MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERINTAH PERTAMA TIRA UNTUK ERNEST


__ADS_3

Dengan dukungan penuh dari Alvero, jika alasan yang dia kemukakan tidak masuk akal, Victor tidak akan dengan mudah membuat Tira menghentikan cita-citanya untuk menggeluti dunia musik.


Sebagai seorang raja, meskipun posisi Victor adalah paman Alvero, tapi Alvero jelas memiliki kekuasaan yang jauh lebih tinggi darinya, dan Victor sadar sepenuhnya dengan kondisi itu.


"Papa tidak perlu khawatir. Selesaikan saja urusan Papa di sini. Mulai sekaran sudah ada Ernest dan yang lain yang akan menjagaku." Tira berkata sambil tersenyum, lalu mencium pipi Victor dengan penuh kasih sayang, sebelum akhirnya Tira berpindah untuk mencium pipi Ava, mamanya.


Melihat bagaimana sikap Tira pada Victor, Ernest bisa memaklumi bagaimana besarnya kasih sayang Victor dan Ava untuk Tira, sehingga mereka berdua begitu mengkhawatirkan putri tunggalnya itu.


"Aku pergi dulu Pa, Ma... jaga kesehatan kalian ya." Tira berkata sambil memeluk erat kedua orangtuanya yang langsung menggerakkan tangannya untuk mengelus punggung Tira.


"Hati-hati, beri kabar pada kamu saat kamu sudah sampai apartemenmu." Ava kembali mengingatkan Tira, meskipun sudah menjadi kebiasaan Tira untuk memberikan info saat dia sudah sampai tujuan kepada kedua orangtuanya.


"Ernest, jaga putriku dengan baik di sana, dan segera temukan pelaku teror tidak bertanggung jawab itu.” Lagi-lagi Victor menyampaikan permintaannya pada Ernest yang tampak tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Baik Pangeran Victor, saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk putri Tira." Dengan sikap hormat dan suara datar, Ernest menanggapi perkataan Victor.


"Ayo kita pergi sekarang." Tira berkata sambil berjalan ke depan, membiarkan salah satu pengawal yang ikut bersama Ernest, membantu menarik tas koper milik Tira.

__ADS_1


# # # # # # #


"Ernest!" Suara panggilan dari Tira membuat Ernest yang sudah bersiap untuk duduk di seberang tempat duduk milik Tira menoleh ke arah Tira.


"Ya Putri? Apa Putri butuh bantuan saya?" Ernest yang tahu bahwa pesawat jet pribadi milik Alvero yang mereka tumpangi sudah siap untuk lepas landas, buru-buru mendekat ke arah Tira.


"Duduklah di sini...." Tira berkata sambil menepuk kursi yang ada tepat di sampingnya, membuat maata Ernest sedikit terbeliak kaget.


"Jangan Putri, saya akan duduk di seberang tempat duduk Putri...."


"Benar Putri, dan dari tempat saya duduk itu...." Ernest berkata sambil menunjuk ke arah tempat duduk di seberang Tira yang akan dia tempati.


"Saya bisa melihat dan mengamati Putri dengan baik dari tempat itu." Ernest melanjutkan kembali bicaranya, yang membuat Tira sedikit memajukan kepalanya, dan menoleh untuk melihat kursi pesawat yang dimaksudkan oleh Ernest.


"Tetap saja masih terlalu jauh. Duduklah di sini atau aku akan melaporkan pada papa atau kak Alvero kalau belum-belum kamu sudah melalaikan tugas dan kewajibanmu sebgai pengawal pribadiku." Ancaman Tira membaut Ernest sedikit tersentak kaget.


Sejak kapan putri Tira jadi bersikap semanja dan sekeras kepala itu?

__ADS_1


Ernest berkata dalam hati dengan wajah terlihat sedikit bingung, meskipun sebenarnya Tira hanya sekedar menggertak Ernest tentang laporannya kepada Victor atau Alvero, karena dia sedang ingin memiliki teman mengobrol selama perjalanan.


Jika Tira menggunakan pesawat komersil, dia bisa mendapatkan teman sebangku yang mungkin bisa ajak mengobrol, tapi dengan jet pribadi milik Alvero yang ditumpanginya, tidak ada orang yang dikenal oleh Tira selain Ernest.


(Pesawat komersil adalah pesawat yang dipergunakan untuk melakukan penerbangan komersil. Penerbangan komersial adalah bagian dari penerbangan sipil (penerbangan umum dan jasa maskapai penerbangan terjadwal) yang melibatkan pengoperasian pesawat untuk disewa. Di banyak negara, sebuah penerbangan dapat dioperasikan hanya untuk mencari untung apabila memenuhi tiga syarat berikut: pilot harus memiliki lisensi pilot komersial yang sah, pesawat terbang harus memiliki registrasi komersial yang sah, operator harus memiliki sertifikat atau sejenis otorisasi lain untuk operasi komersial


Terdapat sejumlah pengecualian — contohnya, seorang instruktur penerbangan dibolehkan terbang untuk mencari untung dengan pesawat pribadi yang dimiliki oleh muridnya — tetapi persyaratan di atas berlaku untuk sebagian besar penerbangan di mana uang bertukar tangan.


Tujuan penerbanganlah yang menentukan apakah penerbangan tersebut komersial, bukan jenis pesawat atau pilotnya. Contohnya, sebuah Cessna 150 berkursi dua menarik iklan untuk uang adalah penerbangan komersial, sementara sebuah jet besar yang diterbangkan pemiliknya untuk liburan pribadi bukan penerbangan komersial, bahkan apabila pilotnya terlisensi secara komersial dan jet tersebut terdaftar secara komersial).


Steven, Edi memang pengawal istana yang cukup kompeten, tapi wilayah kerjanya yang ada di bagian luar istana, membuat Tira tidak mengenal kedua pengawal itu, dan membuatnya merasa jauh lebih nyaman mengobrol dengan Ernest.


"Ayolah... temani aku mengobrol. Rasanya tidak enak kalau kita mengobrol harus berteriak-teriak karena jarak duduk kita yang jauh. Toh kursi di sampingku memang kosong." Tira berkata sambil mata coklatnya yang indah, memandang ke arah Ernest dengan sikap memohon, membuat Ernest akhirnya hanya bisa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, dengan sikap ragu.


"Tapi Putri...."


"Bukannya setelah ini kamu harus berpura-pura menjadi mahasiswa jurusan musik sepertiku? Seharusnya kamu meminta banyak info dariku agar tidak terlihat bodoh di sana nanti. Aku akan memberimu banyak info dan detail, yang pasti akan membantumu selama berada di sana nanti." Kata-kata Tira yang bagi Ernest memang sesuai kenyataan, tanpa sadar membuat Ernest bergerak pelan dengan sikap ragu, dan akhirnya duduk tepat di samping Tira yang langsung tersenyum senang menyadari kalau pada akhirnya dia berhasil membuat Ernest menuruti permintaannya, agar duduk di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2