
Pandangan mata Ernest tampak semakin tajam ke arah Janeta dengan sikapnya yang tampak tetap tenang, tapi dari pandangan matanya, terlihat jelas bahwa Ernest sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukan Janeta pada Tira.
Meskipun Ernest tidak merasa kaget sama sekali dengan pengakuan Janeta, tapi mendengar gadis itu mengatakan hal seperti itu dengan bibirnya sendiri, membuat emosi dalam diri Ernest cukup terpancing.
Tira adalah gadis yang sejak lama begitu dicintai oleh Ernest, dan Ernest selalu memperhatikan Tira dalam diam, sehingga ada rasa tidak terima begitu mendengar ada orang yang selama ini secara diam-diam sudah melakukan hal seperti yang dilakukan Janeta pada Tira.
Sedang Tira sendiri, meskipun Ernest pernah menyampaikan padanya tentang bagaimana kercurigaan Ernest terhadap Janeta, Tira masih saja menunjukkan rasa kagetnya begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Janeta, dan itu membuat Tira yang duduk di samping Ernest hanya bisa diam mematung.
“Maaf… saat itu aku hanya berpikir bahwa mereka meminta info tentang kamu karena rasa penasaran mereka padamu Tira. Seperti yang kamu tahu, kehadiranmu di kampus sejak awal sudah menarik begitu banyak perhatian, termasuk Angel yagn sebelum kehadiranmu sudah menjadi idola kampus ini.” Janeta meneruskan perkataannya dengan rasa bersalah, membuat itu menjadi satu-satunya alasan bagi Ernest untuk berusaha sabar menghadapi Janeta, selain posisi Janeta yang merupakan seorang wanita, sehingga tidak memungkinkan bagi Ernest untuk mengungkapkan rasa kesalnya dengan megnhajar seorang wanita.
Bagi Ernest yang memiliki sikap lebih toleransi dan sabar dibandingkan dengan Erich, tetap saja jika itu berhubungan dengan orang yang dicintainya, dia sulit untuk tidak terpancing emosinya.
Rasa ingin melindungi orang-orang yang disayanginya, membuat Ernest merasakan kekecewaan dan kekesalan terhadap Janeta, apalagi karena kerakusan Janeta terhadap uang, membuatnya Tira bisa saja terluka.
__ADS_1
“Kalau informasimu itu hanya kamu lakukan karena kamu orang yang memang bocor mulut, dan itu adalah hobimu untuk bercerita kesana kemari, aku sama sekali tidak keberatan, karena aku akan menganggapnya sebagai hobimu yang harus diubah. Tapi masalahnya, di sini kamu sudah melibatkan uang….” Kata-kata Ernest yang terhenti, membuat wajah Janeta terlihat sedikit pucat, dengan kedua tangannya yang ada di pangkuannya saling meremas dengan sikap kikuk.
“Kamu sengaja mencari informasi tentang Tira, bukan menceritakan informasi yang kamu ketahui tentang Tira seperti orang yang suka bicara pada umumnya. Kamu bahkan pernah beberapa kali terlihat mengikuti Tira untuk tahu apa yang sedang dilakukan Tira bersama temannya yang lain. Tindakanmu sudah seperti penguntit saja.” Wajah Janeta semakin pucat begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Ernest, karena dia tidak menyangka kalau Ernest tahu bahwa dia pernah membuntuti Tira beberapa kali seperti kata Ernest, ketika Angeli memintanya.
“Bukan hanya itu, kamu sengaja melakukan itu agar mendapatkan informasi, yang bisa kamu jual dengan harga cukup mahal pada orang lain…..”
“Tidak… tidak seperti itu… bukan begitu….”
“Ada beberapa aliran dana ke rekeningmu, setiap kali kamu memberikan info tentang Tira kepada orang-orang itu. Dalam hitungan menit akan selalu ada aliran dana masuk ke rekeningmu. Semua history transaksi dan juga percakapanmu di di aplikasi pesan semuanya, beberapa menit yang lalu baru saja sudah aku terima dari seseorang. Apa kamu mau memeriksanya juga?” Perkataan Ernest membuat wajah Janeta semakin pucat.
