MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
USULAN EVAN


__ADS_3

“Kenapa kamu makan dengan terburu-buru seperti itu Tira?” Deanda yang melihat bagaimana cara Tira yang tampak terburu-buru menghabiskan sarapannya, tidak seperti biasanya langsung bertanya kepada Tira yang sedari tadi memang terlihat beberapa kali melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.


“Maaf Kak, aku harus ke kampus hari ini. Ada mata kuliah aygn tidak bisa aku tinggalkan karena ini juga batas akhir pengumpulan tugas. Dosenku yang satu ini sedikit kolot pemikirannya, sehinggaa dia selalu merasa keberatan kalau mahasiswa tidak hadir sendiri saat penyerahan tugas darinya.” Tira langsung menjawab pertanyaan Deanda.


“Aku akan minta Erich untuk mengantarmu ke kampus.” Alvero berkata sambil melirik ke arah Tira yang langsung menatap ke arah Alvero dengan menunjukkan wajah yang sedikit kaget dengan Alvero yang tiba-tiba memberikan keputusan seperti itu.


Sejak adanya teror pada Tira, Alvero memang selalu menekankan pada Ernest maupun yang lain agar tidak pernah membiarkan Tira pergi kemanapun seorang diri, dan saat ini dia juga ingin memastikan kalau memang ada yang harus mengantar Tira meskipun info tentang tertangkapnya peneror itu sudah dia terima.


Untung saja aku sudah meminta Steven untuk menjemputku, Pasti akan menjadi sebuah penyiksaaan jika Erich yang harus mengantarku. Bahkan sampai saat ini aku masih tidak habis pikir, bagaimana kembar identik seperti Ernest dan Erich memiliki karakter yang sangat bertolak belakang seperti itu.


Tira berkata dalam hati dengan sikap lega karena dia tidak harus pergi bersama Erich.


“Tidak perlu Kak, tadi pagi aku sudah meminta Steven untuk menjemputku. Mungkin dia sudah hampir sampai….”

__ADS_1


“Kenapa bukan Ernest? Apa ada masalah dengan Ernest?” Pertanyaan Alvero yang disertai dengan tatapan yang cukup tajam ke arahnya membuat Tira hampir saja menelan ludahnya di depan Alvero dengan sikap gugup.


Untung saja, sejak pembicaraan antara dia dan para wanita yang lain kemarin di tepian kolam renang, Tira sudah merasa lebih siap untuk menghadapi hal seperti ini.


“Dia juga ada jadwal kuliah dan tugas Kak. Dia sendiri harus mengerjakan tugasnya, mana bisa aku terlalu membebani Ernest….”


“Ckkkk…. Anak itu ternyata benar-benar totalitas dalam melakukan penyamarannya. Apa dia melakukannya dengan baik Tira?” Alvero menanggapi perkataan Tira sambil meraih kembali sendok di tangannya dan menikmati sarapannya pagi itu bersama yang lain.


“Ah… ya… dia benar-benar bersikap seperti mahasiswa pada umumnya. Orang tidak akan menyangka kalau dia bukan benar-benar seorang mahasiswa.” Dengan sedikit gugup Tira menjawab pertanyaan Alvero, meskipun sebenarnya dia sudah berusaha untuk bersikap sebiasa mungkin.


“Memangnya hal aneh apa yang bisa dilakukan oleh seorang Ernest? Dia salah satu knight terbaik yang dimiliki oleh Gracetian kan?” Jawaban Tira membuat Alvero menahan nafasnya sebentar.


“Baguslah kalau dia bisa melakukan tugasnya dengan baik seperti penilaianmu itu. Jangan lupa minta Ernest segera memberitahukan tempat pertemuan antara kamu dan Enzo dengan pak Luis untuk menyampaikan terimakasihnya karena sudah menangkap pelaku teror padamu itu.” Kali ini Tira menjawab perkataan Alvero dengan sebuah anggukan kepala.

__ADS_1


“Kalau memang diperlukan, aku bisa menemani Enzo dan Tira bertemu dengan pak Luis.” Evan yang tiba-tiba menawarkaan diri membuat Alvero, Deanda dan Tira menoleh ke arahnya.


“Apa tidak terlalu berlebihan untuk seorang duke sepertimu mengucapkan terimakasih kepada pak Luis yang bahkan tidak tahu status Tira sebegai seorang putri Gracetian?” Alvero berkata sambil menaatap ke arah yang tampak tersenyum.


“Kalau yang maju adalah raja Gracetian, itu akan berlebihan, tapi kalau duke sepertiku, aku yakin kepopuleranku tidak akan membuat orang dengan mudah mengenaliku, seperti orang mengenalimu Alvero.” Perkataan Evan membuat Alvero sedikit termenung, karena yang dikatakan oleh Evan memang benar, apalagi selama ini Evan juga terkenal jago dalam menyamar juga saat harus menjalankan tugasnya.


“Kenapa kamu ingin ikut serta dalam pertemuan itu?” Alvero yang merasa aneh kenapa tiba-tiba Evan menawarkan diri untuk ikut pertemuan itu langsung bertanya to the poin tanpa bas abasi.


“Sebenarnya kemarin aku sempat melakukan panggilan telepon dengan Ernest, karena aku membutuhkan tentang beberapa info dari Ernest terkait orang-orang yang akan disiapkan dari pihak istana untuk mengamankan acara pernikahan Enzo dan Melva, dan pembicaraan kami juga akhirnya ikut membahas masalah tertangkapnya peneror Tira.” Evan menghentikan bicaranya sejenak.


“Aku hanya ingin tahu saja orang seperti Luis, karena terus terang tindakan peneror itu terkesan profesioanal, dan sepertinya tidak sembarang orang bisa membongkar kejahatannya dengan mudah. Kemunculan Luis sebagai orang yang mengaku sudah mengikuti peneror itu sejak lama sehingga memiliki banyak bukti, kalau aku lihat dari cerita Ernest bahwa dia hanyalah seorang dosen bisa saja seikit membuatku merasa penasaran.” Evan melanjutkan penjelasannya.


“Apa Ernest merasakan ada yang tidak beres dengan kasus tertangkapnya peneror itu? Padahal pihak kepolisian sudah memberikan pernyataan resmi bahwa memang dia adalah pelaku teror itu, dan dia juga sudah mengakui semua kejahatannya.” Alvero segera menanggapi perkataan Evan.

__ADS_1


“Sampai saat ini, aku masih lebih percaya dengan insting Ernest sebagai seorang knight. Penilaian Ernest aku yakin memiliki alasannya tersendiri, dan aku ingin memastikan tentang itu.” Jawaban Evan membuat Tira tidak lagi melanjutkan makannya, karena ada sesuatu yang tiba-tiba menggelitik hatinya begitu mendengar pernyataan Evan barusan tentang Ernest.


__ADS_2