
“Bisa-bisanya kamu menggunakan kemampuan dan keahlianmu menggerakkan drone untuk mendapatkan semua info ini.” Ernest berkata sambik tersenyum saat Ernest melihat bagaimana peta jalur masuk dan keluar dari rumah Theo yang sudah dibuat oleh Erich dengan begitu detail.
(Drone atau Unmanned Aerial Vehicles (UAV) adalah pesawat tanpa awak. Alat ini dikendalikan oleh seseorang yang disebut dengan pilot drone. Sang pilot bertugas untuk mengendalikan drone dari jauh melalui remote control yang sudah terkoneksi dengan UAV ini.
Dilihat secara fisik, alat ini terlihat seperti pesawat atau helikopter karena disertai dengan baling-baling dan mampu terbang jauh ke atas. Meski terlihat serupa, nyatanya drone memiliki kegunaan yang jauh berbeda.
Alat ini dilengkapi dengan item kamera yang dapat membuat pengguna (pilot) dapat memantau dan merekam dari ketinggian, dengan jarak yang cukup jauh dari obyek pantauan.
Pesawat tanpa awak ini digerakkan melalui tenaga baterai yang terpasang di dalamnya. Cukup dengan mengisi ulang kembali dayanya, drone bisa menyala dan dapat digunakan kembali.
Salah satu kecanggihan dari drone adalah dapat dikendalikan dengan jarak jauh melalui remote control dan juga dihubungkan dengan perangkat komputer dan dikendalikan dari sana.
Dilengkapi dengan fitur kamera, drone dapat menangkap gambar maupun video dari atas. Selain itu, drone juga dapat berfungsi untuk membawa muatan seperti senjata, dan sebagainya.
Banyak orang menggunakannya dan menjadikannya sebagai hobi karena terlihat asik menerbangkannya. Namun, drone juga sering dimanfaatkan dan dapat membantu dunia militer).
“Tapi apakah rencana kita ini bisa benar-benar kita lakukan seperti keinginan kita? Ini bukanlah negara tempat asal kita. Dan disini sekarang ada yang mulia Alvero dan pemaisuri bersama kita di negara ini.” Ernest yang tiba-tiba teringat bahwa dia sebagai anggota pengawal kerajaan Gracetian tidak boleh berindak gegabah di negara asing, langsung berkata kepada Erich.
“Aku akan meminta ijin pada yang mulia untuk kita bisa pergi menyusup berdua nanti malam ke tempat itu. Aku yakin yang mulia akan mengijinkan kita untuk melakukan hal ini, karena sebenarnya… penyelidikan tentang Theo yang terlibat dengan Eliana adalah perintah langsung dari yang mulia Alvero.” Erich berkata sambil menerima kembali lembaran kertas dari Ernest.
“Sama denganku yang tidak bisa membiarkan dan menganggap remeh apapun yang berhubungan dengan Eliana, yang mulia Alveri juga tidak ingin kita sampai lengah terhadap Theo. Bahkan, yang mulia Alvero juga tahu tentang kegiatanku beberapa hari ini yang melakukan pengamatn dan identifikasi tempat tinggal Theo ini.” Penjelasan Erich membuat Ernest menyungingkan senyumnya tanpa ada niat untuk bertanya lebih lanjut terhadap apa rencana mereka malam ini, karena semuanya sudah sangat jelas baginya.
Ah, aku harus memberitahu Tira kalau malam ini aku akan sibuk dan mungkin tidak bisa banyak berkomunikasi dengannya. Semoga malam ini dia bisa tidur nyenyak. Aku akan memintanya memastikan untuk mengunci semua jendela dan pintu dengan baik. Atau aku perlu meminta bantuan kepada yang mulia Alvero untuk menambahkan pengawal di apartemen?
__ADS_1
Ernest berkata dalam hati sampai da teringat sesuatu yang membuatnya menahan senyum gelinya.
Aduh… bagaimana aku bisa lupa? Bukannya malam ini putri akan tidur di mansion keluarga Shaw? Seperti kata Erich, disana ada begitu banyak orang penting yang datang bersama dengan pengawal mereka masing-masing, jadi aku tidak perlu khawatir tentang keamanan Tira untuk beberapa waktu ini. Lagipula, siapa orang bodoh dan nekat yang berani menembus keamanan mansion keluarga Shaw? Kalau ada, orang itu pasti sudah benar-benar bosan untuk hidup.
