
“Baik Duke Evan.” Ernest menjawab perintah Evan sambil mengambil posisi duduk tepat di hadapan Evan, dengan posisi duduk sigap dan siaga.
“Seperti katamu, Luis sepertinya memang peneror lain dari Tira. Kecurigaanmu, yang kamu sampaikan padaku, saat pertemuan tadi aku berusaha membuktikannya dengan memancingnya, dan dari reaksi yang terlihat, dia benar-benar terpancing.” Tanpa basa basi, Evan segera menyampaikan hasil pertemuannya dengan Luis tadi siang.
“Aku yakin seratus persen, bahwa dia memang pelaku teror juga. Aku sungguh tidak menyangka Tira akan menghadapi teror dari dua orang gila secara bersamaan.” Evan kembali berkata kepada Ernest.
Mendengar itu, Ernest hamoir saja menghela nafas panjang di hadapan Evan, tapi ditahannya dengan sekuat tenaga.
“Apa yang Duke Evan berhasil lihat dari sosok Luis?” Pertanyaan Ernest membuat Evan berdesis pelan, dan menaikkan dalah satu ujung bibirnya.
“Sepertinya dia orang yang cukup berbahaya karena dia melakukan kejahatannya dengan begitu terstruktur. Tidak mudah untuk membuktikan kejahatannya karena sepertinya dia begitu berhati-hati dalam bertindak, dan sudah mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada.” Evan menghentikan bicaranya sebentar.
“Luis adalah orang yang cerdas sekaligus cerdik. Dia memiliki banyak akal dan cukup teliti, juga pandai memanfaatkan kesempatan dan kondisi, karena itu dia bisa membuat Robin tertangkap dengan mudah beserta dengan bukti-bukti yang sudah disiapkan Luis dengan sengaja. Sejak lama sepertinya Luis sudah mengamati Robin, sehingga saat dibutuhkan, dia akan tampil seolah-olah dia seorang pahlawan penyelamat, dan membuat orang kagum dan mengelu-elukan dia.” Evan kembali berbicara pada Ernest yang terus diam sambil mendengarkan setiap perkataan Evan dengan wajah terlihat serius.
“Ya Duke Evan, penilaian saya terhadap Luis, sama persis dengan penilaian Anda terhadapnya….”
“Aku tahu Ernest… karena diantara para pengawal istana, kamu dan Erich adalah knight terbaik yang dimiliki oleh Gracetian saat ini. Kecerdasan dan ketangkasan kalian, tidak kalah dengan para bangsawan yang memiliki status lebih tinggi dari kalian. Earl Sam sebagai asistenku juga mengakui kehebatan kalian berdua.” Evan memuji Ernest dengan wajah penuh senyum tulus, membuat Evan membalas senyum itu dengan sikap kikuk, karena baru kali ini Evan memberikan pujian secara terbuka padanya.
__ADS_1
Selama ini Evan memang selalu menunjukkan sikap dimana dia mau menerima saran dan masukan dari Ernest, tapi pujian langsung seperti barusan membuat Ernest merasa cukup kaget, karena diucapkan oleh seorang duke seperti Evan, seorang jenderal besar Gracetian, yang begitu ahli dalam strategi dan kemampuannya dalam bidang militer.
“Saya tidaklah sehebat yang dikatakan oleh Duke Evan.” Ernest berkata pelan, membuat Evan melebarkan senyumnya.
“Ernest… menurutmu, kenapa Luis melakukan teror pada Tira? Padahal jika dilihat dari fisiknya, dia laki-laki tampan dan mapan, yang harusnya bisa dengan percaya diri menyatakan perasaan cintanya pada Tira tanpa harus meneror gadis yang dicintainya seperti seorang pengecut.” Pertanyaan Evan membuat Ernest terdiam sesaat dan mulai berpikir.
“Saya kurang tahu, tapi melihat bagaimana dia yang tidak percaya diri padahal dia memiliki segalanya… mungkin keluarga adalah hal yang paling berpengaruh padanya.” Ernest mencoba menjawab pertanyaan Evan.
“Dari hasil penyelidikanku, tentang latar belakang keluarganya, Luis berasal dari keluarga kaya raya, jauh lebih kaya dari keluarga Robin. Seperti katamu, kelaurganya yang membentuk dia menjadi seperti itu. Papanya seorang pria kasar yang selalu menyakiti mamanya secara fisik, bahkan di depan anak-anaknya. Tapi… di balik sifat kasar papa Luis, itu karena mama Luis, adalah wanita yang selalu berselingkuh dengan pria lain.” Ernest sedikit tertegun begitu mendengar cerita dari Evan tentang latar belakang keluarga Luis.
