MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
BERUSAHA MENGOREK ISI HATI ERNEST


__ADS_3

Selama di istana, mengikuti kehidupan Alvero sebagai pengawal pribadi raja muda itu, Ernest sudah melihat berbagai macam kisah cinta yang terjadi pada orang-orang di sekitarnya.


Semuanya memiliki ceritanya masing-masing, dimana ada tangis, ada tawa, ada kesedihan, ada kebahagiaan mengiringi perjalanan kisah cinta mereka.


Alvero dan Deanda, Enzo dan Melva, Evan dan Alaya, Erich dan Cleosa, bahkan kisah cinta para sahabat Alvero, Ornado dan Cladia, Dave dan Laurel, Leo dan Evelyn, semuanya menjalani kisah cinta yang tidak mudah dan berbeda-beda, tapi pada akhirnya, Ernest melihat akhir bahagia pada kisah cinta mereka semua.


Apa mungkin… kisah cintaku bisa berakhir bahagia seperti mereka semua? Aku benar-benar tidak yakin, jika sampai akhir, gadis yang aku cintai tetaplah putri Tira. Tapi sayangnya, untuk saat ini, aku tidak bisa melihat gadis lain sebagai seorang wanita yang layak dicintai selain putri Tira. Sepertinya, aku akan menjadi satu-satunya orang yang tidak akan memiliki akhir bahagia dalam hal percintaan.


Ernest berkata dalam hati sambil berusaha untuk kembali fokus pada pekerjaannya, agar bisa melupakan bagaimana mencintai gadis dengan status yang berada begitu jauh di atasnya, membuat hatinya terasa sakit.


Apa mungkin… hari ini aku bisa memancing isi hati Ernest? Sebaiknya aku mencobanya, selagi aku masih memiliki waktu berdua bersama Ernest. Sebelum kak Alvero dan kak Deanda datang ke tempat ini, sebelum peneror itu ditemukan dan ditangkap, sebelum… Ernest kenbali pergi ke Gracetian, dan meninggalkanku….


Tira yang sambil bekerja terus memikirkan cara untuk mengetahui perasaan Ernest padanya, akhirnya memberanikan diri untuk mulai memancing pembicaraan ke arah sana.

__ADS_1


“Ernest, sebentar lagi Erich akan menikah dengan Cleosa. Lalu bagaimana dengan rencana kalian? Bukannya kamu adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Erich? Apa kalian akan tinggal bersama?” Ernest yang awalnya sedang berusaha untuk mengalihkan pikirannya dari masalah percintaan langsung menahan nafasnya begitu mendengar pertanyaan dari Tira.


Karena dia harus bisa berpikir cepat saat menjawab pertanyaan Tira, dan bersikap sebiasa dan senormal mungkin agar Tira tidak bisa melihat bagaimana isi hatinya yang sebenarnya, yang begitu mencintai gadis yang sedang mencoba mengorek isi hati Ernest.


“Tentu saja tidak Putri. Saya tidak mungkin mengganggu kehidupan pernikahan Erich di masa depan. Saya sebenarnya memiliki apartemen saya sendiri, tapi karena Erich tidak mau hidup terpisah dengan saya, kami berjanji akan tetap tinggal bersama sampai salah satu diantara kami menemukan pasangannya....” Ernest menghentikan bicaranya sebentar karena dia harus mengangkat sebuah vas bunga berukuran cukup besar, sedikit menggesertnya dari tempatnya semula agar rapi.


Hah…


Tira sedikit melenguh dalam hati begitu melihat bagaimana Ernest yang sebelum mulai membersihkan rumah tadi menggulung lengan panjang pakaian yang dikenakannya sampai sebatas lengan atas, sehingga saat Ernest mengangkat vas itu, membuat lengan Ernest secara otomatis langsung memperlihatkan otot-otot lengannya yang terlatih, sehingga tampak kokoh dan membuat dada Tira berdesir karenanya, dengan tatapan mata terpesonanya.


“Seperti yang Putri tahu, Erich bukan orang yang mudah bergaul dan sangat tertutup, sehingga saya pasti khawatir jikat harus membiarkannya hidup sendiri tanpa ada orang di dekatnya.”


“Eh… ya Ernest….” Pandangan mata Ernest yang beralih dari vas ke arah Tira, membuat Tira sedikit mengalihkan pandangannya dari tubuh Ernest yang sudah membuatnya terkagum-kagum barusan.

__ADS_1


“Sebagai orang yang hidup dan tinggal lama dengan Erich, saya sangat mengerti dengan sikap Erich yang pendiam dan dingin, tidak aka nada banyak orang yang perduli dengan keberadaannya. Selain saya, bahkan Erich tidak memiliki teman untuk bicara. Karena itu saya sangat bersyukur Tuhan mempertemukan Erich dengan Cleosa.” Mendengar nada tulus dan bagaimana Ernest yang terlihat begitu menyayangi saudara kembarnya itu, membuat Tira ikut tersenyum bahagia, seolah dia bisa benar-benar ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Ernest saat ini.


“Lalu… bagaimana denganmu sendiri Ernest?” Pertanyaan Tira langsung membuat kening Ernest berkerut.


“Apa maksud Putri? Kenapa memangnya dengan saya? Tentu saja seperti yang saya katakan tadi, saya sangat senang pada akhirnya Erich bisa menemukan orang yang bisa menemani dia menjalani hidupnya dengan saling mencintai.” Ernest yang sebenarnya berusaha untuk membuat Tira tidak membahas tentang dirinya, kembali menceritakan tentang Erich dan Cleosa.


“Aku sudah dengar banyak tentang kisah cinta Erich dan Cleosa dari kak Deanda. Jangan lupa kalau kak Deanda adalah sahabat Cleosa. Tapi yang membuat aku penasaran, bagaiamana denganmu sendiri? Apa kamu sudah menemukan gadis impianmu sendiri?” Mata Ernest hampir saja melotot mendengar pertanyaan dari Tira, dimana orang yang sedang bertanya itu adalah gadis yang selama beberapa lama ini sudah begitu menguasai hatinya.


Ah… akhirnya… putri tetap bertanya tentang hal seperti itu kepadaku? Bagaimana aku bisa menjawab dengan jujur pertanyaan putri tentang hal itu?


Dengan sikap bimbang, Ernest berkata dalam hati, sambil secara paksa membuat dirinya tetap tenang di hadapan Tira.


“Sayangnya, saya belum seberuntung Erich, Putri.” Jawaban Ernest membuat kening Tira langsung mengernyit.

__ADS_1


“Apa kamu sudah pernah jatuh cinta Ernest? Siapa gadis beruntung yang bisa membuat hatimu tercuri itu? Apa aku mengenalnya?” Akhirnya Tira tanpa basa-basi langsung bertanya kepada Ernest, yang mau tidak mau tidak siap dengan pertanyaan yang diajukan oleh Tira padanya secara tiba-tiba itu.


__ADS_2