
"Putri Tira, tolong ingat pesan dari yang mulia Alvero, agar Putri tidak melepaskan jam ini dimanapaun, dalam kondisi apapun demi keselamatan Putri Tira sendiri." Ernest berkata sambil memasangkan smartwatch dari Alvero yang sengaja diberikan pada Tira untuk bisa lebih memudahkan Tira memberikan tanda kepada Ernest saat dia berada dalam bahaya.
(Smartwatch atau dikenal dengan Jam tangan pintar adalah sebuah komputer yang dikenakan dalam bentuk jam tangan. Jam tangan pintar modern menyediakan teknologi layar sentuh untuk penggunaan sehari-hari.
Smartwatch adalah jam tangan yang sudah punya banyak fitur dari smartphone. Waktu awal muncul, smartwatch hanya bisa digunakan sebatas untuk mendengarkan lagu saja. Namun sekarang smartwatch bisa melakukan panggilan, mengecek tekanan darah, dan browsing!
Saat ini, smartwatch adalah jam tangan digital yang menawarkan banyak fitur lain selain penunjuk waktu. Smartwatch berkemampuan layar sentuh yang dapat dihubungkan ke telepon melalui Bluetooth atau WiFi. Ada juga model yang tidak memerlukan koneksi telepon untuk berfungsi.
Jam tangan digital telah ada selama beberapa dekade, dengan beberapa fitur seperti kalkulator dan konverter unit. Kemudian baru pada tahun 2010-an perusahaan teknologi mulai merilis jam tangan dengan kemampuan seperti smartphone.
Aspek kebugaran pada smartwatch mungkin merupakan salah satu keuntungan terbesar memilikinya. Jam tangan pintar yang berbeda memberikan fungsi yang berbeda).
Jam itu diketemukan oleh Ernest setelah dengan begitu saja Tira meletakkannya di atas salah satu meja yang ada di apartemennya, membuat Ernest yang tadi menemukannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana Tira yang enggan memakai smartwatch itu di tangannya.
"Saya tahu keberadaan kami sebagai pengawal Putri pasti membuat Putri merasa tidak nyaman. Tapi semuanya itu demi kebaikan dan keselamatan Putri. Yang Mulia Alvero ingin Putri tetap bisa melanjutkan kuliah Putri, tapi juga memastikan keamanan Putri dari peneror itu." Sambil memasangkan kembali smartwatch itu di tangan Tira, Ernest mencoba memberikan nasehat kepada Tira agar ke depannya lebih taat kepada aturan yang sudah ditetapkan oleh Alvero.
__ADS_1
"Kami di sini melaksanakan perintah dari yang mulia Alvero. Mohon Putri bisa membantu kami agar tugas kami bisa berjalan dengan baik." Ernest melanjutkan kata-katanya sambil tetap memasangkan smatwatch di tangan Tira, meskipun tadi sekilas Ernest sempat melihat kalau Tira sempat menggerakkan tangannya seolah menolak jam itu dipasangkan ke pergelangan tangannya.
"Sudah selesai. Setelah ini, kami akan pergi ke apartemen yang sudah disiapkan untuk kami. Jika sewaktu-waktu Tuan Putri membutuhkan kami, silahkan menghubungi kami, melalu panggilan telepon ataupun kode dari smartwatch yang Tuan Putri kenakan." Ernest mengakhiri kata-katanya dengan memberikan salam penghormatan sampai akhirnya dia pergi bersama kedua pengawal lainnya, meninggalkan Tira yang mendessss... ssah pelan sambil melihat smartwatch di pergelangan tangannya.
Bagi Tira, sikap Ernest barusan seperti pengawal cerewet dan sok mengatur seperti yang selama ini tidak dia sukai. Tapi entah kenapa, melihat Ernest bersikap seperti itu, Tira merasa tidak keberatan, mungkin karena Tira bisa menangkap ketulusan Ernest yang melakukan semuanya itu karena benar-benar ingin melindunginya, bukan sekedar melaksanakan tugas karena dibayar.
# # # # # # #
"Selamat pagi Putri Tira." Steven langsung menyapa dan memberikan salam penghormatan kepada Tira begitu gadis cantik itu membuka pintu apartemennya, bersiap untuk berangkat kuliah.
"Ah, selamat pagi juga Steven. Dimana Ernest dan Edi?" Tira langsung bertanya kepada Steven begitu dilihatnya Steven hanya seorang diri saja berdiri di depan pintu apartemennya tanpa terlihat adanya Ernest maupun Edi, hanya tampak Steven dengan sikap penuh siaga, meskipun pakaian yang dikenakannya saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda dia adalah seorang pegawal pribadi Tira yang memiliki cukup banyak keahlian untuk membela diri dan menangkap penjahat.
Entah kenapa penampilan Steven dengan pakaian pres body berwarna gelapdan tubuh kekarnya, terlihat begitu pantas menjadi seorang bodyguard.
"Edi sudah ada di bawah menunggu saya. Tuan Ernest mengatakan kalau sebelum menghadiri kelas dengan Tuan Putri, dia harus mengurus admistrasi di kampus terlebih dahulu, sehingga dia harus datang lebih awal di kampus." Steven berusaha memberikan penjelasan kepadan Tira yang langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah lift, untuk turun ke bawah dengan cepat sebelum panggilan Steven padanya didengar oleh orang lain.
__ADS_1
Tindakan Tira langsung diikuti oleh Steven, yang begitu masuk ke lift, langsung mengambil posisi berdiri di belakang Tira, agak ke samping, meskipun Steven harus membuat orang lain yang ada di dalam lift itu bergeser dengan terpaksa karena desakan dari tubuh Steven yang sulit dilawan.
"Siapa sih orang ini?"
"Kenapa bersikap sok sekali, seolah ini adalah lift pribadinya."
"Aku belum pernah melihatnya."
"Apa dia penghuni baru apartemen ini?"
"Untung saja wajahnya tampan, kalau tidak, sudah kumaki dia."
Bisikan-bisikan dari orang-orang yang berada di dalam lift membuat Tira menarik nafas panjang.
"Maaf.... Saudara saya ini masih baru pertama kalinya datang ke kota besar seperti ini...." Dengan cepat akhirnya Tira meminta maaf pada yang lain, sehingga mereka langsung menghentikan bisik-bisik mereka.
__ADS_1
Tidak banyak orang yang tinggal di apartemen itu mengenal siapa Tira apalagi latar belakang keluarganya, mereka hanya tahu kalau Tira adalah orang yang tinggal di apartemen yang letaknya paling atas di gedung itu.
Letak apartemen Tira di lantai paling atas gedung itu sudah menjadi petunjuk bagi penghuni lain apartemen itu bahwa Tira berasal dari keluarga kaya raya karena di gedung apartemen mewah itu, hanya orang-orang kaya dengan pengaruh yang besar yang bisa menyewa apalagi membeli apartemen paling mewah di lantai paling atas gedung itu.