MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
BERITA DARI EVAN


__ADS_3

Meskipun Ernest sebenarnya tahu bahwa Tira sedang tidak membutuhkan apapun yang ada di apartemennya, dia memilih untuk diam dan menuruti permintaan Tira untuk mampir ke apartemen.


Karena bagi Ernest, dia juga ingin memiliki waktu berdua bersama dengan Tira, bsia berbincang dengan santai tentang beberapa hal, termasuk tentang rencana mereka menghadapi Luis sebagai peneror Tira, dan juga menghadapi keluarga Tira maupun Erich saat mereka nanti membuka tentang hubungan mereka sebagai sepasang kekasih.


“Ernest, aku lihat tadi kamu tidak memakan apapun di café. Bagaimana kalau kita pesan beberapa makanan untuk bisa kita nikmati di apartemen?” Pertanyaan Tira membuat Ernest tersenyum tipis.


Bagaimana bisa Ernest menikmati apapun di café dengan keberadaan Janeta yang membuatnya selain harus fokus juga membuatnya kehilangan nafsu makannya setiap kali melihat bahwa Janeta adalah salah satu orang yang tanpa disadari oleh dirinya sendiri sudah menjadi kaki tangan dari Luis.


Setiap kali Ernest ingat tentang Luis, dadanya terasa mendidih, apalagi mengingat bagaimana Luis pernah mencoba menerobos masuk ke dalam apartemen Tira, setelah membius Tira dengan sengaja.


“Bagaimana aku bisa menikmati sesuatu yang kamu juga tidak menikmatinya.” Kata-kata Ernest membuat kedua pipi Tira tampak memerah, karena dari kata-kata itu, Tira bisa merasakan bagaimana Ernest yang memujanya.


Memang tadi bukan hanya Ernest, tapi Tirapun tidak memiliki nafsu makan saat bersama dengan Janeta, apalagi yang dibicarakan oleh mereka tadi bukanlah hal yang baik dan membahagiakan.


Aku sungguh tidak menyangka kalau Ernest ternyata begitu perhatian dengan apa yang aku lakukan sampai sedetail itu.

__ADS_1


Tira berkata dalam hati sambil tersenyum.


Belum lama Tira menjadi kekasih Ernest, tapi Tira bisa merasakan semua perhatian dan ketulusan dari Ernest padanya, yagn membuatnya semakin yakin bahwa Ernest adalah pilihan terbaik untuknya, dan membuatnya bertekad bahwa apapun yang terjadi, dia tidak akan pernah mau melepaskan Ernest.


“Hei, kenapa melamun? Apa kamu tidak jadi memesan makanan untuk kita?” Ernest yang sudah mematikan mesin mobilnya, bertanya kepada Tira yang langsung tersenyum dengan wajah malu-malu begitu Ernest menangkap basah dia sedang melamun.


“Tentu saja jadi. Sebentar… aku akan segera memesan makanan dari restoran terbaik untukmu.” Tira berkata sambil bersiap untuk membuka pintu mobil di sampingnya, akan tetapi gerakan gesit Ernest yang keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuknya, membuat Tira semakin melabarkan senyum di wajahnya.


“Ayo kita masuk sambil menunggu makanan datang….” Tira berkata dengan tangannya yang langsung bergelayut di lengan Ernest, yang hanya bisa tersenyum dan mulai merasakan sensai debaran dadanya yang berdetak lebih keras dari biasanya karena tindakan Tira padanya.


“Apa yang dikatakan oleh Evan?” Pertanyaan Tira membuat Ernest yang tadinya terlihat serius selama pembicaraannya dengan Evan, berusaha menyungingkan senyumnya ke arah Tira.


Sepertinya, lebih baik aku tidak memberitahukan kepada putri bahwa Evan mengatakan kalau para anak buah Luis, sepertinya tahu tentang penyusupan mereka. Meskipun mereka sekarang sudah keluar dari sana, tapi Evan yakin, Luis pasti tidak akan berdiam diri jika tahu ada orang yang sudah berusaha menyusup ke tempat kediamannya. Kalau putri mendnegar tentnag ini, hatinya pasti tidak tenang.


Ernest berkata dalam hati sambil menyusul Tira untuk duduk, emngambil posisi tepat di samping gadis cantik itu.

__ADS_1


“Duke Evan mengatakan kalau dia dan yang lain sudah keluar dari kediaman Luis, dan sedang melakukan koordinasi untuk tindakan selanjutnya terhadap Luis.” Ernest berkata sambil mengelus-elus pelan bahu Tira, yang merasa lega karena tidak ada kabar buruk yang dia dengar lagi hari ini, karena pembicaraan dengan Janeta tadi, sudah cukup menguras energinya.


“Kalau begitu, kita tunggu makanan kita datang, sambil kita menonton film kesukaanku.” Tira berkata sambil menyalakan televisi berukuran besar yang ada di depannya.


Untung saja putri tidak melanjutkan pertanyaannya.


Ernest berkata dalam hati, merasa lega melihat Tira yang memilih untuk menenangkan pikiran dengan menonton film.


# # # # # # # #


“Ah… kenyang sekali….” Tira berkata sambil mengelus perut ratanya setelah menghabiskan banyak makanan di depan Ernest.


Jika tadi nafsu makannya benar-benar hilang saat berada di café bersama Janeta, tapi begitu makanan yang akan dia nikmati datang, dan hanya ada Ernest di depannya, membuat Janeta makan dengan lahapnya sambil sesekali antara dia dan Ernest saling menyuapi makanan.


“Aku juga kenyang sekali hari ini ini.” Ernest berkata sambil merapikan piring-piring kotor yang ada di depannya, namun sejenak, Tira langsung meraih tangan Ernest dan menghentikannya tindakan Ernest, membuat Ernest mengalihkan pandangan matanya dari piring-piring kotor di atas meja itu kepada Tira dengan wajah bertanya-tanya.

__ADS_1


“Aku mau mencuci piring bersamamu….” Kata-kata Tira membuat Ernest sedikit terbeliak, karena bagaimanapun juga, meskipun mereka sudah emnjadi sepasang kekasih, tapi dalam pikiran Ernest, Tira tetaplah seoranga putri dimana dia harus selalu melayaninya dengan baik sebagai pengawal pribadinya, termasuk dalam hal mencuci piring kotor bekas makanan mereka.


__ADS_2