Berbagai pertanyaan langsung muncul di dalam hati Janeta.
Rasanya ingin sekali Janeta menatap ke arah Ernest saat ini dengan tatapan penuh selidik dan wajah penasaran.
__ADS_1
Namun sayangnya, nyali Janeta belum sebesar itu untuk melakukan apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
“Aku sungguh tidak percaya Ernest melakukan hal seperti itu untuk Tira. Segera kirimkan rekaman video itu padaku, dan kamu akan segera menerima feemu sesuai dengan perjanjian kita. Tanggal dd bulan mm tahun yy. Pukul delapan malam lebih dua puluh lima menit.” Dengan wajah tenang, meskipun sebelumnya Ernest sempat tampak mengatupkan rahangnya dengan erat, Ernest membacakan salah satu pesan masuk untuk Janeta dari Angel yang saat itu meminta video dimana Ernest memainkan saxsofonnya di kelas untuk Tira.
(Istilah fee sering kali muncul dan digunakan dalam industri perbankan dan berlaku dalam beberapa kegiatan ekonomi lainnya. . Untuk membayar berbagai hal terkait, hadir lah fee atau biaya sesuai dengan peraturan dan perjanjian yang dibuat oleh dua belah pihak yang berhubungan. Fee atau biaya yang dibebankan terhadap seseorang atau suatu instansi tersebut juga merupakan suatu bentuk tanggung jawab yang harus dipenuhi karena tidak jarang ditentukan oleh perjanjian di awal transaksi berlangsung.
Fee. Pada dasarnya, istilah yang satu ini juga tidak berbeda jauh dengan kata “salary”. Hanya saja, “fee” biasanya digunakan untuk menjelaskan pembayaran yang dilakukan kepada tenaga profesional atau tenaga ahli atas jasa yang telah dilakukannya).
Janeta hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya begitu mendengar Ernest membacakan salah satu pesan dari Angel untuknya ketika itu, untuk membuktikan bahwa Ernest memang memegang history percakapan Janeta dan Angel, yang tentu saja, juga percakapan Janeta dengan Luis, meskipun hingga saat ini, Janeta tidak tahu bahwa yang sudah seringkali melakukan transaksi ifo tentang Tira selain Angel adalah Luis.
Pikiran Janeta yang awalnya sempat mencurigai bahwa Ernest hanya sekedar menggertaknya, kepalanya semakin tertunduk dengan dada yang berdebar kencang bercampur antara rasa malu, rasa bersalah, dan juga takut.
“Kalau kamu merasa belum yakin, aku bisa membacakan lagi beberapa history dari ratusan pesan itu.” Janeta langsung menggelengkan kepalanya begitu Ernest mengatakan hal seperti itu.
__ADS_1
“Apa setelah kamu menerima uang itu, kamu berharap bisa hidup berfoya-foya menggunakan uang itu, sedangkan nyawa orang lain bsia saja terancam karena perbuatanmu? Apa kamu berpikir kenapa mereka berani membayar mahal untukmu? Apa hanya karena mereka iseng ingin tahu info tentang Tira? Jika mereka tidak ada niat tertentu terhadap info yang kamu berikan, tidak mungkin mereka mau membayar mahal padamu.” Kata-kata Ernest berikutnya, sungguh langsung menusuk dada Janeta dengan tepat dan terasa menyakitkan dan menambah rasa bersalahnya.
Tira sendiri begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ernest pada Janeta, langsung menoleh ke arah Ernest dengan wajah kaget, tidak menyangka kalau Ernest ternyata memegang bukti yang begitu kuat, tentang apa yang dilakukan oleh Janeta bersama dengan Luis dan Angel tentang bisnis informasi itu mengenai dirinya itu.