
Ernest seringkali mencari dan mendapatkan info tentang Tira sebanyak yang dia bisa dia dapatkan, sebagai hal pribadi untuknya.
Banyak hal tentang Tira dari para pelayan atau orang-orang yang mengenal Tira sehingga Ernest cukup tahu tentang makanan kesukaan Tira, hobi, ataupun jenis dan model pakaian yang dia sukai.
Ernest juga pernah mendengar kalau Tira memiliki kemampuan memasak yang cukup bagus, akan tetapi Ernest sungguh belum mengatahui dan tidak menyangka tentang kemampuan memasak Tira yang sampai bisa mengolah Souffle dan sup sarang burung wallet yang dikenal sulit untuk dibuat itu.
Jika saja itu Alvero atau Deanda yang dia tahu jelas begitu fasih dalam hal masak memasak, terutama Deanda, Ernest tidak akan terlalu kaget kalau sampai kedua orang dengan posisi nomer satu di Gracetian itu bisa membuat Souffle dan sup sarang burung wallet, tapi Tira….
Bagi Ernest itu adalah sebuah hal yang mengejutkan mengetahui Tira ternyata bisa memasak dua makanan sulit itu.
“Kenapa dengan wajahmu Ernest? Jangan kaget begitu dong….” Tira berkata dengan senyum geli masih tersungging di wajahnya melihat bagaimana Ernest yang saat ini sedang memandangannya tanpa berkedip, dan terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Tira.
“Ah… aku sungguh tidak menyangka… kalau kamu benar-benar hebat dalam hal memasak.” Ernest berkata dengan nada kagum dan matanya mengamati Souffle dan sup sarang burung buatan Tira itu.
“Sebenarnya kalau dibandingkan dengan kak Alvero dan kak Deanda, kemampuanku sungguh tidak ada apa-apanya. Kamu tahu kan mereka begitu hebat dalam hal pengolahan makanan. Kalau kita tidak mengenal mereka berdua dengan baik, kita juga pasti sulit percaya mereka berdua begitu pandai memasak.” Tira berkata dengan sikap merendah sambil mengambil sendok sayur, dan menuangkan beberapa sendok sup sarang burung wallet ke arah Ernest.
__ADS_1
“Tapi tetap saja kamu hebat bisa memasak kedua masakan itu.” Ernest berkata dengan nada suara dan tatapan kagum, membuat wajah Tira sedikit memerah.
“Tadi aku sengaja memasak Souffle dan sarang burung wallet karena tidak bisa tidur, aku hanya ingin mengisi waktu luangku….” Tira berkata dengan suara pelan dan wajah semakin memerah, karena kata-katanya menunjukkan pada Ernest bagaimana semalaman tadi dia terus memikirkan tentang Ernest dengan hati yang terus berbunga-bunga sekaligus berdebar-debar, sehingga membuatnya sulit tidur karena pikirannya tidak bisa lepas sedikitpun dari Ernest.
Semalam berlalu, Tira sadar dia sudah seperti orang gila yang terus terbayang-bayang wajah Ernest, yang bahkan membuatnya membayangkan kalau Ernest sedang duduk di pinggiran tempat tidur dan meninabobokannya.
Karena tidak ingin semakin terlarut dalam pikiran yang mulai menuju ke arah hal-hal yang tidak sepatutnya, akhirnya Tira justru mencari kesibukan lain untuk mengalihkan pikirannya, dan hal yang langsung terpikirkan olehnya adalah memasak.
“Ah… bagaimana kalau kamu jatuh sakit karena kurang tidur?” Ernest berkata sambil mengelus lembut wajah Tira dengan ujung jari telunjuknya.
Wajah yang cantik, kulit yang terasa sangat lembut, kamu benar-benar memiliki pesona yang sulit untuk dilupakan. Hah… ke depannya aku aku harus bersiap bukan hanya untuk menghadapi pertentangan dari keluarga kami berdua, tapi juga menghadapi para pria yang akan memperebutkanmu. Apalagi saat ini, putri keturunan keluarga Adalvino yang masih lajang, yang tersissa hanyalah kamu seorang, setelah putri Alaya menikah dengan duke Evan, dan putri Clara meninggal dalam kecelakaan waktu itu.
