
“Eh… memangnya ada apa Anna? Kenapa kita harus terburu-buru? Jam kuliahku baru 15 menit lagi dimulai….” Tira bertanya dengan nada protesnya, meskipun kakinya tetap mengikuti langkah-langkah kaki Anna yang terlihat begitu tergesa-gesa.
“Ada yang lebih penting dari kuliah kita hari ini….”
“Sembarangan saja kamu bicara Anna.” Tira langsung memotong perkataan Anna yang langsung meringis karena protes dari Tira.
“Maaf… maaf… tapi ini benar-benar keren….”
“Keren?” Tira kembali bertanya, kali ini dengan wajah penasaran.
“Ada mahasiswa baru. Eh, bukan baru sih, mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran mahasiswa, orangnya keren… sangat keren. Tampan, ramah, bodinya patut diberi nilai sempurna…. Belum lagi senyumnya manis sekali… pokoknya tipe laki-laki yang akan membuat wanita langsung jatuh cinta.” Dahi Tira langsung mengernyit mendengar perkataan Anna.
Jangan-jangan… jangan bilang Anna sedang membicarakan Ernest?
Tira langsung menebak-nebak dalam hati, dan pikirannya langsung teringat pada sosok Ernest yang memang merupakan pengawal istana paling tampan dan keren yang disukai oleh banyak wanita.
Saingan Ernest, tentu saja Erich yang wajahnya bak pinang dibelah dua dengan Ernest, sayangnya, sifat dingin dan tidak perduli Erich, membuat orang kadang tidak nyaman bahkan terintimidasi saat berada di dekatnya, sehingga kepopuleran Ernest, hingga saat ini tidak ada yang dapat menyainginya, termasuk Erich yang memiliki ciri fisik sama persis dengan Ernest, tapi sifat seperti bumi dan langit, sangat jauh berbeda.
__ADS_1
Akhirnya Tira membiarkan Anna menyeretnya ke arah kelas mereka hari ini untuk melihat apa yang sudah terjadi, dan siapa yang sedang dibicarakan oleh Anna.
“Eh, Tira? Anna?” Janetta yang berjalan dari arah berlawanan menyapa Tira dan Anna yang tampak terburu-buru.
“Apa kalian juga mau melihat mahasiswa keren yang baru datang hari ini?” Pertanyaan Janetta disambut dengan sebuah senyuman dan anggukan kepala dari Anna, sedang Tira memilih menjadi pengamat saja karena dia belum tahu apa yang dimaksudkan dalam pembicaraan mereka berdua.
“Kamu sendiri? Kenapa justru pergi?”
“Ah, itu masalahnya… aku juga merasa menyesal sudah mengambil mata kuliah berbeda dengan kalian di jam ini, sehingga aku harus menghadiri kelas yang berbeda dengan kalian….” Janetta berkata dengan wajah terlihat tidak terima.
“Kalau tahu di kelas kalian hari ini akan ada obat cuci mata sekeren anak baru itu, aku pasti akan mengambil kelas yang sama dengan kalian, bukan kelas lain yang isinya para senior-senior yang kadang bersikap sok terhadap jita-kita mahasiswa angkatan baru.” Janetta melanjutkan kata-katanya dengan wajah kecewanya.
“Berbeda dengan pak Luis, meskipun killer, tapi melihat wajah tampannya, kitab isa mengabaikan sifat killernya, tapi pak Romeo? Wah, sudah killer, wajahnya tidak ada tampan-tampannya sama sekali….”
“Hust!” Anna langsung memberikan tanda kepada Janetta untuk diam dengan menempelkan telunjuknya ke bibir, karena dari arah lain, Anna bisa melihat langkah-langkah percaya diri Romeo, salah satu dosen senior di kampus itu sedang berjalan ke arah mereka, bersiap untuk mengajar kelasnya.
“Akhhh…. Aku pergi dulu, selamat menikmati pemandangan indah di kelas kalian hari ini.” Dengan buru-buru, Janetta yang baru saja menoleh dan melihat sosok Romeo, langsung berkata sambil berlalu pergi menuju kelasnya sendiri.
__ADS_1
Melihat Janetta yang sedikit berlari dengan terbiri-birit menjauhi mereka, baik Tira maupun Anna langsung tersenyum geli, dan melanjutkan niat mereka untuk berjalan menuju kelas mereka yang memang di depan pintu masuk kelas, tampak kerumunan para mahasiswa yang sedang mengerumuni seseorang yang karena banyaknya orang, Tira tidak bisa melihat orang yang dikerumuni itu dengan jelas.
“Kata beberapa orang, mahasiswa baru dari program pertukaran pelajar itu berasal dari Gracetian. Itukan negara tempat asalmu juga?” Begitu Anna menyebutkan tentang Gracetian, Tira langsung bisa memastikan kalau memang orang yang sedang membuat heboh mahasiswa lain itu adalh Ernest.
Aist… baru sehari muncul di kampusku, ternyata Ernest sudah membuat heboh dengan kehadirannya. Mana bisa dia menjadi pengawal pribadiku kalau kehadirannya selalu menjadi pusat perhatian seperti itu?
Tira berkata dalam hati sambil berjalan mendekat ke arah kerumunan itu, dimana ada Angel yang ternyata ada di sana juga, membuat kening Tira sedikit mengernyit.
Angel merupakan seorang mahasiswi cantik yang merupakan senior Tira, satu tingkat ada di atasnya.
Sebelum kehadiran Tira, Angel merupakan idola kampus, yang dikenal sombong dan sok cuek dengan para mahasiswa lain, kecuali beberapa orang yang menjadi anggota gengnya, kemana-mana selalu bersama.
Angel dikenal suka memanfaatkan para mahasiswa pria yang menyukainya, entar memanfaatkan tenaga atau unag dari mereka yang jatuh cinta padanya, setelah itu Angel akan membuang mereka saat dia merasa sudah bosan.
Angel juga dikenal sebagai mahasiswi idola kampus yang seringkali berikap sok dan sombong terhadap mahasiswa lainnya, selalu menjaga jarak dengan orang-orang yang dianggapnya tidak membawa keuntungan baginya.
Dan sekarang, si Angel dengan sikap sombong dan sok jaimnya, tiba-tiba ikut berkerumun bersama yang lain, membuat Tira dan Anna saling berpandangan dengan tatapan heran.
__ADS_1
(Jaim adalah singkatan dari kata jaga-image yang merupakan suatu perilaku untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya dengan mengharapkan orang lain menganggap subjek sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang tenang, dan berwibawa).
“Tumben si Angel ikut berkerumun bersama yang lain? Berarti mahasiswa baru itu benar-benar menarik perhatian Angel.” Anna berbisik pelan ke arah Tira yang berusaha melihat sosok laki-laki yang sedang membelakangi posisinya berdiri.