. Apa ada masalah dengan itu?" Tira bertanya dengan sikap santai, seolah-olah itu bukan masalah besar bagi mereka berdua, padahal bagi Ernest, dengan Tira meminta dia melakukan itu, artinya Tira secara tidak langsung menyerahkan hidup sepenuhnya pada Ernest.

__ADS_1


Dan tentu saja, itu membuat dada Ernest mulai berdetak kencang, memikirkan hal-hal yang dia tahu sebenarnya harus bebar-benar dia hindari.


"Bukan begitu Putri... apa itu sebuah keputusan yang bijaksana? Saya dan yang lain selalu siap dalam waktu dua puluh empat jam di apartemen sebelah. Kami selalu berjaga bergantian dan siap kapanpun Putri membutuhkan dan memanggil kami. Rasanya terlalu berlebihan kalau seorang pengawal seperti saya bisa memiliki akses masuk ke apartemen milik Putri." Ernest membalas pertanyaan Tira dengan pertanyaan lain.


"Kenapa dengan itu? Justru harusnya sejak awal sebagai pengawal pribadiku, kamu juga bisa masuk ke dalam apartemenku. Bukankah selama ini kamu juga bisa masuk ke kamar kak Alvero meskipun kamu harus meminta ijin terlebih dahulu? Sejak remaja kamu juga sering tidur di kamar kak Alvero menemaninya sebagai pengawal pribadinya." Pertanyaan berikutnya dari Tira membuat Ernest terdiam sambil menahan nafasnya.


Astaga Putri.... Tentu saja itu hal yang sangat berbeda dengan kasus sekarang ini. Aduh... bagaimana cara menjelaskan kepada Putri Tira kalau menjadi pengawal pribadi yang mulia Alvero tentu saja berbeda jauh dengan menjadi pengawal pribadi putri Tira. Dari gender saja sudah jelas-jelas berbeda. Tentu saja tidak akan pernah menjadi sebuah masalah kalau aku berada di kamar yang mulia Alvero sepanjang waktu jika diperlukan, bahkan menemani dan menjaganya saat tidur sebelum yang mulia menikah dengan permaisuri Deanda. Sejak mereka menikah, boleh dikata aku hampir tidak pernah memasuki kamar yang mulia Alvero sendirian, kecuali ketika harus menyembunyikan kenyataan yang mulia Alveereo dan permaisuri Deanda yang sedang meyamar dan diam-diam meninggalkan istana.


Ernest berkata dalam hati dengan sikap kikuk, membuat Tira menaikkan salah satu ujung alisnya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Tapi Putri... bagaimana kalau...."


"Tidak ada tapi-tapian. Bagaimana kalau peneror itu tiba-tiba menyuruh seorang pembunuh bayaran atau penjahat untuk menculikku, masuk melalui jendela apartemenku. Apa kamu mau menerima hukuman dari kak Alvero dan papaku karena kamu tidak bisa melindungiku dengan baik?" Kata-kata Tira membuat mata Ernest sedikit terbeliak karena kaget.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak bisa masuk melalui pintu depan apartemenku... bagaimana kamu bisa membantu dan menyelamatkanku saat aku dalam kondisi terancam di dalam sana? Apa kamu mau datang terlambat dan menyesal seumur hidupmu?”


“Tentu saja tidak Putri….” Ernest segera menanggapi perkataan Tira.


“Bagi saya, keamanan dan keselamatan Putri adalah nomer satu yang harus saya jaga dan dilindungi bahkan dengan nyawa saya.” Kata-kata Ernest membuat Tira sedikit mengalihkan pandangan matanya karena merasa malu-malu sekaligus bahagia dengan ucapan Ernest baruean yang menempatkannya dia sebagai orang nomer satu bagi Ernest saat ini.


“Kalau begitu, tidak ada alasan untuk kamu menolak perintahku saat ini.” Dengan sedikit menunduk untuk menghindari tatapan mata Ernest, Tira berkata sambil akhirnya menarik tangan Ernest, dan benar-benar mendaftarkannya sebagai salah satu pemilik akses masuk ke dalam apartemennya.


Gerakan tangan Tira yang bukan hanya menyentuh sekilas, tapi memegang tangannya, mau tidak mau membuat dada Ernest semakin berlompatan di dalam sana, bahkan sebuah kereingat dingin menetes di dahinya.


Menghadapi musuh yang hebat seperti Eliana atau yang lain, tidak akan membaut seorang Ernest berkeringat dingin dan dada berdebar hebat, tapi saat ini, Ernest harus benar-benar mati kutu dengan apa yang dilakukan Tira padanya.


Tindakan Tira benar-benar membuatnya tidak berkutik dan dadanya terasa sesak karena rasa bahagia, malu, berbunga-bunga berbaur menjadi satu, tanpa bisa dia kendalikan.

__ADS_1


“Sudah beres. Mulai sekarang kamu bisa langsung masuk ke apartemenku tanpa harus aku membukakan pintu untukmu.” Tira berkata sambil tersenyum puas setelah berhasil mendaftarkan sidik jari Ernest dalam sistem keamanan kunci digitalnya, tanpa sadar bahwa wajah Ernest tampak memerah dan lebih dari sekali berusaha menelan air ludahnya sendiri dengan susah payah.


“Ayo Ernest. Sekarang coba kamu buka pintunya dengan sidik jarimu.” Tanpa memandang ke arah Ernest yang masih sibuk menenangkan debaran di dadanya, Tira berkata sambil memandang ke arah kunci digital pintu apartemennya menunggu Ernest melakukan permintaannya barusan, sehingga mau tidak mau, Ernest mengulurkan tangannya dan meencoba membuka pintu apartemen itu dengan sidik jarinya.


__ADS_2