MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MENCARI PETUNJUK BERSAMA


__ADS_3

“Putri, bisakah Anda mengidentifikasi nama-nama orang yang ada di rekaman ini?” Ernest berkata sambil menekan tanda pause rekaman itu, dan melakukan zoom in pada rekaman itu agar bisa lebih jelas mengamati orang-orang yang lalu lalang yang terlihat di sana.


(Yang dimaksudkan dengan zoom adalah memainkan jarak lensa ke benda dengan tujuan sebagai berikut: zoom in adalah memperbesar tampilan obyek pada kamera dengan cara mendekatkan lensa. Sedangkan zoom out adalah memperkecil tampilan obyek dengan cara menjauhkan lensa).


Kata-kata Ernest membaut Tira menyipitkan matanya dan mulai fokus untuk mengamati gambar orang-orang itu.


"Aku tidak mungkin hafal dengan semua orang yang ada di dalam rekaman itu Ernest, karena tidak semua dari emreka berasal dari jurusan musik sepertiku. Beberapa mahasiswa dari jurusan lain memang ada yang aku kenal, tapi tidak semuanya." Tira berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer yang ada di depannya.


"Jam-jam seperti itu memang waktunya sebagian mahasiswa pulang karena di jam itu biasanya kuliah terakhir dari kelas yang diadakan oleh kampus." Tira kembali berkata dengan menghela nafasnya.


Bagi Tira, baru kali ini dia terlibat dalam hal yang berbau penyelidikan seperti hari ini, dan itu cukup membuatnya merasa sedikit tidak nyaman.


Sayangnya, dibandingkan dengan rasa tidak nyaman yang dirasakannya, keinginannya untuk berada di dekat Ernest dan melihar bagaimana kerennya saat Ernest sedang berusaha menyelesaikan pekerjaannya, membuat Tira menahan dirinya untuk tidak menyingkir dari sana.


"Tidak masalah Putri, sebutkan saja nama-nama mereka. Karena peneror itu sepertinya tahu dengan baik jadwal Putri, dan juga posisi Putri sehari-hari, sepertinya dia adalah orang yang kenal dengan Putri, dan mungkin juga seringkali berada di dekat Putri." Ernest langsung menanggapi perkataan Tira, dan berusaha membuat Tira tetap merasa kehadirannya di sana juga dibutuhkan dan akan cukup membantu mereka.


"Pak Luis."


"Pak Romeo."

__ADS_1


"Bu Lena."


"Angel."


"Robin."


"Bram."


"Cherryl, Florence, Jocelyn, August, Damian...." Dan Tira terus menyebutkan nama-nama orang yang dia kenal, meskipun seperti katanya tadi, tidak semuanya bisa dia sebutkan karena dia tidak kenal dengan mereka.


Tira menyebutkan nama-nama merkea sambil jari telunjuk tangannya menunjuk ke arah layar komputer, memberitahukan kepada Ernest dan juga Steven, siapa-siapa yang memiliki nama-nama tersebut.


"Maaf Ernest, aku sudah tidak bisa menyebutkan lagi nama-nama yang lain dalam rekaman itu karena aku tidak kenal dengan mereka yang lain yang ada di rekaman itu.” Tira berkata pelan setelah dia mengamati orang-orang itu  dan tidak lagi mengeneal siapa mereka.


"Baik Putri. Tidak masalah, ini sudah cukup membantu, dan semoga kita bisa menemukan sedikit petunjuk dari sini." Ernest berkata sambil mengetuk-ketukkan pena di tangannya dan kembali mengamati wajah-wajah orang yang ada di dalam rekaman tersebut, dan mencari-cari adanya sosok gerakan mencurigakan diantara mereka yang melewati mobil Tira yang terparkir.


"Apa yang selanjutnya harus kita lakukan Tuan Ernest? Karena kalau saya amati dari rekaman cctv itu, tidak terlihat adanya orang yang bisa kita curigai yang melakukan suatu gerakan yang bisa membuktikan dia orang yang telah meletakkan bunga itu di atas kap mobil tuan putri. Pelaku sangat cerdik, dia memanfaatkan situasi ramai orang yang sedang berada di parkiran, dan berjalan berkerumun di dekat mobil putri, sehingga dari rekaman itu tidak bisa terliaht tangan siapa yang meletakkan bunga itu di sana." Steven mencoba menyampaikan pendapatnya kepada Ernest begitu pengamatannya terhadap rekaman itu tidak menghasilkan petunjuk apapun.


