
Dia sudah kembali… apa dia baik-baik saja selama penyelidikan di kantor polisi tadi? Apa ada orang yang menekannya? Apa pengacara hebat yang aku dengar tadi sudah disiapkan oleh pangeran Enzo atas perintah yang mulia Alvero bisa membantunya?
Apa dia tidak merasa ketakutan harus menjalani pemeriksaan yang cukup lama tadi? Ah, semoga dia tidak stress dengan semuanya itu dan tidak melupakan jadwal makan siangnya.
Aku ingin sekali mendengar apa yang terjadi tadi di kantor polisi dari bibirnya. Aku harap kami nantinya akan memiliki kesempatan untuk bisa saling berbicara meskipun sepertinya akan sangat sulit mencari waktu untuk itu, walaupun hari ini aku akan tinggal di mansion juga untuk beberapa waktu ke depan.
Maafkan aku... maaf... karena tidak bisa berada di sisimu saat kamu harus mengalami hal tidak mengenakkan seperti itu.
Ernest terus berkata dalam hati dengan mata menatap sosok Tira tanpa berkedip.
Rasanya saat ini Ernest ingin sekali langsung bergegas mendekat ke arah Tira, memeluknya, dan mengelus rambutnya, serta mendengar semua hal yang sudah dia alami tadi.
Tapi sayangnya akal sehat Ernest yang masih berfungsi dengan baik, mencegahnya untuk melakukan hal bodoh yang akan merusak semuanya sebelum waktunya.
Karena itu, yang bisa dilakukan Ernest adalah tetap diam di tempatnya, dan akhirnya mengikuti langkah-langkah Erich yang berjalan meninggalkan tempat berkumpulnya Alvero dan yang lain, yang juga tampak penasaran dengan cerita tentang Tira.
__ADS_1
Bagaimana hasil pertemuan Tira dengan Luis, juga masalah panggilan polisis yang mengivestigasi Tira berkaitan dengan status Tira sebagai korban yang perlu memberikan kesaksiannya, membuat mereka yang sedari tadi sudah menunggu, merasa tidak sabar untuk bisa mendengar tentang itu.
Ernest… ternyata kamu sedang bersama kak Alvero dan yang lain ya. Pantas saja kamu sedari tidak membalas pesan yang aku tuliskan sepulang dari kantor polisi sama sekali. Apa sekarang kamu sudah akan kembali ke apartemen? Ah… rasanya aku belum rela untuk berpisah denganmu. Sepertinya hari ini aku harus puas hanya dengan saling berkirim pesan dengan Ernest.
Tira yang juga sedari melihat sosok Ernest tidak menghentikan matanya dan terus menatap sosok tampan kekasihnya itu, berkata dalam hati, berharap memiliki kesempatan untuk tetap bisa melihat sosok Ernest setelah ini, akan tetapi Tira berpikir bahwa Ernest sedang berniat pergi meninggalkan mansion sekarang.
Baik Tira maupun Ernest, saling menatap dengan langkah-langkah dimana mereka pada akhirnya akan berpapasan, dan itu sudah cukup untuk membuat kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu merasakan debaran hebat di hatinya, meskipun mereka berdua tidak bisa saling menyapa, apalagi mengobrol satu sama lain.
Ketika mereka benar-benar berpapasan, baik Tira maupun Ernest, merasakan bahwa langkah-langkah kaki mereka terasa begitu berat untuk seling melewati satu sama lain, tapi kondisi yang tidak memungkinkan, membuat mereka harus puas dengan saling mencuri pandang terhadap satu sama lain sambil terus melangkah, saling menjauh.
“Tunggu Ernest….” Sebuah panggilan dari Evan, membuat Ernest maupun Erich, juga Tira dan Enzo menghentikan langkah kaki mereka.
“Ya Duke Evan?” Dengan sikap sopan dan hormat seperti biasanya, Ernest menjawab panggilan dari Evan, tanpa bisa mencegah matanya untuk menatap sosok Tira yang berdiri diantara Evan dan Enzo, dan ikut membalikkan tubuhnya seperti Evan, sehingga saat ini mereka berdiri dengan posisi saling berhadapan, dan bisa saling memandang satu dengan yang lain.
“Aku butuh bicara denganmu sebentar tentang beberapa hal. Apa kamu sedang menjalankan perintah dari yang mulia Alvero sekarang?”
__ADS_1
“Tidak Duke Evan, saya dan Erich baru selesai menghadap yang mulia Alvero, dan sampai nanti malam saya tidak punya kesibukan lain.” Ernest segera menjawab pertanyaan Evan.
“Kalau begitu, kalian bisa melanjutkan acara kalian, aku akan mengajak Ernest berbincang-bincang sebentar di tempat lain. Enzo, biarkan aku membahas masalah tadi bersaman Ernest, kamu temani saja Tira untuk bisa bergabung dengan mereka. Ayo Ernest….” Tanpa menunggu jawaban dari Enzo, Tira, maupun Erich, Evan berjalan menjauhi mereka sambil menggerakkan tangannya ke arah Ernest, memberi tanda agar laki-laki itu mengikutinya.
“Evan pasti ingin membajas tentang kecurigaan Ernest terhadap pak Luis sebagai penerormu. Ayo, lebih baik sekarang kita menemui Alvero dan yang lain. Biarkan Evan dan Ernest menyelesaikan urusan mereka.” Enzo berkata sebelum akhirnya menarik pergelangan tangan Tira, karena gadis itu tampak diam terpaku.
Luis Anston? Dosen yang disebut-sebut hari ini menerima ucapan terimakasih dari pangeran Enzo dan duke Evan sebagai perwakilan orangtua putri Tira dicurigai sebagai peneror putri? Bagaimana bisa? Bukannya peneror putri sudah ditangkap? Robin Stone? Apa ada kesalahan dalam penangkapan pelaku teror putri? Padahal dari informasi yang diceritakan oleh pangeran Enzo memang bukti-bukti kuat mengarah pada Robin sebagai pelaku teror itu. Apa yang sebenarnya sudah terjadi, yang tidak aku ketahui? Semoga Ernest bisa segera menyelesaikan kasus ini dengan baik dan dia tidak perlu terluka. Semoga semuanya baik-baik saja.
Erich yang mendengar sekilas apa yang baru saja dikatakan oleh Enzo tampak sedikit termenung dengan pikiran yang mulai menebak-nebak dalam hati, apa yang sebenarnya terjadi dengan sikap khawatir.
“Lebih baik nanti aku bertanya detailnya kepada Ernest agar lebih jelas. Sebaiknya sekarang aku mematangkan persiapan rencana penyusupan nanti malam.” Erich bergumam pelan sambil melangkah pergi menjauh.
# # # # # # #
Sebenarnya apa yang sedang ingin dibicarakan oleh duke Evan denganku? Kenapa beliau terlihat begitu serius, dan meminta berbicara berdua saja denganku?
__ADS_1
Ernest yang merasa penasaran dengan sikap Evan, mulai menebak-nebak dalm hati sambil mengikuti langkah-langkah lebar Evan yang sedang mencari tempat yang lebih sepi untuk dapat berbicara bersama Ernest dengan nyaman, karena ada beberapa hal yang sedang bersliweran di otak Evan, dan akan dia bicarakan dengan Ernest.
Dan beberapa hal itu, diantaranya Evan merasa harus bicara secara pribadi dengan Ernest, tanpa ada orang lain yang mendengarnya.