
Ernest yang awalnya ingin segera pergi meninggalkan kampus dan memberitahukan kepada Tira tentang apa yang sudah terjadi di kampus, mau tidak mau harus menghentikan langkahnya untuk menanggapi panggilan dari temannya, yang selain memandangnya dnegan wajah penasaran, juga melihat ke arah Edi, yang sedang bersama Ernest dan terlihat mengikuti Ernest sedari tadi.
Sosok Edi yang memang pernah mengantarkan Tira ke kampus tapi tidak pernah turun dari mobil, tentu saja dianggap sebagai orang asing bagi teman-teman Ernest maupun Tira, sosok orang yang tidak mereka kenal.
"Sebelum banyak pertanyaan tentang kamu, lebih baik kamu segera pergi dari sini dan kembali ke apartemen. Aku akan segera menyusulmu setelah aku mengatasi mereka." Ernest berbisik pelan kepada Edi yang langsung menganggukkan kepalanya dan pergi dengan langkah-langkah lebar.
Begitu sosok Edi tidak lagi tampak, Ernest langsung menarik nafas lega, setelah dia bisa melihat bahwa tidak ada orang lain yang mengikuti Edi, karena orang terlalu fokus padanya dengan rasa penasaran mereka.
“Kenapa pak Romeo memanggilmu Ernest?”
“Apa peneror Tira itu juga sudah menerormu?”
“Apa kamu baik-baik saja? Peneror itu sepertinya sangat berbahaya.”
“Aku tidak menyangka kalau selama ini Robin sudah meneror Tira seperti itu.”
Semua pertanyaan itu disambut dengan sebuah senyuman oleh Ernest sebelum dia menjawab pertanyaan dari orang-orang dengan wajah penasarannya itu.
__ADS_1
# # # # # # #
“Hah… akhirnya mereka mau berhenti juga.” Ernest bergumam pelan sambil bergegas menuju ke arah mobilnya setelah dia berhasil membuat mereka semua yang tadinya penasaran merasa puas dengan semua penjelasannya yang dia buat semasuk akal mungkin, karena tidak mungkin dia menceritakan semuanya secara gamblang.
Begitu sampai di dalam mobil yang ingin dilakukan oleh Ernest adalah menghubungi Tira sehingga bisa menceritakan tentang apa yang sudah terjadi di kampus, tentang Robin dan juga… tentang Luis yang sudah menjadi pahlawan hari ini.
Meskipun rasa tidak rela masih mendera hatinya, tapi Ernest tahu dia harus tetap mengatakan perihal Luis yang sudah berhasil membongkar kejahatan Robin selama ini.
Ernest yang sudah duduk di kursi pengemudi tampak mengambil handphonenya, dan sedetik kemudian kening Ernest tampak mengernyit begitu dia melihat adanya beberapa pesan masuk, yang salah satunya berasal dari Tira.
Dengan sikap tidak sabar, Ernest membuka pesan dari Tira untuknya.
Beberapa hari ini aku akan tetap berada di mansion keluarga Shaw, dan tidak ingin diganggu, jadi aku minta tolong agar kamu mengaturkan agar dalam beberapa hari ke depan aku tidak bisa hadir jika pihak kepolisian yang menangkap Robin membutuhkan kehadiranku untuk memberikan kesaksian.
Pesan-pesan dari Tira itu membuat Ernest menghela nafasnya.
“Sepertinya putri benar-benar menghindariku sampai-sampai dia menghubungi Edi tapi tidak menghubungiku sama sekali.” Ernest berkata dan tanpa disadari oleh dirinya sendiri, salah satu tangannya yang berada di atas setir memegang dengan erat setir itu dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Bukan rasa marah yang sekarang sedang dirasakan oleh Ernest, tapi rasa tersiksa memikirkan kenapa Tira begitu menghindarinya.
Mencintai Tira dalam diam bagi Ernest adalah hal yang sudah begitu lama dia alami dan membuatnya terbiasa tetap diam dan menahan diri, tapi sikap Tira yang terkesan menghindarinya membuat hati Ernest menjadi kacau dan tidak terkendali.
*Apa yang sebenarnya terjadi padamu putri? Lebih baik aku melihatmu dari kejauhan tanpa bisa menyentuhmu tapi aku tetap bisa melihatmu tersenyum meskipun bukan padaku, daripada kamu menuliskan begitu banyak pesan tapi kamu terli*hat jelas sedang menghindar untuk berkomunikasi denganku.
Ernest mengeluh dalam hati dengan mata yang terpejam selama beberapa waktu sebelum akhirnya dia memutuskan untuk kembali membaca pesan-pesan dari Tira yang belum dia selesaikan semuanya karena masih sibuk mangatur hatinya yang sedang kacau.
Ernest yang selama ini hanya mengamati Tira dari jauh, tidak menyangka kalau kedekatan mereka beberapa waktu ini justru membuat hatinya yang selama ini sudah puas hanya dengan memandang dan mengamati Tira dari jauh, jadi bersikap serakah dengan menginginkan lebih dan lebih lagi kedekatannya dengan Tira, dan tanpa sadar menggiringnya pada pemikiran untuk bisa memiliki Tira sebagai kekasih atau bahkan istrinya di masa depan.
Aku harus menghentikan kegilaanku. Bagaimana bisa aku bisa mengharapkan putri bisa menjadi pasangan hidupku? Meskipun aku sangat mencintainya dan rela melakukan apa saja untuknya, bukan berarti aku menjadi layak untuk menjadi pendamping hidupnya.
Lagi-lagi Ernest menghela nafasnya sebelum matanya benar-benar kembali membaca pesan-pesan yang terkirim di handphonenya, terutama pesan-pesan dari Tira.
Edi sudah menceritakan semuanya dari awal sampai akhir tentang apa yang terjadi. Termasuk bagaimana bisa pak Luis bisa membuat Robin tertangkap. Aku sudah menceritakannya kepada kak Alvero dan yang lain, termasuk pada papa Victor dan mama Ava.
Kemungkinan besar, kak Enzo yang baru datang ke Amerika akan mewakili kedua orangtuaku untuk mengucapkan terimakasih kepada pak Luis. Menurut kak Alvero orang yang paling tepat mewakili keluargaku adalah kak Enzo, karena sebagai pangeran Gracetian dia adalah yang paling jarang dikenal orang karena dia tidak suka terlibat dalam urusan kerajaan. Aku memang tidak ingin ada orang lain tahu tentang statusku, karena itu kak Alvero meminta kak Enzo yang menyelesaikannya.
__ADS_1
Pesan itu membuat dada Ernest berdegup kencang, karena pesan Tira menunjukkan bagaimana keluarga Tira memang sangat berterimakasih kepada Luis atas tertangkapnya Robin.