"Kalau begitu kita coba cek apakah mereka berada disana dengan kepentingan yang masuk akal dan membuat mereka tidak dicurigai sebagai pelaku." Ernest berkata sambil melirik ke arah nama-nama yang sempat dia tuliskan tadi di kertas.

__ADS_1


"Itu hal yang masuk akal yang bisa kita lakukan Tuan Ernest. Kalau begitu kita mulai saja...."


"Pak Luis, kenapa saat itu dia berada di sana padahal dari penyelidikan kita, dia harusnya masih mengajar kelas tambahan yang memang berada di luar jam mengajar biasanya, karena dia mau mengambil cuti mengajar minggu depan." Ernest berkata sambil menuliskan kata mengajar di bawah tulisan nama Luis.


"Saya sudah cek, "saat itu pak Luis harus mengambil materi kuliahnya yang tertinggal di mobilnya." Mendengar penjelasan Steven, Ernest menuliskan kata-kata mengambil berkas di samping tulisan mengajar yang ada di bawah tulisan nama Luis, setelah itu Ernest memberikan tanda bintang sebanyak dua kali untuk menunjukkan bahwa Luis tetap patut dicurigai, meskipun alasan yang dia miliki membuat dia tidak menjadi tersangka utama.


"Pak Romeo."


"Pak Romeo memang selesai mengajar di jam tersebut, dan dia tidak bisa dijadikan tersangka, karena meskipun dia melewati mobil putri Tira, tapi dia berjalan di arah depan mobil putri, dan dengan jarak yang terliaht antara pak Romeo dan mobil putri, rasanya mustahil untuk pak Romeo meletakkan sesuatu di atas kap mobil putri. Dan kalaupun dia melemparnya, tidak mungkin posisinya bisa tepat dan tidak diketahui oleh orang lain." Steven kembali menjawab perkataan Ernest.


Setelah Steven menyampaikan apa yang dia ketahui tentang kenapa Romeo ada di parkiran waktu itu, Ernest langsung menuliskan kata-kata tidak memungkinkan di bawah nama Romeo, dan memberikan tanda bintang sejumlah 3 untuk menunjukkan kalau Romeo bukan orang yang patut dicurigai.


"Bu Lena." Ernest melanjutkan kembali menyebutkan nama yang lain kepada Vincent yang langsung menganggukkan kepalanya, siap dengan info yng sudah dia kumpulkan tadi.


"Dosen mata kuliah teknik vokal itu baru selesai menghadiri meeting dengan beberapa dosen teknik vokla lainnya dan berencana mengambil mobilnya yang terparkir tepat di sebelah mobil tuan putri."


(Teknik Vokal adalah cara untuk memproduksi suara yang baik dan efisien, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, nyaring dan tentu memiliki nilai teknik dalam bernyanyi. Beberapa latihan teknik vocal akan membantu untuk menghasilkan suara yang nyaring, merdu, enak didengar, lantang dan bertenaga. Dengan demikian, bisa dipastikan, seseorang bisa menjadi penyanyi yang handal. Dengan bernyanyi menggunakan teknik bernyanyi yang baik dan benar, otot wajah akan selalu aktif bekerja. Teknik vokal dalam bernyanyi tersebut di antaranya yaitu teknik intonasi, artikulasi, resonansi, pernapasan, hingga pembawaan).


"Hmmm... jarak antara mobil putri dan bu Lena cukup dekat. Ditambah lagi, kenapa bu Lena harus berjalan memutar dari arah bagian belakang mobil putri sebelum dia mencapai bagian depan mobilnya sendiri?" Ernest bergumam pelan sambil melihat bagaimana Lena yang terlihat di layar komputer sedang berusaha membuka pintu mobilnya sendiri, yang kebtulan dari gerakan dalam rekaman itu, Lena terlihat begitu terburu-buru, seolah-olah ada yang sedang dikejarnya, atau sedang mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2