
“Bukannya begitu Laurel….” James berbisik dengan suara pelan sambil melirik ke arah Elenora yang berpura-pura mengalihkan pandangan matanya dengan wajah yang memerah.
“Ayolah James… sebenarnya apa sih yang sedang kamu inginkan dariku? Tidak mungkin kamu dengan tiba-tiba mengajakku pergi ke Lake George sendirian….’
“Eh, bukan begitu….” James langsung memotong perkataan Laurel.
“Aku tidak bilang kamu harus pergi sendirian bersamaku dan Elenora. Dave bisa ikut menemanimu. Dia dokter juga kan sepertimu?” Pertanyaan James membuat Dave yang duduk di samping Laurel, sedikit memajukan tubuhnya, dan menatap ke arah James dengan wajah bertanya-tanya.
“Apa hubunganku sebagai dokter dengan pergi ke Lake George bersama mo cuisle bersamamu?” Kali ini Dave yang merasa penasaran langsung bertanya kepada James yang lagi-lagi langsung meringis begitu mendengar pertanyaan dari Dave.
“Aku… eh… maksudku… aku dan Elenora sedang membutuhkan konsultasi dari dokter ahli dan terpercaya seperti kalian….” James dengan suara pelan menjawab pertanyaan Dave yang langsung saling berpandangan dengan Laurel dan secara bersamaan mereka berdua mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tumben sekali… memang ada masalah serius dengan kesehatanmu atau Elenora?” Laurel bertanya sambil mendekatkan wajahnya ke arah James, agar suara pelannya bisa didengar oleh James.
Bagi Laurel yang seorang dokter, memang sudah menjadi kode etik bagi para dokter untuk tidak dengan mudah membocorkan informasi tentang penyakit seseeorang yang menjadi pasiennya.
Melihat cara James memikirkan cara bagaimana agar hanya dia dan Dave bisa pergi bersamanya dan Elenora tanpa mengajak yang lain, Laurel jadi merasa was-was kalau James, atau Elenora yang cantik itu sedang mengalami suatu penyakit yang mematikan dan perlu bantuan darinya dan Dave secepatnya.
“Bukan penyakit… tapi ada hal penting yang perlu kami bicarakan dengan dokter ahli seperti kalian…. Tapi tidak disini…. Terlalu banyak orang yang bisa jadi membuat Elenora malu jika masalah pribadi kami didengar oleh orang lain. Kalau kalian berdua kan memang dokter yang bisa mengarahkan kami berdua….” James berkata sambil matanya sibuk melirik ke kanan dan ke kiri, memastikan kalau tidak ada orang lain yang sedang mencuri dengar apa yang sedang dibicarakannya dengan Laurel saat ini.
“Hah? Apa maksudmu James? Jangan membuat kami khawatir… Bicara saja terus terang apa yang sedang kalian alami….” Laurel berkata sambil menjauhkan tubuhnya kembali dari James yang tampak memegang tengkuknya dengan telapak tangannya dengan wajah malu-malu seperti anak SMA yang sedang berusaha menembak gadis pujaan hatinya.
Melihat sikap James, Laurel masih terlihat serius dan khawatir, sedangkan Dave terlihat langsung menyunggingkan senyum geli.
__ADS_1
“James, apa setelah makan pagi ini sebaiknya kita pergi ke Lake George seperti permintaanmu barusan?” Pertanyaan Dave membuat Laurel langsung menoleh dengan tatapan mata bingung.
“Ah, benarkah? Mi amore, sepertinya Dave dan Laurel sudah setuju untuk pergi bersama kita….” Dengan semangat James berkata sambil meraih tangan Elenora, merengkuh kedua tangan Elenora dalam rangkuman dua tangannya.
Elenora terlihat tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan oleh James barusan, dengan sikap hebohnya.
Laurel sendiri memandang ke arah Dave dengan tatapan mata meminta penjelasan dari Dave yang hanya tersenyum sambil mengangkat bahu.
“Sepertinya mereka sedang memerlukan nasehat orang-orang ahli seperti kita…” Dave berbisik lembut di telinga Laurel yang akhirnya kembali memandang ke arah James yang ternyata juga sedang memandangnya kembali.
“Bisakah aku mendapatkan sedikit bocoran agar aku bisa apergi mengikuti kalian ke Lake George dengan hati tenang?” Laurel kembali berkata dengan pelan kepada James yang sedikit menghela nafasnya sebelum berbicara menjawab pertanyaan Laurel.
“Sebenarnya, aku butuh ilmu kalian sebagai dokter professional, agar bsia mengajariku… agar Elenora bisa cepat hamil….”
“Kalian tahu… diantara pasangan yang ada di sini, semua wanitanya sudah hamil. Kalian cepat sekali bisa hamil. Apalagi Cladia… kalian tahu Ad hanya melakukannya sekali dan itu sudah membuatnya memiliki calon penerus di perut Cladia. Aku dan Elenora juga ingin seperti kalian….” Kata-kata polos James dengan wajah penuh harap dan tatapan mata birunya yang sayu, hampir saja membuat Laurel tertawa tergelak karena tidak menyangka kalau seorang James bisa mengatakan hal seperti itu.
