
Selama ini, Tira tidak pernah merasa sekesal ini, hanya karena melihat seseorang dekat dengan orang lain.
Tapi hari ini, Tira merasakan bagaimana dadanya terasa sesak, pikirannya langsung kacau, dan merasa uring-uringan hanya karena Angel yang tadi di tempat parkir langsung mendekati Ernest dan bersikap manja di pada Ernest.
Untuk pertama kalinya, Tira yang biasanya selalu sabar dan tidak mudah terpancing emosi, pagi ini dia merasa begitu emosi dan kesal dengan sekelilingnya, meskipun dia tahu tidak ada orang yang sedang mencari gara-gara dengannya.
Perasaan aneh dan terasa menyesakkan itu tiba-tiba saja muncul begitu saja karena melihat kebersamaan anatara Angel dan Ernest.
Apa yang sudah terjadi padaku? Kenapa aku bisa merasakan hal yang begini aneh seperti ini? Apa syarafku mulai terganggu karena pengaruh dari obat bius kemarin?
Tira berkata dalam hati dengan perasaan sedikit bingung.
Meskipun untuk saat ini Tira tidak tahu perasaan apa yang sedang menderanya saat ini, tapi hatinya sungguh merasa tidak nyaman karena itu.
“Memang wajahku bisa kamu rasakan? Bisa-bisanya kamu bilang wajahku masam.” Tira berkata dengan nada sedikit ketus, membuat Anna ingin tertawa, karena batu pertama kalinya dia melihat Tira bersikap aneh dan uring-uringan tanpa sebab seperti sekarang ini.
Apa yang sudah terjadi? Apa ini karena Ernest? Apa Ernest sudah berbuat sesuatu yang membuat Tira kesal?
Anna yang menyadari kalau sedari tadi Tira berusaha untuk menghindari Ernest dengan duduk sedikit membelakanginya, mulai menebak-nebak apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
“Tira… kalau kamu memang sedang tidak enak hati, coba makan ini saja.” Ernest berkata pelan sambil menyodorkan sesuatu ke arah Tira, meletakkan benda itu tepat di depan meja Tira.
Melihat apa yang disodorkan oleh Ernest padanya, mau tidak mau Tira menoleh untuk melihatnya, dan menyebabkan mata Tira membulat sempurna, termasuk Anna yang selain melotot tapi juga tersenyum lebar begitu melihat apa yang baru saja disodorkan oleh Ernest untuk Tira.
Sebuah kotak berbentuk hati, diikat dengan pita berwarna merah muda, dan di dalamnya berisi coklat yang berbentuk hati juga, terlihat begitu manis dan tentu saja membuat suasana jadi romantis.
“Wuih… Ernest… romantis sekali ya kamu ini….” Dengan spontan Anna langsung terpekik kecil melihat apa yang sudah dilakukan untuk Tira barusan, dan itu cukup untuk membuat banyak mata mahasiswa lain yang ada di sana langsung menatap ke arah Tira, yang wajahnya memerah karena tindakan manis Ernest untuknya.
“Makanlah barang satu atau dua butir agar moodmu bisa membaik Tira.” Dengan senyum manis, dan tatapan lembutnya, Ernest berakta kepada Tira yang karena Ernest memberinya sesuatu dan mengajaknya bicara, membuat dia menggeser tubuhnya, tidak lagi membelakangi Ernest.
(Cokelat memang dikenal mampu memperbaiki mood atau suasana hati. Khasiat cokelat ini diperoleh dari beberapa kandungan cokelat yang memiliki efek antidepresan. Komponen feniletilamin pada cokelat dikenal dapat meningkatkan mood. Selain itu, magnesium juga memiliki peran untuk menjaga keseimbangan mood agar tetap stabil.
kandungan alkaloid dan protein seperti triptofan yang berkaitan dengan mood dan suasana hati.
Dark chocolate mengandung 85 persen kakao yang dapat merangsang dan meningkatkan kebahagiaan
Selain itu, beberapa orang menganggap bahwa coklat juga dikenal sebagai makanan/minuman yang bisa membuat pintar).
“Wauww… so sweet….”
__ADS_1
“Aduh… beruntungnya Tira disukai oleh orang semanis Ernest….”
“Bukan hanya manis…. Tapi juga romantis….”
“Aku jadi iri dengan Tira, kira-kira kapa nada pria yang seperti Ernest melakukan itu padaku?”
“Sepertinya para mahasiswa, terutama laki-lakinya harus banyak belajar dan berguru pada Ernest.”
Berbagai komentar langsung terdengan memenuhi ruang kelas dimana dosen pengajar mereka memang belum tampak batang hidungnya di tempat itu.
“Te… terimakasih Ernest.” Dengan suara terdengar gugup, Tira mengucapkan terimakasihnya kepada Ernest yang langsung membalasnya dengan sebuah anggukan kepala dan senyum manis yang semakin lebar di wajahnya, emmbuat dada Tira kembali bergemuruh.
Kali ini,d ada Tira berdebar bukan karena rasa cemburu yang membakar hatinya, tapi karena keberadaan Ernest dan sikap manisnya, berhasil membuat hatinya semakin jatuh cinta padanya.
Akhirnya dengan gugup, dan tangan yang terlihat sedikit bergetar, Tira meraih kotak coklat berbentuk hati itu, dan menggesernya mendekat ke arahnya.
“Makanlah sebelum dosen pengajar kelas ini datang….” Ernest yang melihat bagaimana hebohnya kelas karena memberikan coklat pada Tira di depan mereka, sengaja membisikkan kata-katanya setelah sebelumnya, memberanikan diri untuk mendekatkan wajahnya di telinga Tira, yang wajahnya semakin memerah, termasuk bagian terlinganya.
Suara lembut Ernest, disertai dengan hembusan nafasnya yang hangat, dan menyapu telinga serta lehernya, posisi kedekatan Ernest padanya yang baru kali ini dia rasakan, membuat Tira hampir saja menjatuhkan kota coklat pemberian Ernest, karena merasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat karena Ernest.
__ADS_1
Saat ini, Tira tidak bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi padanya, tapi keberadaan Ernest yang berada begitu dekat dengannya saat ini, membuatnya seperti orang mabuk, dengan pikirannya yang tiba-tiba menjadi tumpul, tidak bisa memikirkan apapun selain hal-hal yang membautnya semakin terpesona pada Ernest.