
Kata Edi, putri akan jalan-jalan ke mall bersama Anna pagi ini. Saya akan mengantar putri. Jam berapa putri berencana untuk pergi ke mall? Saya akan segera bersiap-siap.
Sebuah pesan dari Ernest membuat Tira menghela nafasnya cukup panjang.
Sejak semalam, Tira sibuk berpikir tentang apa yang dirasakannya beberapa waktu ini saat melihat, bahkan mendengar suara Erenst, atau sekedar membaca pesan dari Ernest.
Wajah yang seringkali merasa panas, dada yang meraea berdebar-debar, sikap peraya dirinya yang tiba-tiba menghilang dan digantikan dengan sikap kikuk, membuat Tiara begitu penasaran denga apa yang sedang terjadi dengannya.
Jika Tira mengingat-ingat bagaimana saat dulu dia sempat dekat dengan mantan kekasihnya yang dia putuskan di masa lalu, rasanya Tira tidak atau jarang sekali merasakan hal yang dia rasakan jika itu Ernest, membuatnya semakin merasa penasaran dengan hal itu.
Setelah lama berpikir tentang hal aneh yang sudah terjadi pada dirinya, semalam Tira memutuskan untuk mencoba menjadikan Steven atau Edi sebagai pengawal pribadinya saat dia nanti berkunjung ke mall bersama dengan Anna, untuk membuktikan bahwa hal aneh yang terjadi pada dirinya bukan sekedar berasal dari Ernest, tapi bisa juga karena keberadaan Edi, atau Steven.
Hari ini aku ingin kamu mempersiapkan diri untuk pertemuan pertama kelompok band kita sore nanti. Aku mau Steven atau Edi yang menjadi pengawalku.
__ADS_1
Tira menuliskan sebuah pesan balasan yang membuat Ernest mengernyitkan dahinya, dan langsung melakukan panggilan telepon pada Tira untuk menanyakan tentang hal itu.
“Hah… kenapa dia justru menghubungiku? Apa tidak cukup dengan saling bertukar pesan saja?” Tira berkata pelan sambil mengatur kembali debaran di jantungnya yang kembali dia rasakan begitu melihat nama Ernset tertera di layar handphonenya.
“Apa sebaiknya tidak perlu kaungkat ya? Tapi tidak mungkin itu kulakukan karena kami baru saja saling bertukar pesan, pastinya dia tahu aku sedang memegang handphoneku saat ini. Rasanya tidak sopan jika aku berpura-pura mengabaikan panggilan teleponnya.” Tira kembali bergumam pada dirinya sendiri untuk beberapa saat sampai dia akhirnya memutuskan untuk mengangkat telepon dari Ernest.
“Selamat pagi Putri.” Dengan suara sopan dan menunjukkan sikap hormatnya, Ernest menyapa Tira begitu panggilan teleponnya diangkat oleh putri yang keberadaannya selama ini membuatnya selalu merasa berdebar-debar bahkan hanya dengan membayangkan sosoknya saja.
Bisa menjadi pengawal pribadi Tira yang membuatnya hampir 24 jam berada di dekat Tira, meskipun kadang terpisah oleh dinding apartemen yang mereka tempati, membuat Ernest bahkan sulit untuk memejamkan matanya saat menyadari kalau beberapa meter dari tempatnya berada, sosok cantik Tira juga ada di sana.
Jika dulunya hal-hal seperti itu tidak akan mengganggu pikirannya karena dia terlalu sibuk dengan tugasnya sebagai pengawal pribadi Alvero, tapi saat ini dia merupakan orang yang ditugaskan Alvero untuk bertanggungjawab menjaga Tira selama 24 jam bersama dua orang yang lain, membuatnya mau tidak mau selalu memikirkan Tira.
Hal itu membuat Ernest semakin sulit untuk mengendalikan rasa ketertarikannya kepada Tira, yang sudah dia rasakan jauh sebelum dia menjadi pengawal Tira, saat dia masih berada di Gracetian, dan dengan diam-diam selalu memperhatikan gerak-gerik Tira setiap kali ada kesempatan, Tira menghadiri acara di istana dan Ernest sedang bertugas sebagai pengawal pribadi Alvero.
__ADS_1
Hah… kenapa tiba-tiba aku merasa kesal sendiri mendengar bagaimana Ernest yang bersikap begitu sopan dan hormat padaku? Membuat jarak diantara kami terlihat begitu jelas dan tegas.
Tira berkata dalam hati, dan berdehem pelan sebelum akhirnya bersiap menjawab sapaan Ernest.
“Selamat pagi Ernest. Apa ada yang ingin kamu bicarakan denganku?” Dengan berpura-pura tidak menyadari kalau Ernest pasti ingin protes terhadap permintaannya untuk tidak melibatkan Ernest dalam pengawalannya ke mall hari ini.
“Putri… untuk rencana ke mall, saya akan mengawal Anda. Saya pastikan itu tidak akan mengganggu rencana pertemuan kelompok hari ini.” Ernest berusaha untuk meyakinkan Tira, karena bagaimanapun dia adalah penanggung jawab terhadap keamanan Tira, meskipun di sisi lain, Ernest memang ingin dia yang bisa menjaga Tira sepenuhnya, setiap saat sejak tugas itu diturunkan kepadanya.
"Tidak Ernest, aku mau bersama Edi atau Steven. Eh, sebaiknya aku tetapkan saja salah satu dari mereka. Aku mau Steven yang mengawalku hari ini. Biarkan mereka mendapatkan porsi tanggungjawab yang sama sehingga bebanmu tidak terlalu besar." Ernest sedikit menelan ludahnya sendiri begitu mendngar apa yang baru saja dikatakan oleh Tira padanya.
"Putri... saya tidak pernah merasa terbeban dengan kepercayaan yang diberikan yang mulia Alvero untuk menjadi pengawal pribadi bagi Putri." Dengan suara tetap sopan, Ernest berkata kepada Tira yang sedikit menahan nafasnya di seberang sana.
"Aku tahu Ernest. Kamu adalah pengawal terbaik kak Alvero yang memiliki dedikasi tinggi dan loyalitas tanpa batas. Akan tetapi aku mau bersikap adil. Selain menjadi pengawalku, kamu juga harus menyamar sebagai mahasiswa jurusan musik sepertiku, meskipun kamu tidak berkutat di sana. Itu pasti tidak mudah bagimu. Jangan mengambil semua tanggungjawab yang harusnya bisa kami bagi dengan Edi dan Steven. Karena itu, biarkan hari ini Steven yang pergi bersamaku di mall." Tira berkata sambil melirik ke arah jam dinding di dekat kursi ruang makan yang sedang ditempatinya, yang menunjukkan hampir tiba waktunya untuk dia pergi ke tempat Anna untuk menjemputnya dan mengajaknya ke mall.
__ADS_1
Aku tidak keberatan tentang hal itu Putri... tidak pernah! Apapun akan aku lakukan demi Anda.
Rasanya Ernest ingin berkata dengan suara keras tentang apa yang sedang ada di pikirannya, akan tetapi dia sadar dia hanya bisa dan berhak mengucapkan kalimat itu dalam hatinya saja.