“Tapi James, kamu tahu meskipun tidak lama tapi aku dan Deanda juga perlu waktu untuk itu. Tidak semua orang seberuntung Cladia dan Ornado, sekali tembak tepat sasaran. Kamu baru menikah dengan Elenora bahkan belum ada seumuran jagung….” Laurel mengucapkan kata-katanya dengan masih menahan tawa tegelaknya dengan susah payah.
“Laurel jangan memasang wajah ingin tertawa keras seperti itu…. Aku sungguh serius butuh bantuan darimu dan Dave yang merupakan dokter di tempat ini. Kalian pasti tahu bagaimana cara membantuku. Padahal kami sering melakukannya, tapi kenapa belum ada hasil? Lihat saja Ad dan Cladia, aku yakin kami lebih sering melakukannya dibandingkan dengan mereka.” James berkata dengan suara yang semakin pelan.
Dave yang ikut mendengar apa yang dibicarakaan oleh James, jadi ikut menahan tawanya.
“Kenapa denganmu James, kamu bukan termasuk orang yang serius dengan hidupmu. Kamu orang yang easy going. Kenapa tiba-tiba kamu bahkan ingin aku dan Laurel memberikan petunjuk untuk hal seperti itu?” Akhirnya Dave kembali angkat bicara.
__ADS_1
(Secara sederhana, sifat easy going lebih sering kita kenal dengan sifat yang ramah atau supel. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki sifat ramah, supel dan mudah bergaul biasanya akan kita sebut dengan orang yang easy going.
Orang yang easy going biasanya adalah orang-orang yang memiliki karakteristik kepribadian santai dalam menjalani hidup serta menanggapi masalah. Sifat tersebut dikenal sebagai kepribadian yang positif karena dinilai mampu lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru).
Sebelum James menjawab pertanyaan Dave, laki-laki tampan yang merupakan saudara sepupu dari Ornado itu melirik ke arah Elenora, yang ternyata sedang berdiri dari duduknya karena Evelyn sedang mengatakan sesuatu padanya, membuat James diam-diam menarik nafas lega, karena Elenora pasti sedang tidak fokus padanya.
“Kamu kan tahu Dave, saat masih berpenampilan culun, banyak laki-laki yang menyukainya dan ingin menjadi kekasihnya, apalagi sekarang dengan penampilannya yang sudah seperti seorang model terkenal ini. Aku mau dia segera mengandung anakku, agar aku bisa benar-benar mengikatnya di sampingku, karena ada penghubung yang kuat antara aku dan dia.” Kali ini Laurel benar-benar tidak bisa menahan gelak tawanya mendengar perkataan pelan James, membuat beberapa orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah Laurel meskipun akhirnya mereka hanya bisa tersenyum, termasuk Elenora yang sebenarnya masih belum menyelesaikan bicaranya dengan Evelyn.
Meskipun akhirnya Elenora tetap melanjutkan bicaranya dengan Evelyn, sehingga James bisa melanjutkan bicaranya dengan Dave dan Laurel tanpa khawatir Elenora mendengarnya, karena itu terus terang cukup membuat James merasa malu.
Dasar James! Tampaknya dia sudah benar-benar tergila-gila pada Elenora. Bisa-bisanya dia begitu takut kehilangan Elenora, padahal Elenora begitu cinta mati padanya. Dasar keturunan Xanderson….
Laurel berkata dalam hati sambil tersenyum.
“James, apa kamu tahu? Elenora itu…. begitu mencintaimu, bahkan tergila-gila padamu. Jadi jangan pernah takut kalau dia akan sanggup untuk berpisah darimu. Dia akan selalu setia menemanimu kemanapun kamu berada. Dengan setia. Dia yang bahkan tetap mencintaimu meskipun kamu sudah berlaku buruk padanya.” Laurel berbisik pelan ke telinga James yang menggigit bagian bawah bibirnya mendengar bagaimana orang lain ternyata tahu bagaimana Elenora yang sangat mencintainya.
“Laurel… please, jangan membuatku ingat tentang kesalahan besar yang sudah aku lakukan padanya. Sampai sekarang, aku masih begitu menyesali kebodohanku waktu itu….”
“Semua orang pasti pernah melakukan kesalah James.” Dave berkata sambil menepuk-nepuk bahu James dan melirik Laurel, sambil tersenyum penuh cinta pada istrinya itu,
Dave sungguh berharap Laurel juga tidak terus terpaku pada rasa bersalahnya seperti James, karena masalah kesalahan kepada pasangan dan bagaimana rasanya menyesal, Laurel juga tahu tentang perasaan itu dengan jelas, seperti James.
“Tenang saja, kami bersedia menemanimu pergi bersama Elenora. Aku dan Laurel pasti akan membantu kalian kalau memang kalian mengalami masalah dengan hal itu, meskipun seperti kata Laurel, mungkin memang belum waktunya.” Dave berkata pelan kepada James yang wajahnya langsung terlihat begitu ceria setelah Dave mangatakan mau menerima konsultasi untuknya.
__ADS_1