
Permaisuriku memang orang yang paling tahu apa yang sedang kupikirkan dan apa yang aku inginkan. Dan celakanya, dia juga orang yang paling tahu bagaimana membalas godaanku dan membuatku tidak berkutik. Kamu, sungguh satu-satunya wanita yang membuatku setiap hari merasakan bagaimana jatuh cinta padanya dengan begitu dalam.
Alvero berkata dalam hati.
“Aku berharap kamu selalu dalam kondisi sehat seperti sekarang ini, sehingga kita bisa menikmati kemesraan kita untuk waktu yang lama.” Tanpa ragu Alvero berkata kepada Deanda.
Erich dan Ernest yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan sedikit mengalihkan pandangan mereka.
Dibandingkan dengan siapapun, baik Erich maupun Ernest adalah dua orang yang selalu saja melihat bagaimana Alvero yang seringkali bersikap mesra dan posesif terhadap Deanda.
Hal itu adalah hal yang tidak bisa mereka hindari karena mereka adalah pengawal pribadi Alvero yang memang hampir setiap waktu berada di dekat Alvero, yang pastinya juga tidak pernah mau lama-lama berjauhan dengan Deanda.
Yang bisa dilakukan oleh Ernest dan Erich saat ini hanyalah sedikit mengalihkan pandangan mata mereka dari dua sosok junjungannya itu untuk menjaga sopan santun dan etika sesuai dengan yang mereka pelajari di negara Gracetian.
“Yang Mulia, bukannya sejak semalam Yang Mulia sedang menunggu kabar dari Ernest dan Erich? Mereka juga pasti sudah tidak sabar menunjukkan hasil penyusupan mereka kemarin malam.” Dengan cepat Deanda kembali berkata untuk mengalihkan perhatian Alvero darinya, apalagi mata Alvero terlihat sudah menatap ke arah salah satu bagian dari tubuhnya dengan tatapan yang siap melahapnya habis.
“O, ya… seperti yang sudah aku katakan tadi. Aku sudah membaca semua pesan-pesan yang kamu sampaikan padaku tadi malam. Kita nikmati makan pagi kita, setelah itu kita bahas tentang semua benda-benda itu di ruangan yang lebih private. Nanti aku akan meminta Dave untuk bisa menyediakan ruangan untuk kita bisa bicara dengan lebih tenang.” Alvero berkata sambil mengalihkan pandangan matanya kembali ke arah Ernest dan Erich, membuat Deanda tersenyum sudah berhasil membuat fokus Alvero teralihkan darinya untuk sementara waktu.
__ADS_1
Meskipun itu artinya, ketika waktu istirahat mereka tiba, Deanda yakin Alvero benar-benar akan melahapnya dengan rakus.
Untung saja kondisi fisik Deanda meskipun sedang hamil, termasuk dalam jajaran wanita yang fisiknya sangat kuat, karena sebelum kehamilannya, dia adalah orang yang benar-benar terlatih dalam hal ilmu bela diri, hampir sejajar dengan sosok Alvero yang hingga saat ini, tidak ada seorangpun di Gracetian bisa menandinginya, termasuk Deanda yang waktu itu berhasil dikalahkannya meskipun Alvero berusaha cukup keras untuk itu.
Untuk seorang Deanda yang memiliki bakat hebat dalam bela diri, adalah seorang wanita yang tidak mudah dikalahkan meskipun lawannya lebih dari 3 – 4 orang berpengalaman dalam bela diri, sehingga dia sempat mendapatkan julukan sebagai dewi perang Goldie Tavisha, tempatnya sering menghabiskan waktu untuk berlatih dan bertemu teman-temannya sebelum dia menikah dengan Alvero.
Posisinya sebagai permaisuri Gracetian, membuat dia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk berkunjung di Goldie Tavisha, dimana orang-orang disana adalah orang-orang yang mendukung penuh pemerintahan keluarga Adalvino, bahkan rela mati untuk membelanya agar tetap menjadi keluarga yang menguasa istana Gracetian sebagai pemimpin tertinggi.
Sebagai gantinya, setelah menikah, Deanda justru sering mengundang orang-orang yang tinggal di Goldi Tavisha untuk makan malam bersamanya.
“Kalau begitu, kami akan menyiapkan semuanya Yang Mulia….” Ernest berkata sambil berniat melangkah pergi kembali ke kamarnya dan mengambil surat-surat dan jam tangan yang dia bawa bersama Erich dari kediaman Theo.
“Eh, nanti saja Ernest. Kalian berdua ikut makan pagi bersama kami terlebih dahulu, karena Ornado sepertinya juga sedang menunggu cerita kalian.” Alvero langsung memotong perkataan dari Ernest.
