
Ap… apa yang baru saja dikatakan oleh putri Tira? Aku? Berpura-pura menjadi pria yang dekat dengannya? Dalam konteks… pria yang benar-benar menyukai putri Tira?
Dengan masih mematung karena kaget, Ernest berkata dalam hati, dengan mata memandang lurus kea rah Tira.
Astaga… kenapa dengan wajah bingung dan herannya Ernest tetap saja terlihat begitu tampan dan keren?
Tira yang melihat reaksi Ernest justru diam-diam dalam hati sibuk mengagumi ketampanan Ernest, tanpa menyadari bahwa laki-laki di depannya itu saat ini sedang kebingungan.
Aduh… kasihan sekali tuan Ernest. Berpura-pura menjadi seorang mahasiswa masih lumayan, tapi berpura-pura mendekati putri Tira dan berpura-pura menyukainya? Dengan perbedaan status mereka berdua, bagaimana bisa tuan Ernest melakukan hal sepeti dengan baik dan terlihat alami? Sedangkan putri Tira adalah pimpinan ayng harus kami hormati, dan kami tidak bisa sembarangan terlalu dekat dengannya kalau tidak mau dianggap tidak sopan dan meremehkan status putri Tira.
Steven yang tentu saja tidak tahu isi hati kedua orang yang ada di dekatnya itu berkata dalam hati dengan sikap ikut bingung dengan ide yang dikatakan oleh Tira.
Ide Tira bagi Steven memang ide yang cukup bagus, tapi bagi Steven resiko kegagalannya sangat tinggi karena Ernest yang memang diantara para pengawal kerajaan lainnya berstatus knight berada di atas yang lain, tapi dibandingkan dengan Tira, tentu saja tidak ada apa-apanya.
__ADS_1
“Kenapa dengan kalian berdua? Apa ideku terdengar begitu tidak masuk akal? Dan begitu sulit untuk dilakukan? Atau tidak akan berdampak besar kepada peneror itu seperti yang aku bayangkan?” Tira yang melihat baik Ernest maupun Steven terdiam cukup lama seteleah mendengar kata-katanya yang sebelumnya, bertanya kepada mereka berdua dengan sikap masih santai seperti sebelumnya.
“Ah….” Ernest bergumam pelan sambil memandang ke arah Steven yang masih terlihat sedikit melongo.
“Tidak Putri…. Ide itu memang bagus dan sangat masuk akal untuk bisa memancing peneror itu keluar. Hanya saja….” Ernest menghentikan bicaranya sebentar karena memikirkan kata-kata yang tepat untuk memberikan penjelasan kepada Tira tentang perbedaan status mereka akan menjadi penghalang terbesar untuk dijalankannya rencana tersebut.
“Kenapa Ernest? Seperti katamu barusan Ernest, itu ide bagus dan masuk akal, kalau begitu kita jalankan saja. Penyamaranmu sebgai seeorang mahasiswa jurusan musik sudah sangat sempurna. Aku yakin aktingmu sebagai laki-laki yang menyukaiku, pasti tidak akan lebih sulit dari itu.” Kata-kata Tira membuat Ernest maupun Steven menjadi bungkam seribu bahasa.
Kata-kata Tira, membuat Ernest dan Steven sama-sama kembali terdiam tanpa berani menanggapi perkataan Tira, sehingga Tira bisa membaca dari wajah mereka berdua, ada sesuatu yang menjadi ganjalan di hati mereka.
Hah… sepertinya, malam ini aku tidak akan bisa tidur nyenyak karena perintah putri Tira barusan. Kalau Erich mendengar aku harus menjalani peran seperti itu bersama putri Tira, aku yakin, dia akan segera mencari alasan agar aku segera kembali ke Gracetian dan membuat pengawal lain dikirim untuk menggantikan posisiku.
Ernest berkata dalam hati dengan pikiran galau.
__ADS_1
Tapi… kalau aku menolak pemintaan putri… bukannya putri akan emmilih laki-laki lain untuk melakukan itu? Bisa jadi itu Steven atau Edi…. Aku… tidak rela jika hal itu sampai terjadi…. Maafkan aku Erich, tapi sepertinya, aku harus menerima perintah ini. Hanya demi keselamatan putri Tira aku menerima perintah ini. Hanya sampai peneror itu ditangkap.
Ernest kembali berpikir dalam hati, yang akhirnya membuat dia tidak bisa membiarkan Tira menjalankan idenya dengan melibatkan laki-laki lain.
“Baik Putri.” Untuk sementara ini, hanya itu kata-kata yang bisa keluar dari bibir Ernest.
Dan jawaban Ernest yang diucapkannya dengan sikap sedikit ragu, membuat senyum di wajah cantik Tira mengembang lebar.
“Jadi, mulai malam ini, Ernest… kamu harus segera memikirkan cara untuk melakukan rencana kita memancing keluar peneror itu. Dan secepatnya, kamu harus melakukan aksimu.” Tira berkata dengan sikap tegas, membuat Ernest sedikit menahan nafasnya.
Tidak perlu diingatkan, sepanjang malam ini pasti pikiranku akan sulit lepas dari bagaimana cara melaksanakan tugas itu dengan baik, dengan tetap bisa mengendalikan diriku sendiri saat berada di dekat putri Tira. Tugas yang jauh lebih berat dan sulit daripada hanya sekedar menyamar menjadi mahasiswa, ataupun terjun ke medan pertempuran yang sebenarnya.
Ernest menanggapi perkataan Tira tanpa berani mengucapkannya dengan terus terang melalui bibirnya.
__ADS_1
“Baik Putri….” Ernest menjawab perkataan Tira dengan singkat begitu melihat mata indah milik putri cantik itu masih menatap ke arahnya, menunggu jawaban darinya.