MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
UJUNG KAIN YANG MENCURIGAKAN


__ADS_3

"Aduh...." Anna langsung terpekik pelan begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ernest.


"Sejak kapan Janeta beralih profesi sebagai informan seperti itu? Benar-benar harus berhati-hati jika berada di dekat Janeta mulai sekarang." Anna berkata dengan nada kecewanya mendengar bagaimana selama ini dia dan Tira sudah menganggapnya teman yang baik, sering mengak Janeta makan siang bersama, tapi Janeta justru melakukan hal seperti itu pada Tira, sungguh mengecewakan.


"Aku tidak tahu, tapi seperti katamu, mulai sekarang kalian harus berhati-hati saat bersama dengan Janeta. Jaga agar kalian tidak mengucapkan kata-kata atau melakukan sesuatu yang bisa dijadikan oleh Janeta sebagai alat yang bisa dijual infonya kepada orang lain. Meskipun bukan dia pelaku utamanya, tapi dia adalah jalan yang membuat pelaku bisa melakukanny, karena campur tangan Janeta." Ernest berkata dengan sikap tenang, meskipun Anna maupun Tira, wajahnya tampak tegang.


"Kalau Angel, aku sih tidak heran dengan perilakunya. Dia kan memang sedang mengejar-ngejar Ernest...."


"Ehem...." Kata-kata Anna membuat Ernest berdehem pelan, karena sebenarnya, dia tidak ingin Anna membahas masalah itu, hanya saja, seorang Anna mana perduli, tetap saja dia melanjutkan bicaranya.


"Lho, benar kan Ernest? Bahkan salah satu teman seangkatannya ada yang bilang padaku bahwa kemarin, Angel sebenarnya ingin menitipkan sebuah pesan untukmu, agar nanti siang kamu dan dia bisa makan siang bersama, hanya saja teman Angel itu bilang ke aku bahwa dia tidak enak menyampaikan pesan Angel itu padamu.” Anna berusaha mempertegas ceritanya tentang bagaimana Angel yang memang menyukai Ernest.


“Kenapa dia batal menyampaikan pesan Angel ke Ernest?” Tira langsung bertanya, karena dia masih teringat bagaimana Angel yang sudah menempel pada Ernest, seperti lem di parkiran mobil tadi.


“Karena dia sudah mendengar kabar tentang kamu yang sedang mengejar-ngejar Tira, dan paginya kamu bahkan sudah menyatakan cintamu pada Tira melalui permainan saxsofonmu yang benar-benar keren dan romantis….” Anna menejawab pertanyaan Tira sambil tersenyum.

__ADS_1


Pujian Anna untuk tindakan manisnya pada Tira kemarin membuat Ernest hanya bisa berdehem pelan kembali, tanpa berani untuk menanggapi perkataan Anna, atau perasaannya akan lebih sulit untuk dia sembunyikan dari Tira, yang Ernest sadar, beberapa menit ini tampak seringkali memandangnya dengan tatapan penuh selidik.


“Kalau aku jadi teman Angel itu, aku juga pasti melakukan hal yang sama. Melihat bagaimana usaha Ernest untuk menyatakan cintanya padamu, mana berani aku mengganggu hubungan kalian dengan menyampaikan pesan Angel, yang jelas-jelas salah sasaran, karena Ernest pasti akan menolak Angel.” Anna kembali berkata sambil sedikit menggeser duduknya.


Semoga jika hal itu betul terjadi, Ernest benar-benar akan menolak Angel seperti kata Anna.


Tira berharap dalam hati, dengan rasa kesal yang kembali menelusup dalam hatinya begitu mengingat bagaimana cara Angel untuk mendekati Ernest di parkiran tadi.


Angel terlihat sangat agresif, semoga saja Ernest tidak masuk dalam jebakannya, karena aku yakin, gadis seperti Angel pasti memiliki banyak cara licik untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Sebisa mungkin, aku harus membuat intensitas pertemuan Angel dan Ernest sangat minim.


“Daripada kita mengobrol di tempat ini, bagaimana kalau kita pergi saja keluar? Toh setelah ini kita bertiga tidak ada kuliah untuk hari ini. Takutnya jika kita terus di tempat ini, akan membuat orang curiga, dan bahaya kalau sampai ada orang lain yang mendengar pembicaraan kit aini.” Ernest berkata sambil menggeser duduknya, setelah itu dia langsung bangkit dari duduknya, dan menggantung tali tas ranselnya ke bahunya.


Ernest benar-benar keren, tidak salah kalau sampai idola sekelas Angel pun dibuatnya jatuh cinta. Dan Tira… aku yakin, diapun akan segera jatuh cinta pada Ernest, kalau cara Ernest berakting sesempurna itu.


Anna berkata sambil memandangi Ernest tanpa berkedip, mengagumi ketampnan dan tubuh Ernest yang terlaht atletis dan sempurna, membuatnya cukup terpana dengan pemandangan indah di depannya itu.

__ADS_1


“Ayo kita pergi. Aku juga butuh mendinginkan kepala setelah pembicaraan berat kita barusan.”


“Pembicaran berat apa maksudmu Anna?” Tira langsung bertanya dengan wajah heran.


“Ya tentu saja masalah pengupload fotomu. Memikirkan kemungkinan siapa yang melakukannya sudah membuatku sakit kepala, jadi lebih baik kita segera pergi ke tempat yang sejuk untuk mendinginkan kepala.” Anna berkata sambil meringis, dan menggamit lengan Tira, lalu mengajaknya berjalan ke arah pintu, meninggalkan Ernest yang tiba-tiba mendekati podium yang biasa digunakan oleh para dosen untuk mengajar, dan mendekati meja yang ada di sana.


Sebuah meja dengan laci di bagian bawahnya yang awalnya tidak membuat Ernest tertarik, sampai matanya yang awas, melihat ada sebuah ujung kain yang posisinya sedang terjepit di laci meja tersebut.


“Selamat siang Pak Luis…..” Suara Anna dan juga Tira yang terdengar hormat sedang menyapa Luis, membuat Ernest langsung menoleh kaget dan mengurungkan niatnya untuk memeriksa kain itu.


Kenapa ada pak Lusi yang tiba-tiba muncul di ruangan ini? Bukannya sampai nanti sore, seharusnya tidak ada jadwal untuk ruangan ini kecuali kelas yang yang tadi kami bertiga ikuti? Dan pak Luis sendiri, harusnya sepuluh menit lagi ada jadwal mengajar di kelas lain.


Ernest berkata dalam hati sambil melirik ke arah kain yang sedang terjepit itu secara diam-diam, karena tidak ingin Lusi curiga bahwa dia begitu penasaran dengan ujung kain yang menunjukkan adanya bordiran hurup T yang tampak setengahnya.


“Selamat siang.” Lusi menanggapi sapaan Anna dan Tira dengan sedikit acuh tak acuh, karena matanya sedang menatap lurus ke arah Ernest.

__ADS_1


Huruf T yang hanya tampak setengahnya, dengan huruf di sampingnya yang hanya sedikit sekali terlihat, membuat pikiran Ernest kemana-mana dan mulai mereka-reka apa yang tertulis di sana, sayangnya untuk saat ini, Luis tampak berjalan mendekat ke arah podium dan pastinya juga meja itu.


__ADS_2