“Kalian tahu sendiri bagaimana Ornado itu, dia paling senang mendengar cerita tentang petualangan yang melibatkan adrenalin, karena dia juga seorang petarung yang hebat. Kemarin dia menceritakan tentang alat canggih yang dia berikan pada Erich, dan mungkin dia sekarang sedang berharap ada cerita menarik dari hasil penyusupan kalian semalam, dan bagaimana kalian menggunakan alat yang sudah dia berikann.” Alvero kembali melanjutkan kata-katanya.
“Dia pasti penasaran apakah alatnya berfungsi dengan baik atau tidak.” Sambil melirik ke arah Ornado, Deanda menambahkan perkataan Alvero tentang rasa ingin tahu Ornado.
__ADS_1
Ornado sendiri, orang yang sedang menjadi bahan pembicaraan Alvero dan yang lain tampak sedang berdiri tidak jauh dari tempat Deanda berdiri, dan sedang sibuk menggoda Cladia yang sedang berdiri tepat di samping Ornado, dengan posisi tubuh mungilnya berada dalam pelukan lengan Ornado yang terliaht jelas, bagaimana pria itu sangat melindungi istrinya.
“Alat itu, bahkan belum pernah sekalipun digunakan oleh tim keamanan milik Ornado karena masih dalam masa uji coba. Kalian beruntung Ornado memberikan kesempatan kepada kalian menjadi orang yang pertama untuk mencoba peralatan itu.” Alvero mengucapkan kata-katanya sambil meraih telapak tangan Deanda, lalu menggenggamnya dengan erat, berniat mengajaknya untuk memasuki ruang makan mansion keluarga Shaw.
“Kalau begitu, sebentar lagi Ornado pasti akan menyusul ke meja makan. Dia kan paling takut kalau Cladia terlambat untuk menikmati makan paginya, karena dia sangat takut jika sampai Cladia melewatkan jam makannya, sehingga mengganggu kesehatan Cladia dan bayi dalam perutnya.” Deanda berkata sambil mengulum senyumnya, mengingat bagaimana Ornado yang begitu menjaga setiap pergerakan dari Cladia dan memastikan apapun yang terbaik untuk Cladia.
“Kalau begitu, kita ke ruang makan saja sekarang, sambil kalian menceritakan sedikit apa yang kalian temukan semalam. Sedikit banyak kalian bisa menceritakannya kepada kami sebelum kita mengecek barang-barang yang kalian temukan dari kediaman Theo.” Alvero berkata sambil melangkah ke arah ruang makan sambil tangannya tetap menggenggam erat tangan Deanda.
Dengan gerakan elegan, baik Alvero dan Deanda memasuki ruang makan, dimana beberapa orang lain sudah berada di sana, terutama orang-orang yang merupakan anggota dari keluarga Shaw seperti Dave, Laurel, Augistin Shaw dan istrinya, Bryan, Evelyn, dan juga Leo yang sebentar lagi akan menikah dengan Evelyn, dan masuk menjadi anggota keluarga Shaw juga.
Ernest yang dalam hati kecilnya juga sedang mengharapkan bisa bertemu Tira dan memandangi sosok Tira dengan rasa kagum meskipun hanya dari jauh, tidak ada niat sama sekali untuk menolak ajakan Alvero barusan, sehingga dengan cepat, Ernest mengikuti langkah-langkah Alvero menuju meja makan, yang mau tidak mau Erich juga harus mengikutinya juga.
Begitu Alvero dan yang lain memasuki ruang makan tersebut, mereka yang sudah terlebih dahulu ada di sana dan melihat kehadiran Alvero langsung tersenyum ke arah mereka, termasuk kepada Ernest dan Erich yang di tempat ini bagi mereka sudah menjadi bagian dari mereka, dan menganggap kedua saudara kembar itu seperti sahabat mereka juga, bukan sekedar pengawal pribadi Alvero yang ikut hadir di tempat itu karena tugas.
Alvero, Deanda maupun Erich dan Ernest, sudah mengambil posisi duduk di salah satu sudut meja makan, berdekatan dengan sosok Evelyn dan Leo dan sengaja meninggalkan kursi kosong untuk Ornado dan Cladia, yang juga sedang berjalan menuju ruang makan, ketika sosok James datang bersama Elenora.
“Selamat pagi semuanya…. Hari yang cerah, semakin cerah karena melihat kalian yang ada di tempat ini juga tersenyum cerah.” James yang baru saja datang tiba-tiba menyapa dengan suara nyaring, masuk ke ruang makan itu diiringi dengan Elenora yang hanya menyungingkan senyum mendengar kata-kata suaminya yang memang selalu terlihat ceria.
__ADS_1