Ernest kembali berkata dalam hati, merasa geli dengan dirinya sendiri yang begitu mengkhawatirkan Tira hingga untuk sesaat sempat lupa bahwa Tira akan ada di tempat yang aman malam ini.
Malam ini aku tidak perlu khawatir putri akan kesepian karena selain permaisuri Deanda, ada nyonya Cladia, nyonya Laurel, nyonya Elenora, dan juga nona Evelyn. Dia pasti akan banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman dekatnya itu. Untuk mala mini, aku bisa fokus bersama Erich untuk melakukan penyusupan.
Dengan menarik nafas lega, Ernest berkata dalam hati.
# # # # # # #
Aku sudah selesai melakukan pertemuan dengan pak Luis. Semuanya berjalan lancar, dengan adanya duke Evan dan kak Enzo yang menemaniku.
Setelah membaca pesan itu, Ernest segera menggerakkkan jari-jari tangannya untuk membalas pesan Tira, karena dia sendiri sejak tadi sebenarnya merasa begitu penasaran dengan hasil dari pertemuan itu.
Bagaimana dengan hasil pertemuan itu? Bagaimana sikap Luis menerima ucapan terimakasih dari pangeran Enzo?
Pak Luis membalas ucapan terimakasih itu dengan sopan. Kak Enzo juga memberikan sebuah hadiah kejutan untuk pak Luis.
Apa itu?
Coba tebak.
__ADS_1
Aku tidak ingin menebaknya. Kamu tahu kalau aku tidak nyaman dengan keberadaan Luis yang mencurigakan itu.
Kak Enzo memberinya hadiah gitar Gitar Reach Out to Asia Fender Stratocaster sebagai ungkapan rasa terimakasihnya.
Ernest langsung terdiam begitu membaca pesan terakhir dari Tira yang menyebutkan tentang hadiah mewah yang diberikan Enzo pada Luis.
Meskipun Ernest bukan orang yang menggeluti dunia musik, tapi dia memiliki kemampuan lebih untuk memainkan alat musik, termasuk gitar sehingga dia tahu tentang gitar mahal yang baru saja disebutkan Tira di pesannya itu, membuat Ernest cukup kaget.
Ternyata, bagi keluarga besar istana Gracetian, Tira merupakan gadis yang sangat berharga, sehingga tanpa berpikir panjang mereka bahkan rela memberikan apa saja pada orang yang sudah berjasa telah menyelamatkan Tira. Hah… sepertinya jika mereka tahu kami berpacaran, keluarga istana akan benar-benar marah dan kecewa padaku.
Ernest berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, sadar bahwa posisinya yang hanya seorang knight pasti akan menimbulkan pertentangan besar saat keluarga istana Gracetian tahu dia menjalin hubungan cinta dengan Tira.
Ernest, ada apa denganmu? Kenapa lama membalas pesanku? Apak amu masih sibuk dengan Erich? Apa kamu tidak tahu tentang gitar Gitar Reach Out to Asia Fender Stratocaster?
Tidak, aku tidak tahu, dan sepertinya aku tidak ingin tahu, karena benda apapun yang diberikan kepada Luis, aku tidak tertarik untuk mengetahuinya.
Ernest, kenapa denganmu? Masih cemburu dengan pak Luis? Jangan khawatir, aku sudah katakan padamu, aku tidak pernah tertarik dengan pak Luis. Dan apa kamu tahu, tadi ada kejadian menarik. Evan sengaja memancing emosi pak Luis dengan berpura-pura memiliki hubungan dekat denganku dan bersikap manis.
Pak Luis langsung menunjukkan sifat aslinya yang memandangku dan Evan dengan aura membunuhnya.
Kata-kata Tira membuat Ernest kembali terbeliak.
Eh, ternyata duke Evan benar-benar percaya dengan yang aku katakan dan berusaha mencari bukti kecurigaanku terhadap Luis. Duke Evan benar-benar hebat, dalam waktu sedemikian singkat sudah berhasil membuat Luis menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Sepertinya, sebelum kembali ek apartemen, aku harus bertemu dengan duke Evan dan membicarakan tentang masalah itu.
__ADS_1
Dengan senyum tipis tersungging di bibirnya, karena merasa lega bahwa duke Evan terlihat jelas percaya dengan apa yang dia katakan tentang Luis, tentang kecurigaannya terhadap Luis, Ernest berkata dalam hati.