(Putri Clara adalah salah satu sepupu Alvero yang meninggal dalam kecelakaan di hari pernikahannya dengan putra mahkota Hector Adrojan dari kerajaan Crownhill yang beberapa waktu lalu sempat mengira kalau Alaya adalah istri yang di cari selama ini, karena hingga saat ini Hector tidak percaya kalau istrinya sudah meninggal dalam kecelakaan itu. Info novel selanjutnya tentang putri Clara dan putra mahkota Hector dengan judul: Pengantin Yang Terhilang).
Ernest sadar bahwa keberadaan setiap putri Gracetian dengan darah Adalvino merupakan gadis-gadis populer yang diinginkan oleh banyak pria.
__ADS_1
Selain karena putri keturunan dari keluarga Adalvino dikenal sangat cantik, keluarga Adalvino juga dikenal dengan kekayaannya yang kadnag membuat para pria berharap bisa menjadi bagian dari kelaurga Adalvino agar bisnis mereka semakin besar karena ada nama Adalvino di belakang orang yang mereka nikahi.
“Kenapa memandangku seperti itu Ernest?” Tira yang melihat bagaimana Ernest terus memandangnya tanpa henti dengan senyum terus tersungging di bibirnya, dan ujung jarinya terus mengelus lembut wajahnya, membuat dada Tira berdebar tidak karuan dan wajah yang semakin memerah karena tindakan mesra Ernest padanya saat ini.
“Aku sedang berpikir… bagaimana bisa Tuhan menciptakan gadis secantik dirimu, dan aku mendapatkan anugrah untuk mendapatkan cinta dari gadis cantik di depanku ini.” Ernest berkata sambil menghentikan gerakan ujung-ujung jarinya mengelus pipi Alaya, untuk kemudian dengan kedua tangannya, diraihnya tangan Alaya dengan erat sebelum akhirnya Ernest mendaratkan sebuah ciuman mesra di punggung tangan Alaya dengan bibirnya, membuat seluruh tubuh Tira terasa seperti tersengat aliran listrik yang menyebabkan dadanya semakin berdebar-debar.
“Tira… aku sungguh berharap, kita berdua bisa menghadapi semua masalah dan badai yang jelas-jelas akan menghadang di depan kita di masa depan. Aku tahu tidak akan mudah untuk membuat pemikiran orang tentang cinta yang tidak memandang perbedaan status kita berdua, tapi aku akan berusaha meyakinkan semua orang, bahwa aku layak untuk mendapatkan cintamu, dan bisa membahagiakanmu selamanya.” Ernest berkata tanpa melepaskan bibirnya dari punggung tangan Tira yang harus membuatnya menahan dirinya agar tidak meneteskan airmatanya saat mengucapkan kata-katanya barusan.
Kata-kata Ernest, membuat mata Tira terasa panas dan tarasa basah meskipun airmata tidak sampai menetes.
Dengan gerakan pelan Tira menempelkan keningnya pada kepala Ernest yang sedang menunduk di depannya sambil memenga erat tangannya dan terus menciumi punggung tangannya tanpa henti.
Meski saat ini Tira tidak bisa melihat wajah Ernest yang tertunduk, Tira yakin kalau saat ini ada perasaan tidak percaya diri, galau, takut, khawatir dalam diri Ernest yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata di depan Tira.
Dan Tira tahu Ernest tidak bisa mengatakan semua yang sedang dirasakannya saat ini padanya karena Tira tahu Ernest, di balik sikap ramah dan baik hatinya, dia adalah orang yang akan emmilih untuk menyembunyikan perasaannya agar tidak membuat orang yang disayanginya khawatir.
__ADS_1
“Aku akan menghadapi semuanya bersamamu Ernest. Aku akan tetap berada di sisimu, apapun yang terjadi. Dan kita berdua, akan membuktikan bersama-sama kepada semua orang, bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama dan saling mencintai.” Perkataan lembut Tira membuat Ernest langsung memejamkan matanya untuk mencegah airmata yang sudah mengintip di ujung-ujung matanya menetes keluar.
“I love you….” Ernest berkata lirih sebelum akhirnya dengan sekuat tenaga menekan perasaannya agar tidak menunjukkan hatinya yang sedang teraduk-aduk di depan Tira dan menjauhkan wajahnya dari tangan Tira yang digenggamnya dengan begitu erat sedari tadi.