“Perselingkuhannya diawali dari sebuah kecelakaan yang dialami papa Luis, yang menyebabkan dia menjadi seorang pria yang impooo….tten, sehingga mama Luis mulai tidak puas dengan kehidupan pernikahannya dan mulai mencari laki-laki lain untuk memuaskannya… sungguh miris kehidupan keluarga mereka. Tidak adanya kesetiaan, dan perilaku kasar di dalam keluarganya, membuat Luis menjadi orang uang seperti sekarang ini.” Evan berkata dengan menghela nafas panjang.
Melihat di sekelilingnya, orang-orang yang dia kenal tidak semuan bisa memiliki keluarga yang bahagia sepertinya, rasanya Evan jadi berpikir bahwa dia adalah anak yang sangat beruntung.
Dimulai dari Alvero dan juga Alaya, istri yang dicintainya itu, keluarga mereka baru beberapa lama baru bisa menjadi keluarga yang berbahagia setelah bertahun-tahun mereka harus menderita terpisah satu sama lain, dipenuhi dengan banyaknya peristiwa yang membuat kesalahpahaman dan sakit hati.
Kemudian Deanda yang mengalami penyiksaan bathin cukup lama bersama dengan ibu dan adik tirinya.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan kisah keluarga Erich dan Ernest yang mengalami pembantaian besar-besaran di desa tempat tinggalnya, sungguh miris saat Evan mengingat tentang semuanya itu.
“Kondisi keluarga yang buruk, dengan sifat Luis yang emosional dan tidak stabil, sepertinya memperparah keadaan, dan menjadikan Luis sebagai sosok pria yang takut untuk ditinggalkan orang yang dicintainya, sehingga dia memilih untuk meneror Tira, dibandingkan dengan mengakui perasaan cintanya pada Tira dan berlapang dada kalau Tira menolaknya. Dia begitu takut ditolak dan ditinggalkan, sehingga dia melakukan teror itu dengan harapan Tira tidak akan berani dekat dengan laki-laki lain.” Penjelasan Evan yang panjang lebar tentang Luis, membuat Ernest terdiam seribu bahasa.
Bagaimanapun bagi Ernest, dia merasa bersimpati atas kehidupan buruk yang menimpa Luis, tapi di sisi lain, dia sungguh tidak bisa terima jika Luis berniat menyakiti gadis yang dia cintai, yang sekarang sudah menjadi kekasihnya, Tira Lennan, kekasih yang ingin dia lindungi dan perjuangkan dengan sepenuh hati.
“Kondisi kejiwaan Luis yang tidak stabil, membuat dia bisa bertindak sangat nekat. Kamu harus bersiap-siap terhadap kemungkinan buruk dimana dia yang akan mencari kesempatan sekecil apapun untuk menyakiti Tira. Jangan pernah meninggalkan Tira sendirian di tempat umum tanpa pengawalan barang sedetikpun.” Evan memberikan peringatan kepada Ernest dengan wajah seriusnya.
“Baik Duke Evan, apa Duke Evan punya saran untuk bisa segera membuktikan Luis sebagai peneror dan menangkapnya?”
“Pancing saja emosinya. Dengan berpura-pura menjadi kekasih Tira, kamu bisa lebih efektif dalam memancing emosi Luis sehingga dia bertindak ceroboh karena emosi. Pamerkan kemesraan kalian di depan Luis.” Kata-kata Evan barusan, sungguh membuat dada Ernest berdetak dengan keras.
Eh… kenapa kata-kata duke Evan barusan membuatku merasa kalau duke Evan tahu tentang hubunganku dengan Tira? Padahal ide Tira beberapa waktu lalu untuk aku berpura-pura sedang mengejar-ngejarnya, tidak ada orang yang tahu selain aku, putri, Edi dan Steven. Edi dan Steven, tidak mungkin mengatakan itu kepada duke Evan, apalagi Tira.
Ernest berkata dalam hati sambil melihat ke arah mata hijau milik pria berambut emas yang sedang menatapnya tanpa berkedip itu, seolah pandangan mata Evan mampu menembus hari dan pikirannya, sehingga tahu apa yang sedang dirasakan dan di pikirkan oleh Ernest saat ini.
“Saya akan mencoba membahas ide Duke Evan dengan putri Tira. Semoga dia tidak keberatan dengan saran Duke Evan.” Dengan ragu Ernest berkata kepada Evan yang tersenyum tipis ke arahnya.
__ADS_1
“Kenapa Tira harus keberatan? Apa karena seperti kataku kalian harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih, padahal kenyataannya memang itulah status hubungan kalian sekarang?” Kali ini, mata Ernest benar-benar melotot begitu mendengar kata-kata Evan, membuat untuk sesaat Ernest lupa siapa orang yang sedang duduk di hadapannya, sehingga dia dengan begitu berani melotot ke arah Evan karena begitu kaget dengan kata-katanya barusan.